
Sementara di dalam restoran, Deon yang merasa tidak memesan makamam tambahan dikejutkan kedatangan pelayan. “maaf pak, tadi teman bapak meminta makanan ini dibuat di meja bapak” kata pelayan
“Dia bukan teman saya mbak” balas Deon
“ya sudah mbak tidak apa apa letak saja”kata Ares akhirnya
Pelayan segera meletakkan dan segera berlalu.
“Kamu kok bisa kenal sama perempuan aneh itu Res” tanya Deon
“seharusnya aku yang bertanya kenapa bisa kenal Sea, Sea itu teman aku, satu sekolah waktu SMA, tadi kamu bilang dia sudah punya suami, memang kalian sedekat itu sampai tau Sea sudah punya suami?” tanya Ares
“wanita aneh itu yang bilang” kata Deon
Deon menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Sea yang sering membuatnya kesal.
Ares hanya tertawa “dan kamu percaya dia punya anak, punya suami”
“Tidak peduli” balas Deon
“yang jelas Sea itu udah ngerjai kamu, Sea itu single, boro boro suami setauku pacaran aja enggak” Ares ngakak keras membayangkan kelakuan jahil Sea
“Sea itu memang suka jahil, aku kenal baik sama dia, kalau berbicara suka asal tapi berteman dengannya menyenangkan” Ares menambahkan
“ngapain kita jadi bahas wanita aneh itu Res, udah mending makan sekalian noh pesanan wanita aneh itu abisin” jawab Deon dengan kesal
“tapi aneh juga sih, biasanya kamu tidak peduli mau segimana mengesalkannya perempuan menghoda kamu, jangan jangan kamu suka ya sama Sea” Areas mulai menggoda Deon.
“mau makan makanan ini apa makan sendok” kata Deon
“ia ia makan, mari makan” kata Ares dengan menahan tawa
Selesai makan mereka akhirnya kembali ke rumah sakit.
***
Hilda mamanya Sea, Siang ini akan menghadiri acara pernikahan anak sahabatnya. Diantar supirnya mang Udin Bu Hilda sampai ke acara.
“selamat ya jeng atas nikahan anaknya, semoga samawa cepat dikasih cucu” Bu hilda menyalami Bu Nia. “amin, makasih loh jeng atas kedatangannya jawab Bu Nia sembari menautkan pipi kiri dan kanan.
Jeng hilda jangan sungkan dinikmati dulu hidangannya, mari bu Ajak bu Nia.
“baik jeng, terima kasih” ucap bu Hilda
Bu hilda yang lagi dalam.antrian bersama tamu undangan lain tiba-tiba dikejutkan dengan sapaan seseorang.
“Hilda, kamu di sini, ini aku Agatha” sapa seseorang itu
“Agatha, kamu juga ada di sini, sudah lama tidak bertemu ya” jawab Hilda.
Hilda dan Agatha adalah sahabat semenjak remaja, bertetangga dan satu sekolahan. Namun, semenjak menikah mereka jarang bertemu, walaupun sempat beberapa kali bertemu. Namun sudah 20 tahun mereka tidak pernah lagi bertemu, karena kesibukan masing-masing.
Sekarang mereka bertemu kembali, Agatha yang merupakan saudara sepupu dengan Bu Nia yang lagi pesta.
Merasa rindu, dan ingin lebih leluasa berbincang mereka memutuskan keluar dari area pesta.
menuju restoran terdekat akhirnya mereka makan di sana.
“baik, anak anak juga baik, sebastian anak ku yang tertua sudah menikah punya 2 anak, yang kedua Kania 1 anak baru melahirkan suaminya di Australia kemarin aku meMinta kania lahiran di sini, yang ketiga Sea, belum menikah”jawab hilda dengan tersenyum
“Agatha kamu bagaimana, anak anak bagaimana?" tanya Hiilda
Ditanya seperti itu Agatha tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. “aku hanya punya 1 putra, sudah menikah, tapi sepertinya dia kurang beruntung dua tahun pernikahannya gagal” jawab Agatha
“Maksudnya bagaimana” tanya hilda kembali
Agatha menceritakan semua yang dialami anaknya, hingga bagaimana Deon pernah merasa frustasi. Dan sekarang Deon yang seakan sudah menutup hatinya kepada perempuan.
“sedih, melihat Deon seperti itu rasanya aku yang disakiti” cerita Agatha dengan sendu
“sabar Agatha, kita kan tidak tau jalan hidup seseorang, mudah mudahan nak Deon segera dikasih jodoh sama yang di atas” hibur Hilda
“aku sebenarnya sudah ingin sekali memiliki cucu seperti kamu, oh ia suami kamu apa kabar? Tanya Agatha
“suami aku sudah meninggal 10 tahun yang lalu” jawab hilda dengan sendu
“maaf jadi membuatmu sedih hilda, aku tidak tahu” jawab Agatha merasa tidak enak
“tidak apa apa, namanya juga takdir kita tidak tahu” jawab Hilda akhirnya
“sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan semua keluarga dan anak anakmu hil, kapan ya kira kira kita bertemu”
“kebetulan sebastian di surabaya, jadi jarang berkumpul, tinggal Kania, anaknya dan sea yang di rumah itupun bulan depan Kania sudah dijemput sama suaminya. Lata Hilda
“bagaimana dengan Sea Hil, apa dia sudah punya kekasih” tanya Agatha
“sepertinya belum, sekarang lagi sibuk menyelesaikan S2nya” jawab hilda
“wah hebat Sea, seandainya dia berjodoh dengan Deon aku pasti sangat senang” kata agatha dengan pelan.
“kamu apa apaan sih Agatha, mana mungkin Deon tertarik dengan Sea, bukankah Deon seoranh dokter? Tanya hilda
“jangan berbicara seperti itu, bukankah dulu kita pernah berjanji akan menjodohkan anak kita biar persahabatan tidak putus” agatha mengingatkan
“seandainya aku mengenalkan Deon yang sudah duda ke Sea apa kamu keberatan Hil?” tanya Agatha
“kenapa keberatan, tidak masalah.. Saya sudah katakan Takdir, jodoh, maut tidak ada yang tahu, aku juga ingin persahabatan kita tetap berlanjut” jawab Hilda
Agatha tersenyum bahagia, harapan nya kini semakin besar.
“kasih aku alamat rumah mu ya hil, minggu depan aku mau berkunjung” pinta agatha
Menuliskan alamatnya Hilda memberikan kepada Agatha.
“sudah terlalu sore apa tidak sebaiknya kita pulang, nanti dikira orang rumah hilang lagi” canda Agatha
“ia kita pulang, rasanya kurang lama kita duduk bersama:” jawab Hilda
Menautkan kedua pipinya mereka akhirnya berpisah “Hilda, bagaimana pun juga aku berharap banyak Sea mau menerima Deon” kata Agatha setelah tautan pipi lepas
“itu terserah mereka, kita pertemukam saja dahulu” balas Hilda dengan senyum