
Deon yang rencananya akan ke rumah sakit mulai bersiap. Namun, tiba - tiba saja dilarang oleh mamanya dengan alasan baru menikah tidak diizinkan bekerja.
“memangnya apa yang kau cari nak, tidak bekerja sebulan pun tidak akan membuat istrimu kelaparan” Begitu kata Agatha
Maka jadilah Deon hanya Tiduran di dalam kamar, benar - benar membosankan.
Sementara, jangan tanyakan dimana keberadaan dua wanita yang sudah sangat akrab itu.
Mama Agatha membawa Sea ke taman belakang. Agatha merasa perlu memberitahukan masa lalu Deon. Dia tidak ingin, Sea salah paham kalau penyebab perceraian Deon dan mantan istrinya karena penghianatan.
“Se, bolehkah mama bercerita sedikit tentang Deon” Tanya Agatha setelah sedari tadi mereka saling membicarakan banyak hal
“kalau mama tidak keberatan?” Sea memang sedikit penasaran akan masa lalu Deon. Sehingga, Deon begitu menyebalkan.
“sebenarnya Deon itu orangnya hangat, dan baik, namun semuanya berubah 2 tahun lalu wanita itu mengubah dunia Deon” Agataha menjeda, Sea bisa membaca kilatan emosi tertahan dari mertuanya
“Ia mantan istrinya menghianati Deon. Tepat diulang tahun sejak pernikahan mereka. Mama dan papa sebagai saksi bagaimana wanita itu membawa laki - laki selingkuhannya ke apartemen yang Deon hadiahkan”.
“Jadi maksud tante, Istri Deon selingkuh?”
“Ia wanita itu selingkuh, bahkan sedikit pun tidak pernah menghargai Deon sebagai suami. Cinta membuat Deon jadi bodoh, melakukan apapun yang diminta perempuan itu.”
“Kenapa tante bisa” tanya Sea
Mengingat kembali kejadian yang menimpa Deon, Agatha akhirnya menceritakan tanpa sedikitpun ditutupi kepada Sea.
Sea yang mendengar tidak tahu merespon seperti apa. Haruskah dia berempati, atau merasa kasihan?
“Se, kamu sudah tau masa lalu Deon. Mama berharap kamu menjadi masa depan Deon. Wanita yang menjadikan Deon mengubah pandangannya terhadap perempuan, benar - benar mau membuka hatinya kembali, mama yakin Sea orang yang tepat untuk Deon”. Kata Agatha dengan yakin.
“Sea tidak sebaik yang mama kira, Sea takut mengecewakan mama, karena pernikahan ini tidak aku harapkan’ Batin Sea.
Menatap pandangan sendu mama Agatha, “Semoga yang terbaik menghampiri kita semua” akhirnya kata itu yang bisa Sea ucapkan.
***
Malam menjelang, Keluarga Johan baru saja menyelesaikan makan malamya. Sea kembali ke kamar berniat istirahat lebih awal.
Seharian menemani mama Agatha, membuat Sea melupakan kegundahan yang dialami. Bahkan, hari itu Sea hampir saja melupakan keberadan Deon.
Menaiki ranjang king size milik Deon Sea membaringkan tubuhnya. Baru saja hendak memejamkan matanya Sea mendengar bunyi pintu terbuka.
“Malam ini aku mau keluar, ada hal yang harus aku bicarakan dengan seseorang” Kata Deon
“Tidak perlu minta izin, aku tidak membutuhkan harus tahu kau akan pergi kemana” Jawah Sea ketus
“Aku hanya khawatir mama menanyakanku, dan kau menjawab yang bukan - bukan”
“Dokter duda, apa jangan - jangan kau mencoba memerankan suami yang baik’ Sea bertanya balik
“Aku sudah bilang, alasannya apa kau tidak bisa mengartikan kata”
“Ya kalau mau keluar , keluar saja telingaku menjadi sakit.. kau seperti anakku yang merengek meminta izin untuk bermain lompat tali dengan temanmu”
“wanitaa aneh” Desis Deon.
Apartemen Ares
Tujuan Deon malam ini satu - satunya Apartemen Ares. Menaiki lift Deon sampai ke apartemen milik Ares. Dia menekan bel seperto orang tidak sabaran.
‘Bahkan membuka pintu pun kau lama sekali”
“Kenapa denganmu, masuklah tidak akan ada yang menculik mu, kau sudah cukup besar untuk dibiarkan berdiri lama di depan pintu’ Ares menanggapi dengan bercanda
Deon mendudukkan dirinya di sofa milik Ares.
“Aku sudah menikah’ Deon tiba - tiba membuka percakapan
“Apa… menikah, apa kau salah makan, atau ada masalah dengan dirimu sehingga kau berbicara ngaur” Ares menerka nerka
“Aku tidak bercanda, Aku sudah menikah. Kau tau, karena acara syukuran malam itu aku dipaksa menikah” Deon mulai menceritakan
“lalu siapa wanita sial yang menikahimu” Tanya Ares
“Sialan, kau pikir aku pembawa sial, justru aku yang merasa sial menikahi wanita itu” Deon menjawab Kesal
“Siapa siapa?” Ares semakin penasaran
“aku menikah dengan wanita aneh itu, kau tau benar - benar tidak masuk akal. Malam itu entah kenapa aku bisa tidur sekamar dengan wanita itu, aku benar - benar tidak ingat”
“maksudmu kau menikah dengan Sea, terus gimana ceritanya ?’ Ares benar - benar terkejut. Bagaimana pun juga, Ares sudah menaruh hati kepada sea sejak dulu. Namun, belum sempat terwujud mengungkapkannya
“Paginya, Mama yang kau sebut namanya Sea mendapati kami berdua, jadilah kami menikah. Bingung aku benar - benar bingung”
“Kalau dengan wanita lain, dan kau tidak membuka hati aku tidak apa-apa, tapi kalau wanitanya Sea, aku tidak terima kau mempermainkan pernikahan kalian”
“Kenapa kau begitu peduli dengan wanita itu?” tanya Deon
“Wanita itu punya nama, namanya Sea. Dia sahabat aku, ketika dia kecewa maka aku juga orang yang ikut merasakan kekecewaan”
“Kau tenang saja, sahabat mu akan baik - baik saja. Tidak akan ada yang terjadi, kami akan lepas setelah menemukan bukti bahwa malam itu kami tidak melakukan apa apa, kami hanya dijebak. Jawab Deon dengan yakin.
Ares menarik nafanya lega. “Itu artinya kalian akan berpisah juga?’ Tanya Ares
“hmmmm….. aku hanya tidak mau terlibat terlalu jauh dengan sahabat mu itu. Aku tetap pada rencana awal yang aku suruh kau laksanakan”
Ares manggut - manggut.
“Malam ini aku menginap di sini saja” Kata Deon
“Pengantin baru masa nginap di sini, tante Agatha pasti nanya, kembalilah”
“kau mengusir aku”
“ia, aku mengusirmu. Kembalilah ke rumah mu”
“apa ada asisten yang membantah atasannya?”
“Tergantung asistennya, sudahlah.. berdebat dengamu membuatku malas. Kalau kau wanita cantik dan seksi aku pasti meladeni, ini terong ke terong ahh tidak lucu”
Kata Ares
“Ckk.. baiklah” Dengan malas akhirnya Deon keluar dari apartemen Ares.
Melirik arlojinya Waktu sudah hampir pukul 1 dini hari.
Sementara Ares, dia merasa hatinya tidak tenang. Sea menjadi istri Deon. Sesuatu hal yang tidak terpecahkan pikirannya.