Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Ikut suami ke Rumah sakit



Tidak terasa sudah satu jam sea menunggu suaminya.. kantuk mulai menyerang.


Sea mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan posisi duduk dan kepala bersender ke sofa.


Sea tertidur dengan pulas, sedangkan Deon masih asyik dengan pekerjaan mereka dengan Ares.


Dua jam berlalu, sepertinya Ares dan Deon sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Terima kasih sekali lagi Res, kau begitu banyak membantuku" Ucap Deon.


"Bukankah sudah tugas ku boss" Seloroh Ares kembali.


"Hari ini kamu pulanglah lebih awal, aku tahu kau pun sudah sangat lelah" Pesan Deon.


Begitulah Deon, tidak akan membiarkan Ares dan Semua stafnya di Rumah sakit hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja.


Akan ada dalam satu bulan waktu khusus bagi setiap staff untuk berquality time dengan keluarganya.


Apalagi saat ini dia juga sudah memiliki Sea, rasanya waktu itu selalu masih kurang untuk selalu berduaan.


"Meskipun kau masih menyendiri, tetapi tidak apa, pergilah cari angin segar" Deon kembali mengingatkan Ares yang masih sibuk memberekan berkas yang kurang rapi.


"Baiklah, baiklah tidak perlu pakai alasan itu, aku rahu kau hanya ingin berduaan dengan Sea di sini" Cebik Ares.


"Itu kau tau, lekas keluarlah aku bosan melihat wajahmu" Balas Deon.


Ares keluar dari ruangan, setelah melihat Sea yang tertidur, dia akhirnya tidak berpamitan ke Sea, "arrhhh, penat sekali" Ares merentangkan tangannya.


Sementara dalam ruangam, Deon yang melihat Sea tertidur tersenyum.


Dengan lembut merapikan anak rambut di kening Sea. Mengelus pipi mulus Sea.


"Manis sekali bahkan di saat tertidur dengan mulut terbuta" Ucap Deon.


"Cup" Deon mengecup bibir Sea yang terbuka. Sea belum juga bergeming, membuat Deon kembali mengecup hingga beberapa kali.


Merasa ada yang mengganggu, Sea membuka matanya dan melihat wajah Deon yang begitu dekat dengan wajahnya.


Hembusan nafas dengan aroma mint, membuat Sea seketika mendekatkan wajahnya ke wajah Deon.


"Cup", satu kecupan Sea layangkan ke bibir suaminya "mas sudah mencuri curi dari tadi, itu balasannya".


Mendapat kejutan dari sang istri, Deon kemudian menarik tengkuk Sea, kembali terjadi ******* -******* yang lama.


Deon bangkit dari sofa berjalan ke arah pintu dan segera mengunci pintu ruangan, dia tidak ingin kegiatan mereka mendapat gangguan.


Mengangkat tubuh Sea menuju kamar istirahat Deon.


"Sayang, kamu yang mulai duluan" Ucap Deon dengan parau.


Sea mengalungkan tanganny di leher Deon. Sea sungguh tidak menyangka justru saat ini dia sepertinya memiliki semangat yang luar biasa bermain kuda kudaan dengan suaminya.


Sea dengan agresif membalas ciuman suaminya, Ciuman sea turun ke leher Deon, bermain di sana tanpa meninggalkan jejak.


Keadaan mulai terbalik, yang banyak mendesah kali ini Deon. Sea mulai pintar mengendalikan permainan. Sea mulai turun ke bawah Menyesap perut.


"Ahh sayang, kau mulai nakal" Deon memejamkan matanya meresapi permainan Sea.


Sea membuka resleting celana Deon dan menurunkan celana Deon.


Junior yang sudah berdiri tegap kini menantang Sea untuk menaklukkannya.


membelainya dengan lembut membuat Deon semakin tidak karuan.


Sea bangkit duduk, menarik Sea dan membuka seluruh kain yang penutup tubuh mereka.


Dua tangannya kini asik menjamah gundukan Sea dan juga mengulum hingga mulutnya penuh.


Sea yang juga sudah dikuasai kabut gairah, kembali menaiki tubuh Deon, mengarahkan intinya ke junior Deon.


Jleb , Junior Deo sudah tertanam sempurna di inti Sea.


"Ahhh, sayanggg Fasteeeer then" Ceracau Deon dengan meremas bokong Sea.


Sea kian memompa lebih cepat ketika akan mendapatkan pelepasannya.


"Auuhhh sayangg,,, nikmat sekali" Ceracau Sea dengan terus memainkan pingulnya.


Merasa pergerakan Sea yang mulai melemah, Deon segera membalikkan tubuh Sea dan berada di atas tubuh Sea.


Deon menghentak hentak hingg kembali lagi cairan hangat miliknya memenuhi inti Sea.


"Ahhh,, Sayang kau nikmat sekali" Deon memeluk Sea dengan erat


Sea tersenyum dan memejamkan matanya seolah meresapi kenikmatan yang baru mereka reguk bersama.


"Belajar dari mana, sudah pintar sekali" Deon menaikturunkan alisnya.


"Bukankah suamiku harus diimbagi" Balas Sea dengan sedikit malu.


"Tapi aku suka," Deon menciumi seluruh wajah Sea.


Memasuki kamar mandi Sea segera mandi, diikuti oleh Deon. mereka mandi bersama, benar benar mandi tanpa adegan tambahan.


" mas, tidak nyaman pakai baju yang tadi lagi" ucap Sea


Aku menyiapkan pakaian ganti untuk di dalam lemari, jaga jaga kalau kamu ikut ke rumah sakit.


"Benarkah?" Tanya Sea tidak percaya.


"Ia bukalah di lemari ada pakaian untukmu" Balas Deon.


Deon yang selalu menyediakan pakaian ganti di ruangannya semenjak pulang liburan dengan Sea menambahkan beberapa pakaian wanita. Sungguh Ide yang Deon brilian dan tidak lepas dari adegan panas mereka.


Sea mengenakan pakaian ganti yang ternyata sangat pas ditubuhnya. Dress bunga di atas lutut kian menambah kecantikannya.


"Ah bisa pas sekali, Terima kasih sayang" Ucap Sea.


"Tentu saja pas, semua ukurannya sudah hapal" balas Deon dengan bercanda.


Sea mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, ikut denganku sekalian berkenalan dengan staff di sini" Ajak Deon.


Deon membawa Sea berkeliling ruangan sekalian mengecek keadaan. Tugasnya sebagai dokter obgyn memang mulai berkurang dengan perekrutan dokter obgyn baru beberapa minggu lalu.


Namun demikian, dia harus tetap memperhatikan jangan sampai ada masalah.


Meskipun sesekali harus turun tangan karena permintaan pasien yang harus di tangani oleh dr. Deon.


Sambil berkeliling, sapaan demi sapaan Deon balas dengan senyum hangat dan ramah. jauh berbeda sebelum sea mengisi hatinya.


"Wah istri dokter cantik sekali, sungguh serasi sekali dengan dokter" beberapa perawat memuji.


"Terima kasih" Sea membalas dengan senyum menambah aura kecantikanya kian nampak jelas.


Merasa semua baik baik saja Deon memutuskan untuk membawa Sea pulanh.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.


"Sayang sebaiknya kita pulanh, kamu pasti lelah" Ucao Deon dengan sayang.


"Apa pekerjaan mas sudah selesai?" Tanya Sea memastikan


"Sudah, ayo kita pulang" Deon membawa Sea keluar.


Menuju tempat parkit mobilnya tiba tiba seorang wanita berlari mengejar mereka.


"Deon"


Merasa namanya dipanggil Deon melihat ke arah sumber suara.