
Sesuai waktu yang disepakati mereka akan kembali empat hari kemudian.
Hari ini hari terakhir mereka di Bali, pukul lima sore nanti mereka harus segera berada di Bandara untuk kepulangan mereka.
"Mas, aku sudah menyiapkan semua barang yang akan kita bawa nanti ke dalam koper" Ucap Sea.
"Masih ada waktu untuk kita bersantai lagi" Jawab Deon.
"Rasanya menyenangkam sekali berada di sini, apa aku tinggal disini saja" Canda Sea.
"Tidak ada izin kamu tinggal di sini" Jawab Deon
Sea hanya tertawa pelan bukankah dia hanya bercanda.
*****
Beberapa jam mereka berada dalam penerbangan menuju ke Jakarta.
Sesampainya di Bandara mereka sudah ditunggu oleh Ares
"Apa kamu sudah lama menunggu" Tanya Deon ke Ares
"Tidak juga, hanya beberapa menit, Se bagaimana liburanmu apa menyenangkan? Tanya Area ke Deon
"Tentu saja menyenangkan" Deon menyambar pertanyaan Ares.
"Aku tidak bertanya kepadamu, aku bertanya kepada Sea, asal menjawab saja" Gerutu Ares,.
"Sama saja, aku suaminya jawabannya pasti sama" Deon kembali menjawab.
Sea hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat perdebatan suami dan sahabatnya itu.
"Apa kita tidak berangkat sekarang?"Tanya Sea kemudian
"Ah ia, ayo berangkat" Jawab Ares.
"Se, biarkan saja suamimu duduk di belakang, kamu duduk saja di sampingku" Ares kembali membangkitkan jiwa posesif Deon.
"Sayang, aku rasa kelamaan tidak memiliki kekasih membuat nya sedikit hilang kewarasannya" Balas Deon.
Sea mengikuti suaminya duduk di belakang kemudi.
"Ckkk... rasanya aku seperti pak supir saja" Keluh Ares.
"Deon, apa kepalamu mengalami cedera tidak bisa ditegakkan hingga harus menempel ke sea" Ejek Ares.
"Menikahlah maka kau akan merasakannya juga" Deon tidak memedulikan Ares.
"Res, langsung ke rumah saja, rencananya kami akan langsung tinggal di sana"
"Ah baiklah,,, apapun untuk pasangan yang lagi hangat-hangatnya ini" Seloroh Ares.
Menuju rumah tujuan yang Deon maksud, Sea hanya mengikuti apa yang mereka ucapkan.
Mobil yang dikemudi Ares kini memasuki sebuah perumahan elite.
Pos satpam yang berjaga membuka portal agar mereka bisa memasuki area perumahan.
Sebuah rumah yang megah nan mewah dengan nuansa klasik modern ada di hadapan Sea.
"Mas, apa ini maksud mas rumah kita" Tanya Sea.
"hmmm, apa kamu menyukainya?" Tanya Deon lagi.
"Tidak hanya menyukai, tapi sangat menyukainya. rumah ini seperti rumah impianku" Jawab sea dengan berbinar binar.
"Tuan, nyonya silahkan masuk, pelayan sudah mengangkat semua barang anda" Ares kembali menggoda kedua sahabatnya itu.
"Apaan sih Res, ada ada saja kamu" Sea tersenyum melihat tingkah konyol Ares.
Sea mulai menjajakkan kakinya ke dalam rumah baru mereka.
Semua telah dilengkapi, entah kapan suaminya itu mempersiapkannya yang jelas saat ini dia merasa menjadi istri yang begitu bahagia.
"Kapan mas memindahkan barang kita kemari" Tanya Sea begitu melihat semua barang mereka yang di apartemen sudah ada di sana.
"Aku menelpon Asisten rumah tangga membantu Ares memindahkannya kemari" Jawab Deon
Sea dengan riang mengelilingi rumah mereka. ada taman yang memanjakam matanya, dan dibelakang dilengkapi dengan kolam renang, tidak lupa ruang tempat olah raga di lantai atas.
"Woooww, perfect..aku menyukai seluruh desain rumah ini"
Deon ikut merasakan kebahagiaan melihat istrinya yang begitu antusias dengan kepindahan mereka.