Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Mulai Nakal



"Sayang, kenapa hanya diam saja" Tanya Deon begitu menenangkan hatinya. Deon takut akibat moodnya yang lagi memburuk malah menyakiti istrinya.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku penasaran"


"Penasaran kenapa, sayang?" Tanya Deon.


"Bagaimana rasanya dipeluk mantan istri?" Tanya Sea. Sea tahu suaminya lagi dalam mood yang buruk sehingga dia berusaha untuk mencairkan suasana.


"Tidak ada, hanya rasa menjijikkan" Balas Deon.


"Hei, sayang, jangan bilang kalau kamu cemburu?"


"Tidak, mana mungkin aku cemburu, kalau kamu membalas pelukannya baru aku cemburu" Balas Sea.


"Tidak akan, wanita itu hanya masa lalu aku, masa depan ku ada di samping ku sekarang" Deon berkata dengan sungguh sungguh


"Hmm,,, dan aku percaya suamiku tidak akan mencoba untuk membuka hati ke wanita lain kecuali istrinya" Balas Sea pula dengan tersenyum


Deon begitu beruntung mendapatkan Sea yang memiliki pemikiran dewasa. kalau wanita lain mungkin sudah marah, sedangkan Sea mampu mengendalikan dirinya.


Menepikan mobilnya, Deon menghentikan sejenak kendaraannya.


"Kenapa berhenti mas?" Tanya Sea.


"Ingin memeluk istri mas yang cantik ini" Deon hendak memeluk istrinya.


"Tidak mau, mas harus mandi dulu, ada bekas tempelan mantan istri mas di baju mas" Sea tidak mau.


"Sayang,,, jahat sekali" Deon mengerucutkan bibirnya.


"Ia, aku tidak mau nanti bekasnya ikutan menempel ke aku" Balas Sea lagi.


"Apa mas harus membuang bajunya sekalian" Tanya Deon lagi.


"Tidak usah dibuang, mas boleh kasih ke Asisten rumah tangga yang di rumah" Usul Sea.


"Ini agar mas tahu, kalau aku paling tidak suka mas dekat- dekat apalagi berani berpelukan dengan wanita lain" Ancam Sea.


"Istri mas ternyata galak" Deon tertawa


Karena Sea tidak mau dipeluk, Deon akhirnya meneruskan perjalanan mereka pulang ke rumah.


****


Meletakkan tas kerja Deon segera ke kamar mandi.


Sea yang melihat suaminya hanya tersenyum, "Tidak salah bukan, aku mengingatkan suamiku agar tidak memberi harapan kepada wanita manapun selain istrinya" Batin Sea.


ceklek,, pintu kamar mandi terbuka, Sea keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Sea menghampiri suaminya dan memberikan pakaian ganti rumahan ke suaminya.


"Apa istri mas tidak berencana memakaikan bajunya sekalian?" Tanya Deon ketika Sea meletakkan pakaian di dekatnya.


"Ck... apa mas masih anak kecil yang perlu pengasuh" Tanya Sea


"Ia, Mas butuh istri mas untuk mengasuh, bukankah ketika mau tidur juga harus dikasih mainan" Balas Deon menggoda Sea.


"Mas, jangan macam-macam" Sea mengingatkan suaminya yang pembicaraannya sudah mengarah ke adegan kulum mengulum.


"Tidak, hanya satu macam, itupun hanya dengan istri mas" Deon berkata dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Mas mesum sekali..." Sergah Sea


"Mesum bagaimana, apa mas ada meminta itu, astaga ternyata pikiran istri mas juga sangat liar" Deon kian menggoda Sea


"Masssss" Rengek Sea karena merasa malu, maksudnya mengingatkan suaminya malah membuatnya mengakui kalau dia selalu memberikan mainan ke suaminya kalau hendak tidur.


"Ia sayang, nanti malam" Deon mengedipkan matanya.


"Masss.... bukan itu maksud aku... mas menyebalkan" Sea merengut kesal.


"Tidak ada jatah nanti malam" Ancam Sea melihat Deon yang tertawa terbahak bahak.


Deon langsung menghentikan tawanya, "Sayang apa kamu marah" Tanya Deon dia mulai panik.


Sea hanya terdiam, dia membalas mengerjai suaminya.


Sea membelakangi Deon dengan senyum yang terbit di bibirnya.


"Sayang, jangan marah" bujuk Deon lagi.


Sea membalikkan badannya dan melihat wajah Deon yang seakan frustasi.


Tawa Sea meledak melihat wajah mengenaskan suaminya.


"Satu sama" Ucap Sea dengan terbahak bahak


"Kamu mengerjai mas ya?" Deon segera menarik tubuh Sea dan menggelitiki seluruh bagian tubuh Sea.


"Mas, geli. Kan sudah impas, makanya Jangan menggoda istrinya" Balas Sea dengan tawa yang belum mereda.


Sea mulai kelelahan dengan gelitikan suaminya.


"Sudah mas, aku lelah" Pinta Sea.


"Ya sudah kalau lelah, tapi kalau yang ini belum lelah bukan" Deon berkata sembari tangannya sudah membuka Dress yang Sea kenakan.


Meninggalkan pakaian dalam, Deon mulai melancarkan aksinya.


"Ya ampun sayang, bukankah tadi di ruangan mas di rumah sakit sudah" Tanya Sea ketika Tangan Deon mulai melepas pengait branya.


"Salahkan saja si junior yang tidak tau diri kalau sudah dekat dengan kamu" Deon kemudian mulai meremas gundukan Sea.


"Sayang, kenpaa tidak ada lelahnya" Tanya Sea.


"Karena stamina terbesar mas sekarang ada di tubuh kamu sayang" Ucao Deon dengan suara yang mulai berat.


Tangannya mulai bergerilia menjamah tubuh sang istri.


Pun dengan Sea yang juga tidak kuasa menolak sentuhan dari suaminya.


Suara decapan dan ******* kini memenuhi kamar mereka.


Sea melorotkan tubuhnya ke bawah dan mulai menyentuh junior Deon.


Dari buku yang dibaca istri harus pandai memuaskan suami.


Meremas dengan lembut, Sea mulai memainkan Junior Deon.


"Sayang, kamu mulai nakal" Deon mulai mendesah.


Sementara Sea asyik bermain di area perut Deon, menciumi, menjilat dan sesekali mengulum milik Deon.


Deon merasakan kenikmatan yang luar biasa, Meremas rambut Sea Deon hanya bisa mendesah.


Tidak tahan, Deon menarik Sea hingga telentang dan mulai mengarahkan juniornya ke inti Sea.


"Sayangggg... ahhhh, Sempit sekali" Ceracau Deon.


Deon mulai menghentak miliknya, Sea bahkan sudah beberapa kali melakukan pelepasan.


Tiga puluh menit kemudian baru Deon melepaskan pelepasan kenikmatannya dengan nafas memburu.


"Ahhhh" Deon Menghentak hingga semburan hangat memenuhi inti Sea.


Deon membenamkan wajahnya diantara gundukan milik Sea.


Menggigit dengan gemas, Deon baru melepaskan tubuhnya dari Sea.


"Akh benar-benar tidak bisa menahan kalau dekat denganmu sayang, terima kasih servisanmu memuaskan mas" Ucap Deon


Sementara Sea, memejamkan matanya menghilangkan sisa rasa percintaan mereka.


Deon mengambil Tisu dan membersihkan area inti Sea.


Dia tahu istrinya masih enggan untuk bangkit.


Setelah selesai Deon baru beranjak ke kamar mandi membersihkan miliknya sendiri.


****