
Suasana pagi berbeda dari pagi biasanya. Bagaimana tidak dini sekali dua bocah sudah bangun.
Mereka berdua kompak menjahili aunty sea dan paman Deonnya. Mereka sengaja mengeraskan suaranya agar kedua manusia dewasa itu segera bangun.
Kebisingan itu akhirnya berhasil membangunkan pasangan suami istri tersebut.
"Ya ampun keponakan aunty sudah bangun, ini masih pagi sekali" Gerutu Sea dan melihat jam masih menunjukkan pukul empat pagi.
Kedua bocah itu hanya tertawa cekikikan.
"Paman lihatlah aunty Sea bangun pagi berantakan sekali" Adu Joy ke suami Sea.
"Kenapa kalian pagi sekali bangun, apa kalian sudah tidak mengantuk?" Deon bukannya menjawab tetapi bertanya ke ade dan Joy.
Deon mungkin sudah terbiasa dengan harus bangun pagi pagi atau malah tidak tidur sama sekali karena mengurusi pasiennya.
Deon melihat ke arah Sea yang masih menahan rasa kantuknya.
"Se, kalau kamu masih mengantuk tidur lah lagi, tidak apa aku saja yang menemani ade dan Joy".
Sea menggelengkan kepalanya, "Tidak akan bisa mas, mereka tidak akan membiarkannya".
"Ya.. aunty harus bangun, kita harus olah raga" ucap Ade dan Joy.
Mendengar itu Deon hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Bagaimana mungkin olah raga jam empat pagi, apa tidak bisa nanti saja" kata Deon.
"Apa tidak boleh paman dokter?" Tanya Ade
"Olah raga pagi itu bagus, tetapi kalian kan masih kecil, ini masih terlalu pagi sebaiknya nanti saja" Saran Deon.
"Baiklah paman, apa kami harus tidur kembali?" Tanya Joy dengan nada kecewa.
"Kalau kalian masih mengantuk ya tidur saja" ucap Sea.
"Kalau kalian tidak mengantuk, tidak apa kalian bemain bersama paman saja" Usul Deon.
Mendengar itu, Sea kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya yang masih terasa berat.
"asyikkk.... semalam juga kami bermain di taman ditemani aunty Sea, juga ada paman Karis" celetoh Ade.
"Siapa Paman Karis?" Tanya Deon penasaran.
"Ia paman, sayang sekali paman dokter tidak ikut, kalau paman ikut kan bisa menunggu kami yang bermain di bangku taman seperti Aunty Sea juga Paman Karis" Terang Ade.
"Apa aunty Sea dan Paman karis menunggu dengan duduk bersama" Tanya Deon dengan membisik ke Joy.
"Ia Paman, aunty Sea bercerita cerita dengan Paman Karis"
"Menceritakan apa" cecar Deon lagi.
"Ya kami tidak tahu paman, kami kan sedang bermain" Jawab Ade.
"Apa mereka duduk berdekatan?" Tanya Deon lagi.
"Tidak paman, Aunty duduk berjauhan" Jawab Ade dengan Berbisik pula.
Entah kenapa, mereka akhirnya bercerita dengan cara berbisik bisik.
Anak anak pikir mungkin takut mengganggu auntynya, beda dengaan Deon dia hanya penasaran dengan apa yang dilakukan Sea di taman.
Merasa bosan hanya bercerita kedua bocah itu pamit ke Deon.
"paman, kami ke kamar papa mama saja"
"Kenapa?" tanya Deon.
"Membangunkan papa dan mama" Kata Ade dan Joy sembari berlari meninggalkan Deon.
"Tidak boleh berlari, berhati hatilah" Pesan Deon.
Namun, kedua bocah itu sudah menghilang dibalik pintu.
Deon kembali mengunci pintu dan menyusul Sea ke atas tempat tidur.
Ternyata Sea sudah kembali tidur dengan pulasnya.
Untuk tidur kembali tentu saja sudah tidak memungkinkan untuk Deon.
Melihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi Deon memutuskan mengajak kedua keponakan Sea untuk berolahraga.