
Tanpa terasa Waktu semakin sore, sudah lebih dari satu jam Sea menemani keponakannya di taman bermain.
Sea berniat memanggil kedua keponakannya. Bermain terlalu lama juga tidak baik begitu pikir Sea.
"Hmmm, Karis aku harus memanggil keponakanku, sepertinya sudah terlalu lama kami di sini" Pamit Sea.
"Ah ia, kamu juga sepertinya akan segera pulang Juga" Jawab Karis mengiakan.
Sea segera memanggil keponakannya dan mengajak pulang.
Ade dan Joy termasuk anak yang penurut, merasa dipanggil mereka segera menghampiri auntynya.
"Niel, Paman Karis kami pulang ya, sampai bertemu besok" Kata Ade dan Joy.
"Ya, ade, joy kita bertemu besok" Jawab Niel dengan semangat.
"Niel aunty pamit ya bawa dan dan Joy, dan Karis kami duluan" Pamit Sea.
"Baiklah, sampai bertemu kembali Sea" Harap Karis.
Sea hanya menyunggingkan senyum kemudian beranjak meninggalkan tempat tersebut.
Sepanjag perjalanan Ade dan Joy sibuk membicarakan apa yang mereka lakukan di taman dan Sea jadi pendengar yang baik.
"Aunty hari ini kami senang sekali, lain kali kita kemari lagi ya aunty" Kata Ade.
"Ia sayang, lain kali kalau aunty tidak sibuk kita pasti kemari" Jawab Sea.
******
Sementara di rumah sakit, Deon sudah berkali kali menghubungi istrinya lewat telepon. Namun, sama sekali tidak ada jawaban.
"Apa dia marah?, atau mungkin dia tertidur kembali?" Berbagai pertanyaan muncul di benak Deon.
Sudah berapa kali atau bahkan puluhan tidak ada respon sama sekali.
Meletakkan handphonenya, Deon ke ruangan prakteknya.
"Sus apa masih ada pasien yang harus di urus" Tanya Deon.
"Tidak ada dokter, semua sudah beres" Jawab suster.
"Baiklah sus, kalau begitu saya pulang duluan ya, Setelah ini digantikan dokter jaga yang lain" kata Deon.
****
Di dalam mobil Deon sempat melihat ke handphonenya namun belum ada balasan ataupun telpon dari Sea.
Deon jadi khawatir mungkin saja terjadi sesuatu dengan sea.
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi tidak sampai setengah jam Deon sudah tiba di tumah mama Hilda.
Deon disambut mama Hilda namun tidak dengan istrinya.
Setelah menyalami mertuanya, Deon mengedarkan pandangannya namun tidak ada tanda Sea menampakkan batang hidungnya.
"Ma, Sea kemana"? Tanya Deon.
"Apa Sea tidak memberitahu kalau dia pergi ke rumah kakaknya Sebastian, mereka sudah dalam perjalanan kemari, baru saja Tian menelpon mama" Terang Mama Hilda.
"Tidak ada ma, dari tadi beberapa panggilan tidak diangkat Sea" Jawab Deon.
"Hanphone Sea sepertinya tinggal Nak Deon, anak itu memang ada saja kelakuannya, pergi tidak mengabari suaminya dulu" gerutu mama Hilda.
Mendapat jawaban dari mertuanya Deon lega. ternyata Sea ke rumah kakaknya. Namun, ada rasa kesal Sea tidak memberitahu dia dahulu.
Suara klakson mobil terdengar di depan rumah mama Hilda menandakan Sea dan keluarga kakaknya sudah tiba.
Dua bocah kecil segera menghambur ke pelukan sang nenek.
"Nenek kami datang" Kata mereka
Mama Hilda segera menyambut kedua cucu dan anaknya.
karena sebelumnya sudah dikabari, mama Hilda sengaja memasak makan malam.
Sea yang sampau belakangan, terkejut melihat suaminya yang sudah ikut duduk manis bersama dengan keluarganya.
"Mas Deon sudah pulang, bukannya tadi katanya pulang larut?" Tanya Sea dengan tidak bisa menyembunyikan kesenangannya.
"Ia pekerjaan bisa selesai lebih awal" Jawab Deon.
Deon menatap istrinya dengan lekat seolah mengisyaratkan untuk menjelaskan kenapa tidak menghubungi dirinya.
Namun ,yang ditatap tidak mengerti.