
Menjelang pukul sepuluh malam kedua pasangan suami istri itu kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Rona bahagia terpancar dari wajah mereka keduanya. Tautan tangan yang tidak lepas ketika berjalan. Sesekali mereka tertawa lepas dengan candaan - candaan yang menurut mereka lucu.
Memasuki kamarnya, Sea berniat menutup tirai penutup kaca. Namun dia urungkan, sebelum menutupnya dia memandang hamparan pemandangan yang memanjakan matanya. Resort hotel yang megah dan menjulang tinggi membuat mereka bisa memandang keindahan Bali.
“Kenapa tidak jadi menutupnya, apa kamu tidak merasa kedinginan” Tanya Deon.
“Sebentar mas” Jawab Sea.
Deon menaiki tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Sisa-sisa percintaan panas mereka siang tadi memang membuat Deon merasakan sedikit lelah.
Tidak berapa lama Sea menutup tirai dan menuju kamar mandi mencuci wajahnya. Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan Sea yang telah berganti dengan pakaian tidurnya.
Sea kemudian membersihkan wajahnya di depan meja rias. Pandangan Deon tidak luput dari kegiatan Sea.
Merasa sudah selesai, Sea mendatangi Deon dengaan naik ke ranjang tidur.
“Kemarilah” Deon mengulurkan tangannya agar merapat dengannya.
Sea menggeser tubuhnya, berbaring berhadapan.
“Apa kamu sangat ingin berjalan-jalan” Tanya Deon sembari membelai rambut Sea.
“Tentu saja sangat ingin, ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi” Jawab Sea cepat.
Deon memanggut manggutkan kepalanya seolah memikirkan jawaban yang tepat untuk Sea.
“Benar-benar sangat ingin?” Deon kembali bertanya
“Tentu saja, kenapa bertanya terus” Sea mulai cemberut
“Apa kamu tidak lelah” Tanya Deon dengan penuh maksud.
“Tidak sama sekali” Sea menjawab dengan semangat.
“Baiklah kita besok pagi berjalan-jalan tetapi dengan syarat!” Deon menjeda ucapan.
“Ck, syarat apa, kenapa harus seperti itu” Sea memberengut.
“Kalau kamu tidak lelah sama sekali, maka malam ini mari kita lanjutkan kegiatan kita tadi siang”. Deon segera menindih tubuh istrinya.
“Kalau kamu menjawab lelah, sama saja artinya kamu mengiginkan kita seharian besok juga hanya berlibur di kamar saja” Ucap Deon dengan nafas yang mulai berat.
“Mas, kamu benar-benar mesum sekali” Pungkas Sea.
“Mesum sama istri sendiri tidak masalah bukan” Deon tersenyum menyeringai.
Tangan Deon sudah menjelajah dengan liar. Dua gunung kembar dengan cepat sudah dia loloskan dari tempatnya.
Seakan tidak ingin menjauh dari mainannya Deon segera membenamkan wajahnya di sana.
“Ahhhh” Sea meloloskan ******* yang dia tahan.
Sea benar-benar tidak bisa menolak dengan apa yang suaminya lakukan. Mulutnya memang mengatakan tidak, tetapi tetap saja dia menyodorkan dan memasrahkan dirinya ketika belaian dan kecupan mesra Deon yang selalu membuainya.
Deon menggulingkan tubuh mereka dan membalikkan posisi mereka. Meski sudah saling melihat namun tak urung tetap membuat Sea malu menunjukkan keadaan tubuhnya yang sudah polos.
Gunung kembar yang menantang di hadapan Deon semakin membuatnya tidak bisa menahannya.
“Sayang, saatnya kamu yang ambil kendali” Ucap Deon dengan nafas yang kian memburu.
Permainan amatir Sea membuat Deon kian membakar hasratnya.
Sea mulai ambil kendali, dengan perlahan menancapkan junior Deon yang sudah berdiri tegak ke intinya.
“Mhhhhhh’ Sea merasakan sekujur tubuhnya seakan melayang dengan sejuta kenikmatan.
Perlahan Sea mulai mampu menggerakkan pinggulnya. Sungguh kenikmatan itu tidak bisa dia tahan pun dengan Deon yang merasakan kenikmatan yang tiada bertara.
Ketika akan mendapatkan pelepasannya Sea mempercepat tempo gerakan pinggulnya, hingga berkali-kali Sea mendapatkan pelepasannya diiringi erangan yang memecah keheningan kamar tersebut.
Membalikkan posisinya Deon kemudian mengambil kendali kemudian dengan melepaskan semburan lahar panas di inti milik Sea.
“Terima kasih sayang, kamu terlalu nikmat” Ucap Deon dengan mengecupk kening Sea dengan sayang.
"Mas, menyikirlah kamu berat" ucap Sea melihat Deon tetap membiarkan juniornya tetap menancap di intinya.
Tapi aku masih ingin tetap seperti ini