
Sang surya sudah menampakkan wajahnya dengan cerah. Sedangkan dua manusia masih asik bergelung dengan mimpin yang melanglang buana. Namun, tidak ada yang terjadi selayaknya pengantin baru nanti-nantikan. Bahkan saking lelahnya Baju yang mereka gunakan tadi malam masih bertengger manis di tubuh mereka.
Malam itu, Sea bahkan rasanya tidak ada tenaga untuk berganti pakaian apalagi mengusap riasan yang menempel di wajahnya. Menangis seharian membuat sea benar - benar kelelahan.
Pun Deon, dia pun memilih mengistirahatkan tubuhnya tanpa mengganti pakaian yang digunakannya tadi malam. karena kurang nyaman Deon hanya membuka Jasnya dan menyisakan kemeja yang digunakan tadi malam.
Ketukan pintu kamar tidak serta merta membuat keduanya terbangun… “Non Sea… Ini bibi nak,,, dipanggil ibu sarapan ke bawah” Bi Inah menggedor pintu
Setelah beberapa kali ketukkan barulah Deon mendengar. Padahal biasanya senyenyak apapun tidurnya dia pasti akan cepat terbangun mengingat pekerjaannya sebagai dokter.
Deon bangun dan membuka pintu “Maaf bi, merepotkan” Deon minta maaf
“Tidak apa-apa Nak Deon, sarapan sudah siap segeralah turun ke bawah, ibu dan Nak sebastian sudah menunggu” Kata bi Inah sembari pamit
“Baik Bi, terima kasih” Kata Deon
Lamat-lamat Sea mendengar orang berbucara, Sea bangun dan membuka matanya perlahan. Bangkit dari tempat tidur, mencoba membuka kamar mandi ternyata tidak bisa, sepertinya terkunci dari dalam.
Ingatan Sea kembali, dia sudah menikah tadi malam, sudah bisa dipastikan Deon yang ada di dalam.
Menunggu Deon menyelesaikan ritual mandinya, Sea mengambil satu set pakaian yang akan dikenakan selepas mandi nanti.
Terdengar pintu dibuka, Deon sudah selesai mandi dan berganti pakaian yang memang sudah disiapkan sebelum melaksanakan akad tadi malam.
Dengan rambut yang masih setengah basah Sea memandang wajah suaminya yang sekarang mengenakan Kaos dan Jeans. “Lumayan tampan” Batin Sea
“Aku mandi Sebentar, kalau kau bersabar tunggulah, tidak baik turun duluan” Teriak Sea dari dalam kamar mandi
Seolah Sea melihatnya Deon hanya meaikkan alisnya pertanda setuju.
Menunggu Sea keluar dari kamar mandi, Deon melihat Rak buku yang berisi banyak buku, “walaupun rada aneh sepertinya dia suka baca buku” Deon membatin
Mengedarkan pandangannya Deon melihat Foto anak kecil. “Ini pasti foto wanita aneh itu, masih mirip” Deon lagi - lagi membatin
Tidak seperti wanita kebanyakan yang memakan waktu berjam - jam untuk mandi Sea hanya membutuhkan waktu 30 menit. Itupun karena membuka kebaya yang dia gunakan lumayan ribet.
Melilitkan handuk dikepalanya Sea akhirnya keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap.
“Dokter duda, jangan lama - lama memandangi foto anak kecil itu, sekali pun menggemaskan dia tidak akan tertarik melihat dokter duda yang memiliki wajah pas pasan” Kata Sea
“Ckk,,,, aku hanya bosan. Tidak sengaja melihat foto ini. Karena aku sudah tahu itu wanita aneh, makanya mataku sedikit sakit karena tidak ada sedikitpun menggemaskannya” Balas Deon
“Cepatlah, Aku sudah lapar, bahkan baru saja menikah denganmu aku sudah akan diserang magh, karena tidak dikasih makan” Kata Deon Asal
Sea dan Deon akhirnya turun, mungkin karena sudah kelamaan menunggu, Hilda dan keluarga Sebastian makan duluan. “Pengantin baru kelamaan turun, maaf kami sarapan duluan” Canda Clara
“Ckk…. sudahlah kak,,,, kakak pun tau kami hanya kelelahan dan tidur terlalu larut makanya terlambat bangun” Sea menjawab malas
Suasana kembali hening… tidak ada yang membuka suara.
“Aunty Sea……” dua bocah berlari ke arah Sea, Sepertinya baru siap mandi
“Heii… ponaan aunty,, sudah wangi. Siapa yang mandikan?”. Tanya Sea sembari mengharumi kedua keponakannya
“Bibi Inah yang bantu, bukan dimandikan kami sudah besar” jawab mereka hampir bersamaan
“Aunty bohong, tadi pagi tidur nggak ada dekat Ade dan Joy. Semalam sudah janji”. Joy memberengut sebal
Hilda yang datang dari belakang ikut duduk menghampiri, “Cucu oma sudah mandi,, wangi lagi”
Kedua bocah itu tersenyum menampakkan gigi susunya, “Ia Oma, dibantu Bibi mandinya. Tapi Joy Sebel aunty Sea boong gak temeni kami tidur” Adu Joy
Mendengar kata tidur Hilda mengalihkan pandangannya ke Deon. “Ya ampun Sea, Nak Deon sudah kelaparan malah dibiarkan”
Kedua bocah itu melihat Deon dengan penasaran. “Oma, Om itu siapa?” Tanya Ade
“Ini om Ade dan Joy, Suami aunty Sea. Ayo disalam”
Sedikit bingung dengan perkataan omanya tetapi Ade dan Joy anak yang penurut. Menuju arah Deon, mereka menyalami tangan Deon.
“Hai om, aku joy”, Deon menyambut uluran tangan Joy,
“aku Ade” Ade juga ikutan menyebutkan namanya
“Nama om Deon, panggil Om Deon, Joy, Ade Sekarang bolehkah kita berteman?”. Tanya Deon dengan tersenyum
“iaaa kita berteman, kita berdua mau berteman sama om Deon tampan” kedua anak itu kegirangan seperti baru mendapatkan mainan baru
“oh ia om, tapi Ade sama Joy mau pergi dulu sama mama” Ade dan Joy pamit karena memang Clara mereka akan membeli beberapa keperluan kedua anaknya.
“ia, anak yang baik harus hati - hati, bukankah begitu teman om Deon?” tanya Deon
“Siap om…” jawab anak itu serempak sembari mengikuti mamanya yang sudah menunggu sejak selesai sarapan.
Deon hanya terkekeh melihat kelakuan kedua anak
“Oh ia, Se kakak mau keluar dengan kakakmu dan anak - anak. Banyak barang yang sepertinya harus dibeli, terutama untuk Ade dan Joy”. kata clara
“Kami keluar ya ma” Clara menambahkan “Oh ia Deon,, Silahkan sarapannya. Maafkan anak - anak jadi makin kelaparan kan” sesal Clara
“nggak apa - apa kak, senang bertemu mereka” Jawab Deon
“kalian sarapanlah mama kebelakang” Hilda beranjak dari tempat duduknya.
Tertinggal Sea dan Deon keheningan melanda. Hanya terdengar dentingan sendok bertaut dengan piring. Enggan berbicara atau memang karena sangat kelaparan.
Deon telah selesai dengan sarapannya, terbiasa makan dengan cepat saat bertugas. Sea hanya melirik sekilas.
“Sepertinya Dokter duda ini benar - benar kelaparan bahkan aku setengah pun belum” Sea membatin sambil melanjutkan sarapannya untuk pertama kalinya sarapan setelah menjadi seorang istri.
"Segeralah selesaikan sarapanmu, setelah ini bersiaplah kita akan pulang. aku sudah memikirkan sebaiknya kita tinggal di apartemenku" Kata Deon tiba -tiba
"Terserah, tapi jangan lupa segera cari bukti kau dan aku tidak ada apa apa malam itu" balas Sea tanpa menoleh
sea berpikir memang sebaiknya mereka tinggal di apartemen Deon. tanpa ada yang mengganggu privasi yang akan melakoni mereka masing masing.
****
Kalau kalian suka dengan cerita mommy,
Boleh meninggalkan jejak di tombol Like, komen and vote nya.
Mohon masukannya ya para reader. Ma aciuwwww