
Waktu tidak terasa telah menunjukkan siang hari. Perangai Sea yang ceria menjadikan keadaan suasana ikut ceria.
Semua anak anak sudah menyelasikan tugas yang diberikan Sea pun dengan alat tulis yang sudah kembali mereka simpan ke dalam tas masing-masing.
Jam pulang anak anak segera melakukan salam penutup ketika akan meninggalkan kelas.
CD CC?Satu persatu anak anak dengan berjejer rapi mulai meninggalkan kelas dengan salam sebelum keluar.
Sea juga segera meninggalkan ruangan kelasnya, menuju kantor guru.
Guru yang lain juga sudah bersiap meninggalkan gedung sekolah.
Setengah jam yang lalu Sea sudah mengabari ke Deon untuk segera menjemputnya.
Sea berjalan bersama Ona keluar gerbang gedung sekolah.
"Se, sepertinya Ben sudah menjemput" Ona dan Sea melihat Ben sudah menjemput.
"kamu diantar ya, kemajuan yang luar biasa" Ucap Sea.
"Kau pikir kami akan jalan di tempat, aku juga ingi cepat menjadi seorang istri" Ona menyengir.
Ben turun dari mobilnya, Menyapa dua sahabat itu.
"Ben, tidak apa-apa kan Ben kita menunggu sebentar, suami Sea masih dalam perjalanan menjemput Sea" Kata Ona.
"Tidak apa-apa, aku juga tidak buru-buru" balas Ben dengan tidak keberatan.
Baru saja mereka duduk di bangku tunggu suara klakson mobil menandakan suami Sea sudah tiba.
"Ona, Ben suami ku sudah tiba, terima kasih sudah menunggu" Ucap Sea.
"Tidak masalah," Balas Ona kemudian.
"Dokter kami duluan," Pamit Ona dan Ben ke suami Sea.
"Terima kasih sudah menemani Sea menunggu" Jawab Deon dengan tersenyum
Deon kemudian melajukan mobilnya.
"Bagaimana hari ini, apa menyenangkan?" Tanya Deon.
"hmm, sangat menyenangkan, apa mas tahu Ona dan Ben ternyata sudah bertunangan" Sea memberitahukan kabar yang diberikan oleh Ona tadi pagi.
"Terus, kenapa kamu yang sangat bahagia?" Deon malah bingung dengan Sea yang begitu bahagia.
"Tentu saja bahagia, artinya Ona tidak akan sendiri lagi, lagi pula suamiku tidak akan cemburu lagi dengan yang namanya Ben" Jelas Sea.
Deon tertawa dengan penjelasan Sea. Istrinya ini memang ada-ada saja.
"Hahaha, benar juga, mas jadinya tidak perlu lagi khawatir" Balas Deon.
Melewati sebuah restoran yang sangat terkenal dengan menu yang lezat Deon membelokkan mobilnya menuju parkir.
"Sayang, kita sebaiknya makan siang dulu, kamu pasti sangat lapar" Ajak Deon.
"Baiklah, kebetulan sangat lapar" Balas Sea.
Berjalan dengan menggenggam tangan Sea Deon mengajak Sea memasuki restoran dengan berjalan beriringan.
Menuju meja yang kosong, Deon membuka buku menu. Keduanya kemudian memesan sesuai selera masing masing.
Menunggu pesanan datang mereka berbincang - bincang dan kadang diselingi tawa kecil dari mereka.
Di sudut ruangan, dengan jarak yang tidak terlalu jauh satu pasang mata wanita memperhatikan mereka namun pasangan suami istri itu tidak menyadarinya.
"Siapa wanita yang duduk bersama dengan Deon, apa dia sudah menikah, tidak mungkin!, aku yakin dia tidak akan secepat itu membuka hati, bukankah dia belum lama menetap di sini" Wanita mulai menerka nerka.
Tatapan matanya tidak lepas dari gerak gerik Deon dan Sea
Deon dan Sea menyelesaikan makan siang mereka. setelah membayar tagihan Deon mengajak Sea untuk pulang.
Genggaman tangan ketika berjalan beriringan kian membuat wanita itu penasaran akan hubungan deon dan wanitanya.