Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Ketiduran



Deon sampai di rumah sudah pukul tujuh malam.


Sepulang dari rumah sakit harus singgah ke rumah orang tuanya.


Ketika sampai, Mama Agatha dan Papa Johan sudah menunggu di ruang tamu.


"Ma, Pa" Deon berkata sambil menyalam kedua orang tuanya.


"Apa kamu tidak ingin makan malam dulu" Tanya Mama Agatha


"Tidak usah ma, Sea pasti menunggu aku pulang, aku makan malam di rumah saja" Jawab Deon.


kemudian mereka berbincang tentang kejadian hari ini menyangkut tentang Bella.


"Papa rasa, wanita itu tidak akan berani lagi untuk bertindak macam-macam, papa sudah memberi sedikit perhitungan dengannya lewat orang papa"


"Apa menurut papa, tidak akan terjadi lagi seperti kejadian tadi siang?"


"Papa rasa tidak akan lagi, suruhan papa bilang Bella sudah berjanji"


Deon menghembuskan nafasnya lega. beruntung tadi setelah kepergian Bella Deon segera mengabari papanya.


"Mama ingin sekali menghajar wanita itu, berani sekali dia mengusik menantu mama" Geram mama Agatha.


"Mama tidak perlu turun tangan, biarkan papa dan Deon yang mengatasinya" Ucap Papa Johan.


"Apa papa tidak tau, mama baru saja sedikit melupakan perbuatannya, tetapi dengan beraninya dia mengusik rumah tangga anak kita"


"Lagi pula tidak ada yang terusik kok ma, semua aman" Kata Deon meyakinkan.


"Ia, tapi kalau sampai dia berani mengulanginya mama akan langsun turun tangan".


Deon dan papanya saling pandang, kalau sudah sang nyonya berbicara maka mereka hanya bisa katakan ia.


'Ia ma, kalau saja wanita itu bertingkah tugas mama menghajarnya" Seloroh papa Johan.


"Mulai besok Sea harus ada pengawal, mama tidak mau terjadi apa-apa dengannya"


"Bahkan sebelum mama katakan, papa sudah mempekerjakan pengawal buat Sea mulai tadi siang" Beritahu papa Johan.


"Syukurlah, " Mama Agatha bernafas lega. "Apa Sea merasa nyaman?"


"Papa menyuruh mereka menjaga jarak, Sea tidak tau ada pengawal" Jawab Papa Johan.


Mama Agatha kemudian mengangguk anggukkan kepalanya. Dia teringat kembali dengan suaminya yang selalu memberikan pengawalan kepada dirinya tanpa diketahuinya.


"Sebaiknya memang seperti itu agar Sea merasa nyaman" Mama Agatha setuju dengan suaminya.


"Walaupun begitu, kaliam harus tetap hati-hati, bisa saja wanita itu masih berusaha untuk mengganggu bahkan mencelakai kamu ataupun Sea" kata Papa Johan.


"Baik pa, aku tidak akan gegabah" Jawab Deon.


"Baguslah, jaga diri terutama menantu mama"


"Lagipula Sea bekerja hanya setengah hari, kamu suruh berhentipun dia tidak akan mau, mama tahu dia sangat mencintai pekerjaannya" Ucap mama Agatha lagi.


"Berikan segera mama cucu, kalau bisa berikan kembar, mama yakin Sea akan fokus ke anak-anaknya"


"ck mama ada-ada saja, apa mama tidak setuju Sea bekerja" Tanya Deon.


"Bukan tidak setuju, tapi mama rasa bekerja menghabiskan uang suami jauh lebih nyaman dan menyenangkan" Jawab Mama Agatha dengan senyum khasnya.


Deon hanya terkekeh dengan ucapan mamanya. lagi pula benar adanya, jika berbicara ke materi, tidak akan habis meski Sea tidak akan bekerja lagi.


Tapi Deon tidak mau menyinggung istrinya. yang terpenting istrinya senang, dan hidup dengannya tanpa ada paksaan.


"Ide mama bagus juga, kalau papa sudah punya cucu rasanya Sea sudah bagus menjadi guru anak-anaknya saja" Papa Johan ikut menimpali.


"Deon, kamu itu dokter kandungan kamu pasti tahu bagaimana caranya agar istrimu segera hamil" Ucap mama agatha.


"Sea itu wanita sehat, Deon yakin sebentar lagi juga akan mengandung cucu papa dan mama" Balas Deon dengan yakin.


"Deon mama bukan mengusir kamu, tapi ini sudah malam, segeralah temui istrimu di rumah, besok pagi mama kirim asisten rumah tangga dua orang ke rumah kalian"


"Baik ma, kalau begitu aku pamit" Ucap Deon kemudian meninggalkan ruang tamu dan menuju mobilnya.


****


Deon sudah sampai di rumah. Biasanya Sea akan menyambutnya begitu pulang bekerja.


"Apa Sea lagi keluar, kenapa tidak ada suara" Deon berjalan dan mengedarkan pandangannya.


"Ya ampun, ternyata dia tidur" Deon melihat ke meja, ternyata ada martabak yang tertinggal hanya kotaknya.


"Apa dia makan sebanyak ini, ya ampun Sea" Deon menggelengkan kepalanya.


"Sayang, heii kenapa tidur di sini" Deon menepuk pipi Sea dengan lembut.


Sea melenguh merasa pipinya disentuh.


Membuka matanya "Mas baru pulang" Tanya Sea.


"Hmm, kenapa tidur di sofa" Tanya Deon lagi.


"Sepertinya aku kekenyangan mas" Jawab Sea dengan nyengir.


Deon mengecup kening Sea, kemudian mengajak istrinya beranjak menuju kamar.


"Temani mas ke kamar, mas mau mandi dulu, setelah mas makan" Jawab Deon.


"Mas belum makan, oh ya ampun mas, aku belum masak aku ketiduran" Sea merasa bersalah.


Deon cukup terkejut "sayang Jadi kamu juga belum makan malam" Tanya Deon.


"Aku menghabiskan dua kotak martabak" Jawab Sea dengan perasaan bersalah tidak memikirkan suaminya.


"Yang penting kamu tidak kelaparan, ya sudah kita pesan makan saja" Ucap Deon kemudian memesankan makan malam untuk mereka.


kemudian Deon masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.