
Sea berjalan elegan meninggalkan Bella, biarlah dia dikatakan tidak sopan karena berbicara dengan sedikit keras.
"Kurang ajar" Umpat Bella.
Bella mengepalkan tangannya, kemudian memasuki mobilnya.
dia berpikir Sea wanita yang gampang dipengaruhi, tapi nyatanya justru ucapan bernada ledekan yang didapat.
"Kau harus merasakan akibat sudah berani bermain main denganku" Sumpah serapah Bella ucapkan.
Sementara Sea dan Paman Mul sudah kembali dalam perjalanan.
"Paman tidak usah mengatakan apapun ke mas Deon aku tidak mau mas Deon khawatir" Ucap Sea seakan tahu apa yang akan dilkukan supir tersebut.
"Tapi nak Sea, Nak Deon berpesan agar mengatakan tentang apapun kepadanya yang berkaitan dengan Nak Sea" Balas paman Mul.
"Tidak apa-apa paman, aku bisa mengatasi sendiri" Jawab Sea meyakinkan.
****
Bella yang berjalan menuju mobilnya dengan menghentakkan kakinya.
Rencananya gagal, jika saja Sea menyetir sendiri sudah dengan mudah Bella menyingkirkan Sea.
Tiga orang pria tegap datang menghampiri Bella.
"Selamat siang mbak Bella" Ucap ketiga pria itu.
Bella menoleh, ada apa lagi pikirnya.
Ketiga pria itu menyeret Bella dan memasukkannya ke dalam mobil.
Kejadiannya begitu cepat hingga sopir Bella tidak menyadarinya.
Ketika Bella sudah di dalam mobil, dengan kecepatan tinggi, seorang dari ketiga pria itu mengendarainya.
"Hei, berhenti kalian membawa aku kemana" Bella berteriak
"Diamlah nona jika tidak kami akan membuangmu ke jalanan" Jawab pria itu dengan tegas
Mereka membawa Bella ke dalam sebuah gudang yang Bella tidak tahu namanya.
Aura ketiga pria itu sangat menegangkan. suasana kian mencekam kala Bela di seret dan didudukkan dalam sebuah kursi.
"Apa mau kalian!" Sarkas Bella
seorang pria itu mendekati Bella
"Kau dengan beraninya mencoba mengacau pernikahan Tuan Deon dan Nona Sea" Ucap Pria itu.
"Kalian suruhan Deon, cihh kekanakan sekali" Bella tidak menunjukkan ketakutannya sama sekali.
"Apa maksudmu?" Tanya Bella
"Tidak mengerti juga?, nona berhenti mengusik ketenangan Tuan Deon dan Nona Sea, jika ingin hidupmu tenang juga" Peringat lelaki itu.
"Kami tidak akan segan-segan melenyapkanmu bahkan menghancurkan keluargamu jika kau tetap gegabah"
Bella mulai mengerti arah pembicaraan mereka. itu artinya keluarga Deon sangat melindungi Sea.
"Sekali lagi kau berani menampakkan wajahmu ke hadapan Tuan Deon dan nona Sea, bersiaplah akan akibatnya" Ancam lelaki itu lagi.
Seluruh otot Bella mulai melemas, jika sudah berhubungan dengan keluarga mantan mertuanya tentu saja dia tidak dapat berbuat apa- apa.
Bella tahu kekuasaan dan seluruh orang kepercayaan Mantan mertuanya itu bertebar dimana mana.
Bella pikir Sea hanya wanita yang dijadikan Deon untuk mainan dan ajang pelarian ternyata dia salah perhitungan.
"Ingat, kau sudah dalam pengawatan tuan Johan, jadi cobalah untuk bertindak lebih gegabah lagi"
Bella yang mulai ketakutan mengangkat kepalanya
"Tolong lepaskan aku, aku khilaf" Jawab bea dengan gelagapan.
Dia menyesal dengan tindakannya yang tidak berpikir panjang.
Bella tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa keluarganya.
"Baiklah, tapi ingat kami tidak akan melepaskanmu kalau kau mencoba mengulanginya"
Dengan gemetar Bella keluar dari gedung tersebut.
kemudian Salah satu dari ketiga pria itu menelepon Tuan mereka.
"Tuan semua sudah kami bereskan, kami yakin wanita itu tidak akan mengulanginya" Lapor pria itu.
"Baiklah, pastikan tidak ada lagi kejadian ini terulang kembali".
"Kalian tidak sampai menyakiti wanita itu kan?" Tanya Tuan mereka.
"Tidak tuan, kami hanya sedikit memberikan ancaman" Jawab pria itu lagi.
"Kerja yang bagus" Jawab tuan mereka.
Papa Johan ternyata sudah mewanti wanti hal ini sehingga memberikan perintah memberikan pengawalam untuk Sea.
Sebetulnya mudah saja bagi papa Johan menyingkirkan Bella, namun dia tidak setega itu melakukannya.
Biarlah pelajaran kecil ini menjadi peringatan yang berharga bagi Bella.