Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Kemarahan Sea



Sea memberikan kunci mobilnya kepada sopit yang selalu keluarga Deon panggil dengan Paman Mul.


Paman Mul mengambil kunci yang Sea berikan dengan sopan seraya mengucap terima kasih.


"Jangan panggil Non paman, panggil aja Sea, arau biasa paman memanggil Mas Deon dengan sebutan apa". Sea keberatan dengan panggilan Paman Mul.


Paman Mul menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Nanti dikira tidak sopan non" Balas Paman Mul lagi.


"Dan aku tidak nyaman dipanggil non" Protes Sea lagi.


"Ya sudah, paman panggil Nak Sea tidak apa apakan?" Tanya Paman Mul dengan hati-hati.


"Tidak apa- apa, aku senang paman memanggilku dengan itu" Balas Sea dengan senyum.


Paman Mul menganggukkan kepalanya dan melanjutkan perjalanan dengan mengendarai mobil Sea.


Paman Mul memang selalu memanggil Deon dengan Nak Deon, karena permintaan keluarga Deon. itu sebabnya seluruh asisten rumah tangga di kediaman Papa Johan saling menghargai.


Sebuah sedan hitam dengan kaca tertutup melintas dengan kecepatan tinggi, kemudian berhenti tepat di depan mobil yang dikendarai paman Mul.


"Astaga, kenapa berkendara tidak hati-hati, berhenti dengan sembarangan?" Decak paman mul


"Apa nak Sea tidak apa-apa?" Paman Mul menoleh ke belakang melihat Sea yang terkejut melihat paman Mul mengerem dengan mendadak.


"Tidak apa-apa paman, aku hanya terkejut, lagi pula kenapa menyertir seperti pembalab saja yang di depan" Gerutu Sea.


Tidak lama berselang, Pengemudi mobil tersebut turun seorang laki-laki disusul oleh seorang wanita.


wanita itu mengetuk kaca mobil Sea, Paman mul segera menurunkan kaca mobilnya.


"Ada apa mbak Bella?" Tanya Paman mul dengan Sopan.


Wanita yang ternyata Bella itu kecewa ternyata Sea tidak sendiri di dalam mobil.


Sea yang melihat kemunculan Bella memicingkan matanya.


"Ada apa ya mbak?" Tanya Sea.


"Boleh kita berbicara sebentar" Bella bertanya kembali.


"Nak Sea, sebaiknya kita pulang saja dulu, Nak Deon berpesan agar kita langsung pulang" Paman Mul mengingatkan Sea.


Paman Mul yang mengenal Bella sebagai mantan Istri Deon merasakan firasat yang tidak baik.


"Hanya sebentar paman, mbak Bella ingin berbicara sebentar" Ucap Sea.


"Ia pak saya hanya perlu sebentar bebicara dengan Sea"


Dengan berat hati Paman Mul mengikuti arah jalan Bella dan mereka berhenti di sebuah kofee shoop.


Bella kemudian turun namun sopirnya tidak ikut turun.


"Pak Mul tidak perlu mengikuti Sea, saya hanya berbicara" Bella melihat ke arah Paman Mul dengan tidak suka.


"Saya hanya ingin duduk di sini mbak Bella" Jawab Paman Mul.


"Biarkan saja Paman Mul hanya duduk dan tidak akan menganggu, katakan saja apa yang ingin mbak Bella sampaikan" Ucap Sea dengan sedikit jengkel karena perkaraan Bella.


"Mmm, Sudah berapa lama kau menikah dengan Deon?" Tanya Bella.


"sudah menjalani bulan ke lima" Jawab Sea


"Aku yakin pernikahan kalian bukan karena keinginan Deon, aku tahu pasti tentang Deon, dia tidak akan semudah itu untuk mau menjalin hubungan dengan wanita" Ucap Bella dengan menggebu.


"Di hati Deon hanya ada aku Bella, aku yakin kau hanya tempat pelarian Deon" Bella semakin berkata yang tidak tidak


"Seandainya itu benar aku dijadikan pelampiasan, masalahnya ke mbak apa?' Tanya Sea dengan datar.


"Tidak ada masalahnya, kau tau sendiri kami sudah dipertemukan kembali, artinya cepat atau lambat kau harus tahu diri" Sarkas Bella.


"Begitukah, apa mbak Bella hanya ingin mengatakan itu, kalau ia saya mau pulang?" Tanya Sea kembali karena seperti dugaannya pasti Bella akan mengatakan itu.


"Tinggalkan Deon, dia hanya pantas bersama ku, kembalikan kepadaku" Kata Bella lagi


"Mbak Bella, dengar baik baik suamiku bukan barang yang bisa ditinggal atau dikembalikan" Ucap Sea dengan penuh penekanan.


"Kalau kemunculan mbak hanya ingin membuat kekacauan sebaiknya urungkan saja, apa pun yang mbak katakan tidak akan berpengaruh sama sekali" Tambah Sea.


"Dan satu lagi, kami saling mencintai bahkan sangat, jadi kenapa harus mengikuti apa yang mbak katakan"


"Kau, jangan terlalu percaya diri, aku pastikan Deon akan meninggalkanmu" Desis Bella dengan berdecih kasar.


Sea menanggapi dengan senyum yang terulas di bibirnya.


"Lakukan apapun yang mbak mau lakukan, aku tidak akan memusingkannya" Balas Sea.


Sea berdiri hendak meninggalkan Bella "Paman Kita pergi, aku sudah selesai" Sea mengajak Paman Mul.


"Baiklah Nak Sea, mari" Ucap Paman Mul.


Sea dan Paman Mul meninggalkan Bella yang mukanya sudah merah padam,


"aku sudah katakan, kalau Deon tidak kembali padaku, maka kau pun tidak bisa memilikinya" Teriak Bella ke Sea.


Sea membalikkan tubuhnya kembali, "Mbak Bella, lakukan saja apa yang bisa kau lakukan, tapi ingat sekuat apapun kau mengacaukan, aku juga tidak akan tinggal diam"


"Aku hanya ingin menekankan sekali lagi ke mbak, aku istri mas Deon, tidak akan tinggal diam jika ada bakteri pengganggu yang mencoba menempel" Sarkas Sea.


Kemarahan Sea benar-benar sudah di ubun-ubun. lancang sekali wanita itu berbicara.