
Tim Deon bekerja dengan maksimal. Seluruh asisten yang mendampingi juga bekerja dengan fokus.
Mereka sadar, lengah sedikit saja maka nyawa korban yang menjadi taruhannya.
Sekitar 50 menit operasi berlangsung. Bayi sudah keluar dengan sehat dan selamat lewat celah sayatan di perut yang sudah dokter lakukan.
Bayi segera menangis setelah diangkat.
Deon dan tim menghembuskan nafas lega karena keadaan pasien dan bayi sesuai dengan yang diharapkan.
Semua tim bekerja sesuai tugasnya masing -masing. Bayi segera dibersihkan dan dibawa ke ruangan.
Sementara ibu pasien juga dalam proses penanganan.
60 menit kemudian Deon keluar dari ruang operasi. Pasien akan segera dipindah ke ruang perawatan.
Dengan demikian tugas Deon sudah terlaksana dengan baik, kini pasien hanya butuh penanganan untuk proses kesembuhan dan pemulihan.
*****
Deon istirahat sejenak di ruangannya, Suster membawakan air mineral untuk sang dokter .
"Silahkan diminum dulu Dok" Tawar Suster.
"Terima kasih suster" Deon menerima dan segera menenggak air mineral tersebut.
"Sus 1 jam lagi kita ke ruangan pasien untuk melihat dan memeriksa kondisi pasien" Pesan Deon.
"Baik Dok, pasien yang lain apa kita tidak visit sekarang saja dok?" Tanya Suster.
"Baiklah" Jawab Deon.
Deon memeriksa pasien yang sudah dalam masa pemulihan. Ada beberapa pasien yang sudah bisa dinyatakan pulang besok pagi.
Selama masa tugas, Deon selalu memberikan yang terbaik. Mungkin itu pula yang membuat pasien berlomba menjadi pasien sang dokter kandungan.
Selesai memeriksa pasien Deon kembali ke ruangan dan menuliskan resep obat pasien agar diserahkan ke bagian farmasi.
Setelah dirasa selesai tidak ada pasien yang terlewatkan Deon merasa lega. Semua berjalan sesuai yang diharapkan.
Deon istirahat sejenak diruangannya sebelum kemudian visit ke ruangan pasien yang melahirkan satu jam yang lalu.
Sejak sampai di rumah sakit, Deon tidak sekalipun menyentuh benda pipihnya.
Deon melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Bersama susternya Deon melangkahkan kakinya menuju ruang pasien.
"Selamat malam ibu, Selamat sudah melahirkan putri cantiknya" ucap Deon dengan ramah dan senyum.
"Apa ada keluhan ibu" Tanya Deon
"Sepertinya tidak ada keluhan yang lain dok, Hanya saja tubuh saya terasa berat semua" kata pasien.
"Itu biasa, karena masih pengaruh obat bius ibu, nanti juga mungkin ibu mulai merasakan sakit akibat operasinya, namun ibu tidak usah khawatir nanti saya resepkan obat yang harus ibu gunakan" Terang Deon.
"Baik dok, terima kasih" Jawab pasien dan suaminya bersama.
Merasa semuanya baik-baik saja Deon meninggalkan ruangan tersebut setelah pamit ke pasien.
"Sus, apa masih ada pasien yang harus ditangani?" Tanya Deon.
"Tidak ada dok, semua sudah selesai diperiksa" Jawab Suster.
"Baiklah, suster bisa istirahat, saya ke ruangan saya" Pamit Deon.
"Baik dok, terima kasih" Jawab suster.
Deon berjalan menuju ruangan Direktur. Ares yang sedari tadi sudah menunggu Deon di ruangannya.
"Apa pasien semua sudah ditangani bos" Tanya Ares.
Begitu selesai operasi dan semua baik-baik saja Ares langsung menuju ke ruangannya. ada banyak berkas yang harus diselesaikan.
"Sudah.. semua hasilnya bagus" Jawab Deon.
Ares segera menyerahkan semua berkas yang harus Deon tanda tangani.
"Silahkan kamu periksa dahulu, mana tahu ada yang kurang" Kata Ares.
Deon menerima berkas yang disodorkan Ares kemudian mulai membaca dengan teliti. Dirasa sudah pas, Deon segera membubuhkan tanda tangannya.
Selesai masalah pekerjaan Ares dan Deon duduk di sofa ruangan sambil makan malam yang sudah dipesan oleh Ares.
"Sea apa kabar" Tanya Area di sela sela makannnya.
"Baik, kenapa kamu bertanya-tanya tentang kabar wanita yang sudah beristri" sambar Deon.
"Apa masalahnya bertanya kabar sahabat sendiri, bukankah kami sudah lama tidak bertemu?" Tanya Ares.
"Tentu saja masalah, sudah ada suaminya yang memperhatikan keadaannya" Jawab Deon dengan suara meninggi.
"Dan satu lagi jangan mencoba menggoda Sea" Ancam Deon
Membuat Ares seketika tertawa terbahak-bahak.
"Posesif" cebik Ares.