Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Wanita di masa lalu



Deon menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


"Deon" wanita yang mengejarnya kembali memanggil namanya.


Deon pun menghentikan langkahnya. Dia juga terkejut dengan kemunculan wanita di masa lalunya Bella.


"Deon aku mencarimu beberapa tahun belakangan ini, aku senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu" Bella berkata dengam sumringah.


Deon hanya diam berusaha menjadi pendengar meskipun dia enggan untuk menatap wajah wanita tersebut.


Sementara Sea hanya diam, karena tidak tahu menahu dengan wanita yang menghampiri suaminya.


"Mungkinkah ini yang menjadi mantan istri mas Deon" Pikiran Sea mulai menerka nerka.


kalau ia, ternyata cantik sekali mantan istri mas Deon. Bathin Sea.


Sea mengalihkan pandangannya kepada istrinya yang hanya diam.


Menggenggam tangan Sea dengan erat, Deon mulai membuka suara.


"Ya, ini saya, ada apa kamu mencari saya?" Tanya Deon.


"Deon, boleh kita bicara berdua sebentar?" Bella memohon dengan matanya melirik genggaman tangan Deon ke wanita di sebelahnya.


"Jika ingin berbicara, bicaralah di sini, saya rasa tidak perlu untuk berbicara berdua, lagi pula saya lagi bersama istri saya" Balas Deon dengan tegas.


"I-istri....??? kamu Sudah menikah kembali?" Tanya Bella tidak percaya.


"Ia saya sudah menikah, lagipula tidak masalah bukan?" Deon menjawab dengan datar.


"Kamu pasti bercanda, tidak mungkin kamu sudah menikah, aku tahu kau hanya ingin membuatku cemburu" Kata Bella dengan tidak tahu malunya.


"Kenapa saya harus berbohong, Kenalkan dia Sea, Sea Mahendra Wardana istri saya" Ucap Deon dengan penuh penekanan.


Jika boleh jujur, Deon benat-benar muak melihat wajah Bella yang tidak tahu malu itu


Mungkin saja ketika dia datang, dan langsung mengatakan maaf atas penghianatannya akan lain cerita.


Sea mengulurkan tangannya ke Bella. Sedangkan Bella membalas uluran tangan bella dengan berat hati.


"Maaf jika tidak ada yang perlu dibicarakan kami permisi" Ucap Deon.


Deon hendak membuka pintu mobil untuk Sea, belum sempat Pintu dibuka tiba - tiba Bella datang dan memeluk Deon dengan erat.


Terkejut, Deon tentu saja terkejut pun dengan Sea.


Sementara Sea mencoba menahan diri agar tidak ikut campur urusan mereka meskipun rasa hatinya menggebu gebu untuk menarik wanita itu.


"Deon aku minta maaf akan kejadian di masa lalu, bolehkah kita kembali memulainya dari awal?" Bella berkata dengan berurai air mata.


Deon melepas paksa pelukan Bella. dengan penuh penekanan Deon mulai merasa kesabarannya habis.


"Tolong untuk tidak mengganggu saya lagi, saya rasa apa yang terjadi di masa lalu tidak perlu untuk dibahas. Dan berkat penghianatanmu akhirnya Tuhan berlaku adil dan baik kepadaku" Deon menjeda ucapannya


"Kalau kau tidak berkhianat aku tidak akan menemukam wanita yang ada di sampingku saat ini" Deon berusaha berkata tenang namun tidak bisa menutupi emosinya.


"Deon, aku benar-benar minta maaf, tolong maafkan aku" Kata Bella lagi.


Sea menyentuh lengan suaminya


"Mas,sebaiknya kalian berbicara saja, aku menunggu di dalam mobil"


"Sayang, tidak perlu, tetap di sini aku tidak ingin ada kesalahpahaman antara kita" Deon menahan Sea.


""Baiklah" Sea akhirnya mengalah dan berada di samping suaminya.


Melihat perlakuan Deon yang memperlakukan Sea dengan penuh kelembutan dan tatapan penuh cinta, membuatnya merasa iri.


"Seharusnya aku yang diperlakukan demikian, sedari awal Deon milikku, dan akan tetap jadi milikki" Bathin Sea.


"Katakan apa yg perlu kamu sampaikan, kami tidak memiliki banyak waktu"Kata Deon


"Dan satu lagi, saya sudah beristri, bersikaplah selayaknya" tambah Deon pula.


Bella hanya diam, namun tidak ada raut penyesalan di wajahnya.


"Saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan, permisi" Kata Deon akhirnya karena melihat Bella hanya diam.


Deon segera menarik tangan Sea dan membuka pintu untuk istrinya.


Sedangkan Bella hanya menatap nanar kepergian mantan suaminya tersebut.


"Arrrgggghhhhhh, Deon harus kembali kepadaku" Bella berkata dengan mengacak rambutnya frustasi.


Penantiannya untuk bertemu dengan mantan suaminya yang sudah menikah membuatnya kehilangan akal sehatnya.


"Jika aku tidak bisa mendapatkan Deon kembali, maka siapapun tidak akan bisa memilikinya" Bella berbicara kepada dirinya sendiri.