Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
berdebat (2)



Semua yang di dalam ruangan terkejut. Hilda dan Agatha tidak menyangka Sea dan Deon saling kenal. Kecuali Kania yang sekuat tenaga berusaha agar tidak meledakkan tawanya.


"Deon, Sea kalian sudah saling kenal, kok tidak bilang ke mama" Agatha akhirnya membuat Sea dan Deon menoleh bersamaan.


"Mama nggak kenal ma, cuma pernah ketemu saja" Deon akhirnya menjawab malas


"Ya hanya sempat bertemu sekali saja kok tan," Sea membeo


Deon yang mendengarnya berdecih dan menggerutu "sekali dia bilang? bukankah dia sudah seperti penguntit" Deon berguman tetapi masih bisa didengar Sea.


Mendengarnya Sea kembali memanas "Siapa yang kamu maksud penguntit, Memangnya kamu sepenting itu buat aku" balas Sea sengit


Hilda dan Agatha yang yang berusaha menenangkan anak anaknya, ditahan Kania "Biarkan saja ma, tan, bukankah ini semacam tontonan gratis yang menarik" Kania tersenyum penuh arti


"Kalau bukan menguntit, lalu kenapa kau ada di mana mana"? apa sebegitu inginnya kau mengejarku, setelah aku menolak lamaranmu?" balas Deon kemudian


Semua terkejut dengan perkataan Deon, tidak terkecuali dengan Sea. Matanya membeliak, tidak menyangka Deon tidak memiliki saringan untuk berbicara.


Agatha dan Hilda saling memandang, sementara Sea seakan kehabisan kata untuk membalas perkataan Deon. Sea merutuki dirinya kebodohannya yang sering berbicara asal, karena memang kebenarannya dia pernah menawarkan Deon menjadi suami ke limanya.


"Sea, duduk dulu nak, tidak enak jadinya sama Agatha" Pinta Hilda kemudian. Hilda benar benar merasa tidak enak hati, namun sepertinya Agatha mengerti sorot mata yang ditunjukkan Hilda.


"Ia, Deon kamu duduk dulu, tenang. Jangan kekanak kanakan begini" Agatha ikutan menengahi.


Namun, terlepas dari itu ada kelegaan di hati Agatha. Bukankah selama ini Deon menutup rapat akses dirinya terhadap wanita, tetapi kenapa bisa dia terusik dengan Sea. "Sea harus jadi menantuku, aku tidak akan membiarkan orang lain yang menjadikan Sea menantu" janji Agatha dalam hati.


Suasana menjadi hening tidak ada yang mengeluarkan suara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Ia, setelah perdebatan Sea dan Deon, Agatha dan Hilda pun menenangkan mereka, dan dilanjut makan malam.


Sea sesekali melirik Deon dengan tatapan sengit, dia merasa Deon benar benar telah mempermalukannya. sedangkan Deon yang sadar dengan tatapan Sea hanya tersenyum mengejek. melihat senyum mengejek dari Deon, Sea benar benar ingin meremukkan bibir Deon saat itu juga.


***


Makan malam telah Selesai, "masakanmu benar benar enak Hilda, kapan kapan kamu yang harus datang ke rumah berkunjung" Agatha memuji masakan Hilda


"Ia, sebisanya nanti pasti akan kesana, senang kalau kamu menyukainya" jawab Hilda dengan senyuman


"Oh ia Hil, sepertinya kita sudah melewatkan sesuatu yang sudah terjadi antara Sea dan Deo. Niat kita malam ini mengenalkan mereka, ternyata sudah start duluan" Agatha memulai obrolan dengan nada menggoda Deon dan Sea


"Ia ya... sepertinya begitu" Hilda ikutan menggoda.


Deon dan Sea kembali berpandangan, kemudian serentak memalingkan wajahnya, betul betul kekanak kanakan.


Agatha yang melihat Sea tersenyum, "Cuma laki laki bodoh yang berani menolak untuk dekat, apalagi menolak lamaran wanita cantik seperti mu nak" Kata Agatha tiba tiba


Sea mendongakkan kepalanya semakin tinggi "Bukan begitu tante, tante salah paham, Sea nggak melamar anak tante kok" Wajah Sea memerah


"Lalu siapa yang mengejar ngejar aku tempo hari" Balas Deon


Hilda yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya, sebab dia tahu sebagaimana konyolnya tingkah Sea. suka asal kalau dia lagi kesal.


"Deon bukannya kamu bilang tidak mau terlibat dengan perempuan, lalu kenapa dengan Sea kamu begitu bersemangat" Agatha kembali menyindir Deon.


Deon terdiam, dalam hatinya membenarkan perkataan mamanya, bukankah selama ini seberapa keras wanita yang menggodanya, seberapa kesal dia dibuat wanita itu untuk menarik perhatiannya dia akan datar saja.


Melihat Deon terdiam Agatha tersenyum. "Dari pada kalian setiap bertemu selalu berdebat kenapa tidak saling mengenal dengan baik baik siapa tau Jodoh" kata Agatha


"Ma, apaan sih. Jangan berbicara yang tidak tidak." Deon menyela


"Tidak baik berkata begitu Sea, tidak sopan" Hilda menasehati


"Maaf tante, tidak bermaksud begitu". Sea minta maaf


"Nggak apa - apa nak, namanya juga lagi marahan dan kesal kesalan" Agatha sambil tertawa


"Dokter Deon, dan adikku Sea, betul kata tante Agatha, dari pada berantam mulu, mending kalian bersatu" Kania menimpali dibalas tawa Agatha dan Hilda. sementara Sea dan Deon memasang wajah malas.


Pukul 10 malam, Agatha dan Deon akhirnya pamit pulang. karena Deon kelihatan sudah tidak betah berlama lama di sana, apalagi Sea yang cemberut.


***


Di dalam perjalanan pulang Agatha terus menyunggingkan senyum mengingat perkataan mereka dengan Hilda sebelum mereka pulang.


"Hilda, bagaimanapun juga aku ingin sekali Sea menjadi menantuku. Aku tidak rela dia menjadi menantu orang lain" Bisik Agatha


"Aku sebenarnya terserah Anak anak saja" Jawab hilda meski sebenarnya dia juga antusias menjodohkan Sea dan Deon. Namun, dia tidak mau dicap mengobral putrinya sendiri. entah kenapa, melihat Deon Hilda merasa percaya kalau Deon laki laki baik.


"Berarti kamu setuju kan Hil, kamu tenang saja biar aku yang mengatur bagaimana mereka bisa bersatu" jawab Agatha antusias.


saling berpelukan mereka menyelesaikan acara bisik bisiknya dan Agatha keluar meninggalkan rumah Hilda.


"Deon, sea cantik ya" tanya Agatha


"Biasa aja ma" Jawab Deon singkat


"Ia, biasa aja tapi sudah membuatmu terusik kan Deon" goda mamanya


"Mama stop deh, jangan mulai lagi, Deon hanya kesal" Kata Deon


"memangnya sekesal apa? apa yang dilakukan Sea kepadamu?" tanya Agatha


mau tidak mau Deon akhirnya menceritakan bagaimana bisa dia kenal dengan Sea hingga bagaimana Sea melamarnya.


Agatha yang mendengarnya tertawa terbahak bahak. "Sea, sea kamu lucu banget sihh" Kata Agatha


"Apa selucu itu ma" Deon balik bertanya


"Ya ialah, Sea itu berarti orangnya asik, suka bercanda" Agatha menimpali


Deon hanya mendengus "cih lucu, lucu dari mana yang ada kesaall dan menyebalkan" kata Deon dalam hati.


Tetapi melihat mamanya tertawa lepas seperti itu membuat hati Deon menghangat. sudah lama sekali Deon tidak melihat tawa bahagia di wajah mamanya.


"Baiklah ma, demi kebahagiaanmu Deon akan berusaha membuka hati kepada wanita lain asal bukan wanita jadi jadian, aneh dan barbar itu" Deon dalam hati.


"Ma,, apa yang harus Deon lakukan agar mama terus tertawa bahagia seperti ini" tanya Deon akhirnya


"Dengan kamu bahagia bersama wanita yang kau cintai dan memberikan mama cucu saja mama sudah akan sangat bahagia" Jawab Agatha dengan antusias


"Deon akan mencoba ma, membuka hati dengan wanita lagi asal bukan dengan wanita aneh itu" Deon akhirnya berterus terang


senyum semakin terbit di wajah Agatha "Terima kasih nak, mama tidak akan memaksakan siapa yang harus kau pilih hanya saja jangan sampai salah memilih" Jawab Agatha


"Terserah kamu mau bilang apa nak, mama hanya akan memilih Sea untuk menjadi istrimu, meski dengan cara apapun itu. Mama tidak mau kamu salah memilih lagi" Janji Agatha dalam hati.