
Menikmati makan malam ditemani dengan hembusan angin malam membuat keduanya terhanyut dalam suasana romantis.
Sea tidak menyangka Deon yang awalnya begitu menyebalkan berubah menjadi begitu manis dan menyenangkan hatinya.
"Indah sekali view nya, Kapan kamu mempersiapkan ini mas" Tanya Sea dengan takjub.
"Bukankah di sini hanya tinggal telepon maka semuanya beres, selama itu menyenangkan hatimu aku akan berusaha melakukannya" Ucap Deon dengan tulus.
Tentu saja Sea terharu. Pernikahan yang diawali dengan banyak drama dan penolakan kini mulai berbuah manis.
"Terima kasih mas" Ucap Sea pula dengan tulus.
Dentingan sendok dan garpu sudah berakhir, Deon dan Sea mengakhiri makan malamnya.
Sea berdiri menghadap ke arah pantai, Deon datang menyusul sembari memeluknya dari belakang.
"Seandainya aku tahu dari awal kamu bisa semanis ini, aku pasti tidak pernah membuatmu kesal" Ucap Deon.
"Mas, bukankah segala sesuatu yang diawali dengan dibumbui sedikit kesulitan saja biasanya diakhiri dengan yang manis pula" Balas Sea pula.
Sea menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Deon.
"Jika suatu saat aku tidak sengaja menyinggungmu, maka katakanlah secara langsung, mari kita menjalani pernikahan kita dengan saling terbuka" Pinta Deon.
"Maka sama halnya dengan ku, Mas juga harus terbuka denganku, jangan menutupi apa pun dari ku" Balas Sea pula.
Deon membalikkan tubuh Sea menghadapnya, menatap dalam mata Sea.
"Se, aku semakin merasakan kenyamanan bersama mu, jangan pernah mencoba untuk menjauh dariku" Deon berkata dengan sungguh-sungguh, setiap perkataannya menyiratkan akan rasa takut kehilangan.
Merangkum wajah Sea dengan kedua telapak tangannya.
Sea menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari permintaan Deon.
"Sea, maafkan lelaki yang dihadapanmu ini yang dengan tidak tau dirinya memperlakukanmu dengan tidak baik denganmu di awal"
Sea membenamkan dirinya kepelukan suaminya. Dada bidang yang sekarang menjadi tempat ternyaman Sea untuk bersandar.
Deon juga kian mengeratkan pelukannya.
"Sea, aku mencintaimu, mari kita menjalani hari hari kita dengan bahagia".
Sea menengadahkan wajahnya menatap dalam ke mata Deon, berusaha mencari kebohongan di sana namun tidak menemukannya di sana.
Mata Sea mulai berkaca-kaca, terharu dan rasa hangat kian menjalar di hatinya.
Sea terisak bukan menangis karena sedih tetapi menangis dengan haru dan penuh rasa bahagia.
"Hei, kenapa menangis?" Deon bingung dengan keadaan.
"Apa aku menyinggungmu?" Deon mengangkat wajah Sea.
Sea menggelengkan kepalanya, sungguh suaminya ini tidak mengerti, tidakkah dia tahu istrinya sedang terharu.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka kamu sudah mencintaiku" Jawab Sea
"Bagaimana denganmu, apakah aku sudah ada di sini?" Deon menunjuk ke arah dada Sea.
Sea menganggukkan kepalanya dengan yakin. Di awal bertemu saja dia sudah mulai bergetar memandang wajah Deon.
"Sayang, Katakan dengan benar" ucap Deon.
"Aku juga mencintaimu mas" Cicit Sea dengan pelan.
Senyum terkembang dengan sempurna di wajah Deon.
Deon dengan tiba tiba mengangkat sea dan memutar mutar dengan bahagia.
Senyum indah juga terkembang di wajah cantik Sea, tangannya memeluk dengan erat ke Deon.
"Terima kasih sayang" Deon mengecupi seluruh wajah Sea.
Deon menggenggam tangan Sea dengan erat setelah menurunkan Sea.
Mereka berjalan mengitari bibir pantai dengan tangan bertautan seakan enggan untuk terlepas.
Semakin malam suasana pantai memang tidak seramai saat siang hari.
Beberapa pasang yang mungkin juga pasangan kekasih juga mengitari pantai.
"Apa kamu merasa dingin" Tanya Deon dengan penuh perhatian.
"Tidak" Pungkas Sea dengan cepat. suasana hatinya yang lagi berbunga bunga mengalahkan embusan angin malam yang menerpa tubuh mereka.