Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Menikmati Keindahan Sunset



Puas menjelajahi tempat menarik, mulai dari persawahan dan kini mereka menjajal ke pusat perbelanjaan yang menyediakan souvenir cantik.


Sea begitu bersemangat memilih souvenir yang akan diberikan kepada keluarganya.


"Aku rasa ini tidak akan buruk untuk diberikan ke mama" Ucap Sea sambil memilih tas sandang rajut.


"Aku tidak mengerti soal itu, kamu pilih saja yang kamu anggap cocok" Deon memang tidak mengerti soal selera wanita.


"Baiklah, aku ambil ini tiga untuk mama, mama Agatha dan satunya untuk kakak ipar," putus Sea.


Sedangkan untuk mertuanya laki-laki dan kakaknya Deon yang memilihkan.


Beberapa potong kaos oblong bertuliskan nuansa Bali khusus papa, ipar dan keponakann Sea.


"Mereka pasti senang sekali" Mata Sea berbinar memikirkannya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanannya, mengelilingi pusat perbelanjaan.


Sea teringat dengan rekan kerjanya.


"Untuk apa sebanyak itu" Deon heran dengan banyaknya souvenir yang Sea pilih.


"Aku akan memberikannya kepasa rekan kerjaku" Jawab Sea sembari sibuk memilihkan.


"oke baiklah" Deon menganggukkan kepalanya.


Sea menyudahi belanjanya,


"Wah Banyak sekali" Sea begitu antusias.


Sungguh Deon heran dengan kekuatan Sea yang tidak ada lelahnya berjalan ke sana kemari.


Sedangkan Deon, dia sudah mulai lelah berkeliling keliling.


Keluar dari tempat perbelanjaan tersebut, Deon membawa Sea ke salah satu cofee shop.


"Sayang, aku lelah sekali, kamu sepertinya tidak ada lelahnya dari tadi" Keluh Deon begitu mendatatkan bokongnya di Kursi Cofee shop.


Deon memesan dua minuman dengan cafein ringan.


"Itulah hebatnya wanita, ketika wanita mulai meriang bawa saja ke pusat perbelanjaan di jamin akan segera bugar" ucap Sea sambil terkekeh.


"Metode macam apa seperti itu" Deon memicingkan matanya.


"Ya, wanita itu paling bahagia diajak berbelanja, tetapi kabar buruknya wanitanya bugar pulangnya lelaki yang pening" Ucap Sea pula dengan memamerkan deretan giginya yang putih.


"Kenapa bisa?" Tanya Deon.


"Ya pusing karena pulangnya lelaki itu harus kembali kerja keras untuk mengumpulkan pundi pundi lagi, karena sudah terkuras" ucap Sea.


Deon tertawa menanggapi ucapan Sea, sungguh istrinya ini begitu lugas mengungkapkan kekonyolannya.


"Aku rasa tidak akan sampai terkuras habis" Ucap Deon.


Tidakkah istrinya ini tahu kalau materi yang dimiliki suaminya tidak akan habis hingga tujuh turunan.


"Artinya aku bisa setiap hari berbelanja dan ke pusat kecantikan" Sea berbicara menggebu gebbu. tiba-tiba saja jiwa matrenya menggebu.


"Lakukan selama itu membuatmu senang dan nyaman" Ucap Deon dengan sungguh-sungguh.


Senyuman Sea kian merekah, "Benarkah suamiku sepemurah hati itu" tanya Sea


"Ya, dan suamimu ini bukankah kerja untuk menyenangkan istrinya, bekerja untuk istrinya" Deon menaik turunkan alisnya.


"Ah iaa, benar sekali aku menyukainya" Ucap Dea lagi.


"Bahkan jika kamu meminta seluruh yang aku punya pun aku rela sayang" Balas Deon.


"ckkk... gombal sekali" Sea mencebikkan bibirnya.


"Dan aku menggombali istriku" Jawab Deon pula.


Tidak terasa mereka sudah satu jam duduk dicofee shop tersebut.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari.


"Sayang, apa kamu tidak ingin melihat sunset" Tanya Deon.


"Tentu saja mau" Jawab Sea.


Deon membayar tagihan kemudian membawa Sea menuju salah satu restoran yang berada dalam satu pantai dekat dengan hotel mereka.


"Sepertinya di sini cocok, bisa melihat sunset dengan jelas" ucap Deon.


"Ia, bagus sekali" Sea mengedarkan pandangannya


Mereka mengambil tempat duduk yang menghahadap sunset.


"Sayang, apa kita makan malam di sini saja sekalian" Tanya Deon.


"Ide yang bagus, tapi tunggu selesai melihat sunsetnya, mas foto aku ya" Sea menyodorkan ponselnya.


"baiklah" Sea mengambil posisi yang menampakkan keindahan pantulan sunset tersebut.


Tidak terhitung jumlah foto yang diambil, berselfie berdua dan juga meminta juru foto untuk mengambil gambar mereka.


Tidak lupa Deon selalu menyelipkan uang tips sebagai ucapan terima kasih bagi yang sudah membantu mereka.


"Waww bagu sekali, semakin bagus ketika aku juga ikut berfoto di dalamnya". Sea kembali memuji dirinya sendiri.


"Narsis sekali istriku" Deon mengacak rambut Sea.


"Mas, rambutku berantakan" Protes Sea.


setelah itu mereka duduk di pinggir pantai memandang sunset dengan tangan saling bertaut.


Sea menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.


pun dengan Deon yang memeluk Sea dengan sayang.


"Mas, aku pun ingin keindahan sunset seperti kehidupan rumah tangga kita selamanya" Harap Sea.


"Dan tugas kita bersama mewujudkannya" Balas Deon kemudian mencium rambut Sea yang wangi.


Matahari telah terbenam dengan sempurna, mereka memasuki restoran dan mulai makan malam.


Seharian mereka sudah lelah dengan kegiatan mereka.


Selesai makan malam mereka kembali ke kamar hotel mereka.


"Ah aku lelah sekali' ucap Sea sambil menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


"Sayang, sebaiknya mandi terlebih dahulu" Deon mengingatkan Sea.


"Ah iya, baiklah" Sea bangkit dan menuju kamar mandi.


Belum Sempat pintu tertutup sempurna, Deon dengan secepat kilat ikut ke dalam kamar mandi kemudian menguncinya.