
Kedatangan Helena dan Jackson membuat seisi kampus heboh. Bagaimana tidak primadona kampus yang sudah lama tidak terlihat sekarang kembali bahkan terlihat semakin cantik. Mungkin ini yang di bilang orang-orang kalau wanita hamil aura kecantikannya semakin memancar.
Berbeda halnya para pria, para wanita justru bersungut-sungut karena mereka pikir ada kesempatan lagi untuk mereka mendekati Jackson tetapi yang mereka dapatkan adalah melihat Jackson dan Helena berjalan bergandengan mesra bahkan sesekali Jackson menunjukan perasaannya dengan sesekali mengecup punggung tangan Helena sedangkan Helena menerimanya dengan senang hati dan hal itu membuat semua hati wanita hancur.
Tidak berbeda dengan para wanita, di ujung sana ada Lianna yang memperhatikan mereka penuh amarah. Beberapa hari yang lalu dia yang menjadi primadona di kampus sekarang Helena muncul dan mendapatkan perhatian semuaorang apalagi kedatangannya menghancurkan rencana yang sudah di susun untuk mendapati Jackson.
Tak tahan melihatnya ia lebih memilih pergi entah kemana.
“HELENNN!!!” teriak seseorang ternyata adalah Yasmin.
Yasmin tiba-tiba menubruk tubuh Helena lalu memeluknya dengan erat. “gue kangen sama elo.”
“elo ikut gue.” Luciana tiba-tiba melepaskan pelukan mereka lalu menarik Helena ke taman belakang.
“eh… tunggu gue.” Yasmin berlari mengejar Luciana dan Helena.
Sedangkan Jackson hanya dia di tempat menatap istrinya di bawa lari sahabatnya. “kenapa mereka?” tanya Jackson pada kedua temannya.
“mana tau.” Sahut Leon sedangkan Demian hanya mengangkat bahunya acuh.
.
.
.
Sesampai di taman belakang Luciana melepaskan tangan Helena lalu berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam sambil melipat kedua tangannya di dada begitu juga Yasmin. Sedangkan Helena di lihat seperti itu hanya mengerutkan dahi bingung.
“apa?” tanya Helena setelah sekian lama mereka diam saja.
“lo… sebenarnya lo pergi kemana aja ha.” Ucap Luciana dengan suara merendah.
“kerja.” Sahutnya singkat.
“elo tau. Semenjak lo pergi cewek-cewek selalu ngerumunin laki lo kayak lalat. Mereka kira lo sama Jackson lagi ribut.” Ceplos Yasmin.
“oh.” Helena benar-benar malas mendengar hal yang tidak penting seperti ini apalagi setiap hari ia sudah sering melihat suaminya bersama wanita lain alias fansnya.
“oh? Cuma oh? Lo gak takut apa laki lo di rebut cewek lain apa?” seru Luciana.
Luciana dan Yasmin meneliti dari ujung kaki sampai ujung kepala Helena. Mereka menganggukan kepala menandakan setuju apa yang di katakana wanita itu apalagi Helena adalah wanita yang punya banyak nilai plus dari fisik sampai material.
“bener juga sih tapi kali ini ada yang beda. Lo pasti udah ketemu sama Lianna si anak baru. Dia kan tinggal di rumah lo.” kata Luciana.
“lo tau, tiap hari dia selalu ngintilin laki lo kemana-mana bahkan pas kita mau ngumpul-ngumpul di luar dia ngikut. Dia manja banget sama Jackson, minta ini lah minta itu lah dan yang lebih parahnya lagi si Jackson malah nurut aja gak kayak biasanya sam cewek lain.” Imbuh Yasmin menggebu-gebu.
“lo berdua serius?” tanya Helena tak percaya.
“serius.” Ucap Luciana dan Yasmin kompak.
“tapi lo tenang aja Len, gue bakal singkirin jauh-jauh tuh Lianna dari muka bumi ini kalo perlu gue buat hidup dia gak tenang biar dia tau rasa. Gue gak mau kejadian Vina terulang lagi, udah cukup gue jadi penonton sebelumnya. Gue gak mau lo kenapa-napa lagi.”
“gue juga mau bantu.” Seru Yasmin.
Untuk sesaat Helena terdiam memikirkan sesuatu baru setelah itu berkata. “kalo gitu jadilah penonton.”
“maksud elo?” tanya Luciana dan Yasmin bersamaan.
Wanita itu membalikkan badan dan berjalan beberapa langkah menjauhi mereka lalu melipat kedua tangannya di dada. “ya, kalian jadilah penonton seperti sebelumnya tapi bedanya kalian harus kasi informasi ke gue tentang apa aja yang dia lakuin di belakang gue. Kalo perlu awasi dia dari dekat.”
Mendengar penuturan Helena, segera Luciana dan Yasmin mendekatinya.
“maksud lo, gue sama Yasmin pura-pura jadi temennya dia buat ngawasin setiap gerak-geriknya yang coba-coba mau deketin Jackson di belakang lo.” jelas Luciana.
“betul banget. Dan sisanya nanti serahin sama gue.” Kata Helena.
“tugas kita Cuma gitu aja.” seru Yasmin dengan nada
meremehkan.
“informasi kalian menentukan bagaimana nasib Lianna nantinya.” Sahut Helena dengan menatap dalam Yasmin.
GLEK
Luciana dan Yasmin menelan susah payah salivanya mendengar hal tersebut. Memang Helena mengatakannya dengan biasa tapi mereka bisa merasakan aura gelap yang keluar dari tubuhnya. Bolehkah mereka mengasihani Lianna?
-BERSAMBUNG-