LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 66



AYOOO... AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.


Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...


Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.


 


Selamat membaca.


.


.


.


Hari demi hari hubungan Jackson dengan Helena semakin dekat, bahkan tak jarang Jackson mengoda atau menjahilinya yang tentu saja mendapatkan hadiah tendangan di tulang kering laki-laki tersebut.


 


Kedekatan mereka juga bisa di rasakan oleh orang sekitar termasuk deretan para mantannya Jackson. Awalnya mereka bingung pada Jackson dan Helena yang dulunya seperti kucing dan anjing. Tetapi lambat laun mereka mulai menganggap ini adalah tak-tik Jackson untuk mendapatkan Helena dan setelah itu di buang seperti sampah.


 


Tentu saja tatapan sinis ataupun iba tidak di hiraukan Helena karena baginya selagi dia tidak melihat secara langsung perbuatan Jackson, dia tidak akan mulai bertindak seenaknya.


 


Dan tepat hari ini, seluruh keluarga Damara menepati janji mereka untuk berkunjung di kediaman keluarga Bernadette. Semua orang terlihat begitu senang apalagi Logan yang sudah lama menantikan Helena semenjak mendengar kabar gadis itu dari anak sulungnya.


 


Dengan sebaik mungkin Logan melayaninya bagaikan ratu. Dari mengecup punggung tangan Helena, menarik kursi untuk di dudukinya bahkan mengambilkannya makanan dan tentu saja perlakuan Logan itu tidak lepas dari pandangan semua orang termasuk para pelayan yang merasa heran serta aneh.


 


Selesai makan malam mereka semua berpindah tempat ke ruang tamu di temani segelas wine dan beberapa cemilan di atas meja. Saat asik-asiknya mengobrol seseorang datang membawa perlengkapan menggambar lalu duduk lesehan di dekat Helena.


 


“sayang kenapa di sini. Sana belajar di kamar.” Tegur Agnes halus.


 


“gak mau ma. Kallie mau belajar di sini. Di sini rame. Di atas gak ada orang, bi Susi juga gak bisa sibuk bantu-bantu di dapur.” Ucapnya cemberut dengan wajah yang menggemaskan.


 


“ya udah kamu di sini aja tapi jangan nakal ya.” kata Logan.


 


“iya Kallie di sini aja, kakak juga kangen sama kamu. nanti kalo kamu gak bisa gambar, kakak yang ajarin kamu deh.” Luciana tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


 


“gak. Kalo kak Luci yang ngajarin Kallie pasti dapet telur ayam lagi. Kallie gak mau.” tolaknya tanpa pikir panjang.


 


Seketika senyum manis Luciana berubah menjadi masam sedangkan yang lainnya hanya terkekeh geli menanggapinya.


 


“Jackson udah lama tante gak liat kamu. apa kabar?” Tanya Merry padanya yang sebenarnya malas mengikuti acara makan malam ini tapi karena ada Helena, ia jadi mau.


 


“baik kok tan. Maaf ya tan, akhir-akhir ini aku lagi sibuk jadi gak bisa main ke sana dulu.” ucapnya sambil melirik Helena yang duduk tenang menikmati winenya.


 


Mengikuti arah pandangan pemuda itu tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepala Merry. “dad liat deh Jackson. Udah ganteng, sopan. Bener-bener mantu idaman.”


 


“mom apa-apaan sih.” bisik Johan.


 


 


“jeng Agnes gak ada niat apa nyari calon buat Jackson gituh. Kan jadinya makin rame rumah ini apalagi kalo sampek punya cucu.” Celetuk Merry.


 


Yang di tanya hanya menegang kaku lalu berkata. “kalo masalah itu lebih baik tanya sama anaknya langsung. Kan yang jalanin dia nantinya.”


 


“bagaimana nak Jackson.” Merry beralih pada pemuda tersebut.


 


“Jackson liat orangnya dulu tan. Kalo orangnya Luci, enggak deh. Bisa setres punya istri kayak dia.” serunya enteng.


 


“idih siapa juga yang mau nikah sama lo. itu namanya cari mati. Bisa-bisa gue di serang sama mantan-mantan gila lo itu.” proter Luciana sambil berkacak pinggang.


 


“kamu tenang Jackson. Tante gak mungkin jodohin kamu sama anak tante yang nakal ini. palingan sama Helen. Gimana? Mau gak?” ucap Merry dengan mata berbinar


 


Mendengar tawaran Merry. Agnes, Logan, Johan dan juga Luciana menatapnya tak percaya lalu beralih menatap Jackson, menantikan jawabannya.


 


“serius nih tan? Aku sih okey-okey aja tapi tergantung keputusan Helen gimana.”


 


Mendapatkan jawaban yang di inginkan, semua orang bersorak dalam hatinya termasuk juga Logan yang begitu mendambakan seorang Helena menjadi mantunya.


 


“bagus boy, itu baru anak papah.” Seru Logan sambil menepuk-nepuk bahu anaknya.


 


“karena Jackson udah setuju tinggal dari Helen aja nih. Helen gimana menurut kamu.” tanya Johan.


 


Semua orang menatap ke arah Helena tetapi seketika raut wajah mereka berubah menjadi kaget melihat gadis itu sedang menggambar dengan tenang dan di sebelahnya Kallie duduk manis menatap gerakan tangannya.


 


“yeeee… kupu-kupunya cantik banget kak. Kayak nyata. Makasi ya kak cantik dan baik.” Kallie meloncat kesenangan lalu mencium pipi Helena.


 


Lagi-lagi mereka semua terkejut bahkan menganga, pasalnya mereka tau kalau bocah delapan tahun ini paling anti sama orang asing apalagi yang berhubungan dengan kakaknya. Tetapi entah sejak kapan bocah itu dekat dengan Helena bahkan ia tidak segan-segan menyatakan rasa sukanya.


 


“ini. sekarang kamu balik ke kamar dan langsung tidur. Besok kamu sekolah jangan sampek kesiangan.” Titah Helena.


 


Bocah itu merapikan semua alat menggambarnya lalu memberi hormat pada Helena dan setelah itu ia bergegas kembali ke kamarnya.


 


“kalian ngomong apa tadi?” pertanyaan Helena sontak saja membuat mereka kembali ke alam sadar.


 


“kami berencana menjodohkanmu dengan anak uncle, Jackson. Bagaimana menurut kamu.” jelas Logan.


 


-BERSAMBUNG-