LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 77



Semua orang nampak terkejut tak terkecuali orang tuanya Vina yang bahkan sudah pucat basi. Pasalnya yang di kirimkan tadi ada video di mana Vina di suruh papahnya untuk memuaskan para pengusaha hidung belang. Demi kesuksesan bisnisnya ia menjadikan anaknya sebagai pelacur.


 


Dan yang lebih menjijikan lagi adalah di sana Vina tampak menikmati padahal dia melayani beberapa pria di waktu bersamaan.


 


“kurangajar. Jadi dia yang sudah membuat suamiku tidak betah di rumah.”


 


“demi mendapatkan uang. Dia menjual tubuhnya ke suami-suami kita.”


 


“aku kira dia perempuan baik-baik tapi ternyata ular berbisa. Menyesal aku kasihan padanya.”


 


“mulai hari ini papah tidur di luar. Jangan pernah bermimpi untuk masuk ke rumah.”


 


“hiks… hiks… kamu tega sama aku mas padahal semuanya udah aku kasi bahkan aku menyerahkan perusahaan papahku ke kamu tapi kamu mengkhianatiku dan menikmati uangku dengan jalang itu. aku mau kita bercerai. Aku tidak sudi hidup denganmu lagi.”


 


“mah… ini salah paham. aku tidak mau bercerai denganmu. Aku tidak bisa apa-apa tanpamu.”


 


Kata-kata para istri pengusaha menghujat Vina habis-habisan bahkan tak jarang para lelaki hidung belang yang sudah pernah ia temani itu mengumpatinya karena sudah membuat rumah tangga mereka hancur.


 


“i… ini semua bohong. Aku tidak pernah melakukan itu semua. Perempuan sialan itu berusaha mempermalukanku.” Vina menunjuk Helena.


 


“ehh Vina. Jangan memutar balikkan fakta deh. Lo kan memang kayak gitu orangnya. Gue bahkan pernah liat lo mojok sama cowok di club ***. Bahkan bukan Cuma gue aja saksinya. Anak-anak kampus juga sering liat lo ‘gituan’ di gudang belakang.” Ujar Luciana.


 


“tutup mulut lo.” bentak Vina.


 


“kenapa? apa lo takut rencana busuk lo terbongkar?” ucap Helena mengejek.


 


“apa mak… maksud lo.”


 


“gue tau semua rahasia lo termasuk kedua orang tua lo itu. kalian bertiga benar-benar keluarga yang luar biasa. Elo ngaku-ngaku hamil anak Jackson tapi sebenarnya lo gak pernah hamil dan kasus penculikan waktu itu gue punya buktinya. Hadirin sekalian kalian bisa cek di video selanjutnya. Itu adalah bukti di mana Vina bukan di culik oleh suamiku.”


 


Di video itu terlihat jelas di mana Vina di paksa memuaskan beberapa pria yang sebenarnya anak buah Helena. Mereka semakin terkejut melihatnya.


 


“bokap lo yang ngakunya seorang pembisnis jujur tapi dia sudah begitu banyak korupsi bahkan menipu beberapa kliennya demi memenuhi isi dompetnya dan heh… nyokap lo sama murahannya kayak lo. nyokap lo mantan artis film P****.” Perkataan Helena bahkan membuat keluarga Vina semakin pucat. Aib yang selama ini mereka tutupi rapat-rapat, terbongkar dengan mudah di hadapan Helena.


 


Tanpa bisa membela diri, tiba-tiba beberapa polisi datang menagkap papahnya Vina dengan bukti-bukti yang sudah di berikan langsung oleh Helena.


 


 


Vina merasa semakin di pojokkan mengambil garpu di dekatnya lalu berlari ke arah Helena dan menodongkan garpu di lehernya.


 


“Vina. Apa yang elo lakuin. Lepasin istri gue. Jangan macem-macem.” Seru Jackson.


 


“gak… dia harus mati. Dia sudah buat hidup aku hancur. Dia ngambil kamu dari aku. Kamu itu punya aku dan gak ada satupun yang boleh milikin kamu selain aku.” Vina tertawa dan menangis di saat bersamaan.


 


“gue bukan barang yang bisa lo milikin. Cepat jauhin benda itu dari istri gue.” Jackson di buatnya semakin panik.


 


“hahaha… dia harus mati… mati… ahahah… mati kau.”


 


Di saat Vina ingin menancapkan garpu itu pada Helena, gerakannya kalah cepat. Garpu itu menusuk tangan Helena lalu ia merampahnya tanpa memperdulikan aliran darah yang keluar.


 


Vina semakin ketakukan melihat ekspresi wajah Helena yang datar tanpa ada rasa sakit sedikitpun. Tubuhnya seketika bergetar hebat dan perlahan-lahan mundur tapi sayang, Helena menariknya mendekat.


 


Senyum devil terbit di wajah di wajah gadis itu. tanpa ada belas kasihan, ia menghempaskan tubuh Vina kelantai dan mulai melukisi tubuh vina dengan garpu.


 


Teriakan kesakitan Vina membuat orang-orang senang bercampur ngeri. Mereka senang wanita tidak malu itu mendapatkan hukumannya tetapi mereka juga merasa ngeri karena menantu keluarga Bernadette terlihat seperti psikopat.


 


“sa… sayang… sudah segitu saja. Dia sudah mesakitan seperti itu.” ucap Jackson terbata-bata.


 


“dia memang ke sakitan tapi aku belum meresa terhibur. Gimana dong.” Ujar Helena dengan wajah polos.


 


Bukannya merasa gemas, laki-laki itu bahkan semakin takut di buatnya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa jika melawan istri kecilnya ini.


 


DOR. DOR. DOR.


 


Tiba-tiba suara tembakan terdengan dan terlihat Vina sudah tergeletak tak bernyawa. Tembakan itu mukan berasal dari Helena melainkan berasal dari tamu yang baru saja datang.


 


Tanpa memperdulikan orang-orang yang menatapnya penuh tanya, laki-laki itu menghampiri Helena lalu memeluknya dan memberikan kecupan mesra di pipinya. “happy wedding my rose.” Ucapnya menangkup wajah gadis itu.


 


-BERSAMBUNG-