LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 37



Halo semuanya…


Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.


Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.


Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.


Selamat membaca.


.


.


.


Hari ini adalah hari yang cerah tapi tidak secerah dengan suasana hati Helena. Bagaimana tidak, dia yang sedang asik mendengarkan musik dengan headset di telinganya sambil melihat pemandangan dari jendela kelasnya


tiba-tiba ada tamu tidak di undang datang menarik headsetnya. Sontak saja gadis itu menoleh pada orang yang mengganggu ketenangannya.


Alisnya menyatu melihat sosok Jackson berdiri disampingnya. “ada apa?”


Bukannya langsung merespon, Jackson malah membungkukkan tubuhnya sejajar dengan wajah Helena dan tangan kirinya menopang di sandaran kursi Helena sedangkan yang satu lagi ada di meja. Jarak wajahnya dengan Helena hanya beberapa centi sehingga aroma mint dari Jackson dan aroma strawberry dari Helena bisa mereka rasakan satu sama lain.


Untung saja ruangan itu baru di huni beberapa orang saja karena kelas belum dimulai sehingga adengan yang terlihat intim tersebut tidak dilihat banyak orang.


“ada apa?” Tanyanya sekali lagi. Dia sedikit gugup dan tidak sadar memundurkan sedikit wajahnya karena wajah laki-laki itu sangat dekat walaupun dulu mereka pernah berciuman.


“apa sebenarnya hubungan lo sama bokap gue?” Tanya Jackson to the point.


Kini kedua alis Helena terangkat. Dia tetap bungkam sambil menantikan apa yang akan dikatakan laki-laki yang ada di hadapannya itu. “kenapa bokap gue susah banget ngomong siapa lo sebenernya dan kenapa bokap gue


pengen gue tunduk sama lo”


“aaa… itu. kalo bokap lo gak ngomong apa-apa, ngapain gue harus jawab. Berarti ini rahasia kan” sahutnya enteng.


“arrghh… kenapa lo sama bokap gue selalu bikin gue bingung. Tinggal ngejawab aja susah banget” Jackson menggeram kesal.


“jangan memaksa orang menjawab pertanyaan yang sebenarnya lo ataupun orang lain tau. Itu akan menimbulkan masalah, Jackson” ujar Helena dengan nada pelan tapi terdengar serius.


“lagi pula ada waktunya lo akan tau sendiri jawabnya yang pasti bukan sekarang.”


Jackson menghelan nafas pelan lalu menatap kembali wajah Helena menetralkan semua perasaan yang tiba-tiba datang tadi. “oke kalo lo gak bisa ngejawab itu tapi kali ini lo harus jawab pertanyaan gue. Ada hutang budi apa bokap gue sama lo?”


“hmmm… apa ya... hutang jawa?” jawab Helena ambigu.


“lo jawab yang bener”


“kalo gak percaya ya udah yang pasti gue udah jawab. Lebih baik sekarang lo pergi karena bentar lagi kelas gue bakal mulai” Helena mengusirnya.


“WHAT!! Lo ngusir gue” pekik Jackson.


“inget ya, bokap gue adalah donatur disini dan kapanpun gue bisa buat lo di keluarin secara tidak terhormat disini. ngerti”lanjutnya.


Helena menyeringai. “dan lo juga harus tau Jackson. Bokap lo gak akan berani ngelawan gue dan gue jamin kalo gue harus keluar dari tempat ini, bukan gue yang akan keluar tapi elo” ancam balik Helena.


“jangan mimpi di siang bolong cantik karena itu gak akan pernah terjadi dan gue akan biki lo gak betah berada disini.” sebelum pergi laki-laki itu mengangkat tangannya lalu membelai lembut pipi Helena.


.


.


.


Kini Helena sedang berjalan seorang sambil menelpon seseorang. Pembicaraan mereka tampak serius sampai tidak menyadari ada seseorang di belakangnya menggunting tali tasnya sehingga isi tasnya jatuh berserakan.


Helena menghentikan langkahnya melihat barang-barangnya terjatuh lalu tatapannya beralih pada orang yang berdiri tidak jauh dari barang tersebut.


“kau…” Helena mengeram pelan.


“hehehe… permainan baru saja di mulai bocah sombong, jangan terlalu kaget karena masih ada yang lain menantikanmu” ujarnya sambil memaninkan guntingnya sana kemari lalu meninggalkan gadis itu yang masih


tercengang tidak percaya.


-BERSAMBUNG-