LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 22



Halo semuanya…


Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.


Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.


Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.


Selamat membaca.


.


.


.


“halo Helen. Elo masih inget sama gue kan” Tanya demian.


“hmmmm… ahh.. lo kan yang bilang gue cewek aneh.” Helena mulai mengigat demian.


“ya iya lah aneh. Orang ke club itu pakek baju sexy, minum-minum, pesta. Eh elo pakek piyama numpang makan lagi.”


“suka-suka gue lah. Yang makan gue bukan lo. Yang punya club aja gak protes kenapa lo yang ribet.” Mendengar Helena, ia langsung diam seribu kata. Ia benar-benar bingung menjawab apa.


“halo dedek Helen. Makin cantik aja. inget gak sama abang. Kalo gak kenal sini kenalan dulu. Leon, panggil aja abang Leon ganteng” Leon mengulurkan tangannya ke dia.


PLAK…


Tangannya bukan di sambut dengan tangan lembut Helena malah mendapatkan pukulan dari Yasmin.


“lo ya. Liat cewek bening dikit udah jelalatan aja. inget dia adeknya Luci nih, jangan macem-macem lo” seru Yasmin.


“yaelah namanya juga usaha. Siapa tau jodoh” ujar Leon.


“kalo mau usaha gak usah sama Helen. Cari cewek lain aja sana.” Mendengar Yasmin, ia hanya mendengus kesal sambil memakan makanannya dengan kasar.


.


.


.


Dari awal Helena duduk, ia selalu memperhatikan gadis itu. Jackson baru sadar kalau Helena sangatlah cantik. Di pertemuan pertama walaupun ia memakai piyama dan pencahayaan kurang ia sudah terlihat cantik. Pertemuan


kedua karena niatnya ingin balas dendam Jackson tidak terlalu memperhatikannya. Dan sekarang gadis itu ada di depannya dengan jarak dekat.


Entah sejak kapan jantungnya berdetak sangat kencang setiap melihat gadis itu. ia berusaha melihat kearah lain tapi saat Jackson mendengar rayuan busuk Leon, ia menatap tajam Helena. Dia tidak suka ada laki-laki mendekati Helena.


“kenapa lo ngelitin gue kayak itu?” Tanya Helena yang mengundang perhatian satu meja itu.


“lo bisa sopan dikit gak sih? gini-gini gue temen kakak lo. Gue lebih tua dari lo” seru Jackson mencoba menyembunyikan kekesalannya.


“buat apa gue sopan sama orang kayak lo. Kalo lo aja gak bisa ngehargain orang” Skatmat Helena.


“elooo_” ucapannya terputus karena kedatangan Luciana.


“nah ini makanannya dah dateng” ia meletakan 2 piring mie goreng dan es jeruk Helena di meja sedangkan dia sendiri memakan salad sayur, air mineral dan satu kresek snack.


“rakus juga ya lo. Makan sampek dua piring. Kayak gak di kasi makan aja di rumah. Dasar kampungan” ejek Jackson.


“ehh… Helen tu kalo makan mie itu minimal 2 porsi soalnya mie makanan kesukaan dia” ujar Luciana.


“eh Len gak baik loh banyak-banyak makan mie. Awas jadi penyakit terus gendut” perhatian Demian.


“dia mana bisa gendut. Liat aja bodynya sexy kayak gini. Bokong sama payudaranya aja gede kan” kata Luciana vulgar.


“itu mulut bisa disaring dikit gak” Helena menatap kakaknya tajam. Sedangkan yang di tatap hanya bisa cengengesan.


Ketiga laki-laki itu langsung menatap payudara Helena lekat. Memang benar Helena punya payudara yang besar bahkan lebih menggoda dari wanita lainnya. Helena yang di tatap seperti itu mulai geram dan menggeprak meja dengan keras. Tentu saja yang ada di meja itu langsung kaget.


“bisa gak sih mata kalian itu jangan jelalatan. Mau di colok matanya pakek garpu” ucap Helena datar sambil menggerak-gerakan garpu seakain ingin menusuk


-BERSAMBUNG-