
AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.
Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...
Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.
Selamat membaca.
.
.
.
Sesampai di area parkir, Jackson keluar dari mobil terlebih dahulu lalu mengitari mobilnya dan membukakan pintu untuk Helena. Gadis itu memang sudah biasa di perlakukan seperti tadi oleh Satria atau anak buahnya tetapi kenapa di saat laki-laki itu yang melakukannya ia sedikit grogi apalagi Jackson menggenggam tanganya erat di depan umum.
“Selamat pagi tuan muda dan nona muda Bernadette. Senang bertemu dengan anda.” Sapa sopan tante Dira.
“tolong tunjukan semua gaunnya.” Ucap Jackson tanpa basa basi.
“baik silahkan ikuti saya.”
Wanita paruh baya itu menuntun mereka pada sebuah ruangan dimana hanya ada satu set sofa dan meja dan sebuah tirai merah di depannya.
Mereka bertiga mendiskusikan gaun apa yang ingin di pakai nanti bahkan tak jarang pilihan Helena dan pilihan Jackson bertolak belakang membuat keduanya sedikit berdebat. Tante Dira hanya bisa tersenyum menanggapinya padahal kepalanya pusing karna permintaan mereka yang aneh-aneh.
Akhirnya setelah perdebatan yang begitu menguras emosi mereka memilih gaun putih bertahtakan mutiara-mutiara kecil dan berlengan panjang brokat dengan bagian bahu terbuka. Dan untuk resepsi yang berkonsep garden party, mereka memilih gaun berwarna biru yang menjuntai tetapi masih memperlihatkan lekukan tubuh indah Helena.
Setelah dari butik, Jackson dan Helena bergegas menuju mall yang paling besar untuk mencari cincin pernikahan mereka. Dan pilihan mereka jatuh pada cincin bertahtakan berlian yang harganya selangit.
Karna di lihat sudah waktunya makan siang, mereka memutuskan makan di salah satu restoran tersebut. Sambil menunggu pesanannya tiba, Jackson memainkan tangan Helena dengan gemas.
“tangan kamu kecil juga ya.”
“tangan kamu yang kebesaran.”
“padahal makan kamu banyak kenapa tangan kamu bisa sekecil ini sih. apa jangan-jangan lari ke dada semua ya.” mata Jakcson beralih pada dada Helena dan sontak saja di hadiahi jitakan di kepalanya.
“sempet-sempetnya mesum ni anak. Udah ah lepas tangan aku.” seru Helena sambil menarik tangannya.
“yang kok kejam banget sih sama calon suami sendiri. KDRT nih namanya”
“baru aja jadi calon udah mesum apalagi udah jadi suami beneran.”
“buat anak tiap hari dong.” Ceplos Jackson tanpa dosa.
“jangan dong sayang. Nanti gak bisa ‘gituan’ sama kamu. kan aku udah pengen banget. Ini aja udah tegang.” Seru Jackson vulgar.
“males ngeladenin kamu yang otaknya Cuma isi ‘gituan’ melulu.” Helena memutar bola matanya jengah sedangkan Jackson terkekeh karena sudah berhasil membuat dirinya marah.
Tak beberapa lama makanan mereka datang dan mereka mulai makan dengan tenang tanpa ada keributan seperti tadi.
BYUR
Tiba-tiba ada seseorang datang menyiram air panas kepada Helena dan seketika semua orang termasuk Jackson terkejut.
Untung jasa gerakan gadis itu lebih cepat darinya sehingga air panas itu tidak mengenai wajahnya melainkan tangannya.
“apa-apaan lo. lo udah gila ya.” teriak Jackson padanya.
“kenapa kamu marahin aku, seharusnya dia. dia itu perempuan jalang yang udah ngerusak hubungan kita. Bahkan saat ini aku sedang hamil anak kamu tapi kamu malah nikah sama dia. apa yang kurang dari aku. Hiks… Hiks… bagaimana hidup aku sama anak kita, Jackson.” Tangisan Vina mendapatkan simpati dari para pengunjung sedangkan Helena, gadis itu mulai di cemooh.
“kurang aja lo ya. berani lo bikin drama murahan kayak gini Cuma minta balikan sama gue. Lo bener-bener gak punya otak. Sekarang lo pergi sebelum lo gue bunuh.”
“jangan macam-macam kamu Jackson. Anakku sudah kau sekap lebih dari seminggu. Bagaimana mungkin dia tidak hamil kalo kamu tidak melakukan ‘itu’ padanya. Kau sudah tidak bisa mengelak lagi.” Papahnya Vina tiba-tiba muncul dengan wajah merah.
“om gak usah mengada-ngada. Saya tidak pernah nyulik anak om dan saya tegaskan sekali lagi, saya sudah lama putus dengan Vina.”
“kalo bukan kamu, ini apa. haaa.” Papah Vina melempar sesuatu sehingga semuanya berserakan di atas lantai.
Mata Jackson kelabakan melihat foto-foto dia dan Vina yang begitu intim di atas kasur dan itu semua di potret Vina diam-diam tanpa sepengetahuannya.
Laki-laki itu beralih pada Helena yang sedang berlutut sambil mengambil salah satu foto tersebut. Ia tidak bisa membaca pikiran Helena dari raut wajahnya yang dingin, malah membuatnya semakin pucat.
“sayang a… aku bisa jelaskan.”
Seketika laki-laki itu menahan nafasnya menerima tatapan tajam darinya lalu tanpa banyak bicara ia mengambil tasnya dan pergi dari sana.
Jackson mencoba mengejarnya tapi dia kalah cepat. Helena sudah memasuki taksi yang melaju begitu kencang. “HELEN… HELENA…!! Arghh… ini semua gara-gara Vina. Kalo sampek pernikahan gue gagal. Gue bakal bunuh dia beneran. Argghhh…” laki-laki itu menjambak rambutnya frustasi.
-BERSAMBUNG-