
Semakin hari Lianna semakin gencar mendekati Jackson, saat di rumah ia berpura-pura sebagai istri yang melayani suami, saat di kampus ia selalu menempel padanya dan saat Jackson bekerja di kantor ia selalu datang dengan alasan ingin di temani makan.
Keluarga dan teman-teman Jackson geram melihat tingkah laku gadis itu bahkan mereka semakin geram di saat mencoba menegur laki-laki tersebut untuk menjauhi Lianna tidak pernah di pedulikan. Ia berkata “kita ini udah kayak kakak adek jadi gak mungkin gue bisa cinta sama dia. cinta gue Cuma buat Helen seorang.”
Memang dia berpikir seperti itu tapi berbeda dengan Lianna yang cinta mati kepadanya. Bahkan sampai saat ini gadis itu tidak mengetahui kalau Jackson sudah menikah padahal orang-orang di sekelilingnya sudah memberikan kode. Mungkin ia terlalu fokus pada tujuannya sehingga tidak peka dengan situasinya saat ini.
Satu-satunya jalan untuk melempar jauh-jauh Lianna adalah Helena. Entah kapan ia kembali, semua orang begitu merindukannya.
.
.
.
Seminggu kemudian.
Sebuah mobil terpakir rapi di depan mansion keluarga Bernadatte. Seorang supir membukakan pintu belakang untuk sang majikan keluar. Orang itu melangkah menuju ke pintu utama dan tanpa membunyikan bel, pintu itu sudah di buka dari dalam oleh kepala pelayan.
“selamat datang nona muda.” Sambut kepala pelayan sambil membungkukkan badan.
“di mana semua orang?” tanyanya tanpa membalas sapaan pelayan tersebut.
“semua orang sedang sarapan. Mari saya antar.” Jawab kepala pelayan.
Tapi orang itu memberikan kode dengan tangannya untuk berhenti lalu berkata. “lebih baik kau siapkan perlengkapan mandiku. Setelah menyapa mereka, aku akan mandi lalu ke kampus.”
Setelah berkata seperti itu orang tersebut pergi meninggalkan kepala pelayan tanpa mendengar jawaban dari mulutnya. Tapi sebelum ia sampai di depan pintu ruang makan, ia mendengar suara orang asing di sana. Tanpa membuang waktu, ia kembali melangkah dan membuat semua orang terkejut tapi salah satu di antara mereka menatapnya bingung.
“HELEN…”
“KAKAK HELEN…” Ucap mereka bersamaan.
Benar, orang yang baru datang itu adalah Helena. Tanpa di duga Jackson dan juga Kallie berlari menghampirinya lalu memeluknya dengan erat. Jackson memeluk lehernya sedangkan Kallie memeluk pinggangnya.
Tapi sayang, pelukan mereka tidak di balas Helena karena melihat seorang gadis asing yang sedang mengepalkan tangan kuat-kuat dan tatapan matanya yang ingin menusuk. Walaupun di lihat seperti itu bukan Helena namanya kalau mudah takut, ia hanya menatap datar tetapi susah di artikan.
“kamu kemana aja sayang. Aku kangen sama kamu. kenapa lama sekali sih perginya. Apa masalah kantor cabangmu sangat berat?” tanya Jackson setelah melepas pelukannya sedangkan Kallie masih betah pada posisinya.
Seketika Helena melirik ayah mertuanya, ia yakin ini pasti perbuatan Logan untuk mengelabui suaminya. “lumayan tapi gak usah khawatir. Semua sudah beres.”
“siapa dia?” lanjut Helena menatap Lianna.
Mendengarnya Helena langsung menatap tajam Jackson yang sudah berani bermain-main selama dia tidak ada bahkan membawa gadis itu ke rumah.
“bu... bukan… kamu salah sangka. Ini Lianna temen aku dari kecil. Dia baru pulang dari dari luar negri jadi aku ajak dia tinggal di sini karena gak bagus buat perumpuan sendirian di luar.” Tutur Jackson tergagap.
“dia siapa?” sekarang giliran Lianna bertanya.
Baru saja Jackson mau menjawab tapi sudah di dahului oleh Helena. “aku Helena, menantu rumah ini dan juga istrinya Jackson.” Katanya dengan penuh penekanan.
Sontak saja Lianna dan Jackson terkejut. Liana terkejut kalau laki-laki yang ia cintai sudah memiliki istri dan sedangkan Jackson terkejut karena tak menyangka Helena akan menyebutnya ‘istri Jackson’. Ia begitu bahagia seperti memenangkan lotre.
“kalian sudah menikah? Kan masih kuliah.” Seru Lianna dengan wajah sok polos.
“apa gue harus minta ijin dulu sama lo.” Ketus Helena.
Merasa suasana memanah Angel menyenggol kaki Logan memberikan kode untuk menengahi situasi ini sebelum ada perang dunia.
“a… ah… Helen. Hahaha… kau selalu saja suka bercanda.” Ucap Logan kaku.
Angel tak habis pikir dengan suaminya bagaimana ia bisa sukses dan memiliki harta yang banyak kalau menangani hal sepele seperti ini dia nol besar.
“Helen. Kamu kan baru dateng, pasti belum sarapan. Duduk dulu kita makan bersama.” Kata Angel.
“ayo sayang kita makan dulu.” ajak Jackson juga.
“gak usah. Aku mau ke atas dulu. kita berangkat kampus bareng-bareng. Kallie, sayang lepas dulu ya. berangkat ke sekolah sana, nanti telat. Nanti kita kangen-kangenan lagi.” Ucap Helena sambil melepaskan pelukan Kallie.
“oke deh tapi janji nanti buat kukis ya. Kallie kangen sama kukis buatan kakak.” Mata Kallie berbinar penuh harapan dan di jawab anggukan kepala saja.
Setelah Kallie pergi Helena berpamitan pergi ke kamarnya begitu juga Jackson yang sudah tidak tahan meluapkan kerinduannya tanpa mereka ketahui Lianna yang begitu tenang berusaha menahan diri untuk menghancurkan Helena demi tujuannya tercapai dulu.
-BERSAMBUNG-