
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
“eh kalo orang nanya tu di jawab. Bukan ketawa kayak orang gila” ujar Jessica.
Helena perlahan-lahan menghentikan tawanya lalu menghapus air mata yang ada di ujung matanya.”ahhh lega sekarang.”
Lalu ia kembali memandang ke empat manusia itu khusunya pada Jackson. “kalian mau tau gue kena ketawa. Oke gue kasi tau.”
“yang pertama, gue gak nyangka aja seorang tuan Bernadette yang begitu beribawa, hebat dan juga baik punya anak kaya lo. urakan, gak punya sopan santun, terlalu sombong dengan segala yang lo punya padahal bukan dari hasil kerja keras lo sendiri.”
“yang kedua, lo anaknya tuan Bernadette berani banget ngehina gue, ngancem gue, ngerendahin gue sedangkan bokap lo sendiri segan sama gue. Makanya kalo mikir tu pakek otak jangan pakek dengkul” ujar Helena panjang.
Bahkan setelah mendengar penjelasan Helena membuat mereka semakin bingung. “maksud lo apa, bokap gue ‘segan’ sama elo?” Tanya Jackson
“kalo lo mau tau. Tanya aja sendiri sama bokap lo” jawab Helena santai.
“oke. Dari pada lama-lama disini buang-buang waktu lebih baik gue gergi dulu ya. Bye” Helena langsung melenggang pergi meninggalkan kerumunan itu yang masih di hantui rasa penasaran.
.
.
.
Dia ingin sekali mengetahui jawabannya sekarang tapi sayang Logan, ayahnya belum pulang kerja sampai sekarang. Jackson yang sudah selesai kuliah dari tadi sore memilih langsung pulang dari pada nongkrong dengan
teman-temannya atau jalan-jalan dengan kekasihnya.
Mendengar suara mobil masuk, ia tau kalau itu adalah suara mobil Logan. Segera keluar dari kamar dan bergegas turun ke lantai dasar.
Melihat Logan yang baru masuk dari pintu utama, ia cepat-cepat menghampirinya. “pah aku mau ngomong sesuatu” sontak saja Logan di buat terkejut melihat anaknya tiba-tiba sudah di depan wajahnya.
“astaga, kamu ngagetin papa aja. ayo duduk dulu baru ngomong” Logan mendahului anaknya ke ruang tamu lalu duduk di sigle sofa sedangkan Jackson duduk di sofa panjang yang ada di sebelahnya.
“kamu mau ngomong apa?”
“papah kenal gak sama Helen, Helena Rosalie” Tanya Jackson to the point.
Logan berpikir sejenak. “kayaknya gak tuh. Emangnya kenapa? Coba cerita sama papah.”
Awalnya Jackson sedikit ragu menceritakan kejadian tadi siang itu tapi karena rasa penasaran yang amat besar mau tak mau ia harus cerita yah walaupun ia tidak menceritakan tentang Helena yang memelintir tangannya, ia terlalu malu mengatakannya.
“papah beneran gak kenal yang namanya Helena Helena itu. kamu ada gak fotonya? Siapa tau papah inget orangnya yang mana.”
“Bentar pah” ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan mencoba membuka grup chat kampusnya. Beruntung disana ada foto Helena yang diambil diam-diam sama anak kampus.
“ini pah” ia langsung menunjukan foto tersebut.
Setelah melihat foto tersebut tubuh Logan seketika menegang, ia melihat anaknya dan foto itu bergantian. Jackson semakin bertanya-tanya dengar reaksi ayahnya yang tadinya santai tapi setelah melihat foto Helena tiba-tiba berubah.
“kamu ketemu sama orang ini dimana?” Tanya Logan serius.
“dia anak baru di kampus aku pah. Kenapa?”
Logan menghela nafas panjang. “haaa… begitu rupanya. Ternyata dia sudah ada di sini” ucap Loga sambil memandang foto itu lekat.
-BERSAMBUNG-