
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
Mereka berempat langsung melihat Jackson dan Helena. Benar yang di katakana Leon, sepertinya hanya Helena saja lawan yang seimbang untuk Jackson. Di lihat dari sisi manapun, tidak ada ketakutan yang menyelimuti Helena melainkan bendera perang yang sudah berkibar.
“kayaknya adek lo bisa buat Jackson berubah deh. Kalo menurut lo gimana?” bisik Yasmin.
“gue gak tau deh Yas. Gue gak mau adek gue di jadiin mainan doing sama Jackson.” Ujar Luciana dengan lesu.
“tenang aja, Luc. Gak bakalan kenapa-napa kok si Helen. Lo kan tau dia siapa? Yasmin mencoba menyemangati temannya.
“oh iya ya. Kalo sampek terjadi sesuatu sama Helen. Dia bakal menyesal seumur hidup.” Ucap Luciana dengan senyum devil di wajahnya.
“emangnya adek lo bisa apain Jackson?” Tanya Leon yang pemikirannya sama dengan Demian.
“lo gak perlu tau” ucap Luciana dan Yasmin serempak.
“kak…” panggil Helena yang mengejutkan mereka berempat. Mereka tak menyadari peperangan antara Jackson dan Helena sudah berakhir.
“gue pergi dulu ya. Gue udah di tunggu sama om Satria. Ini gue kasi uang buat lo selama seminggu” ucap Helena sambil mengambil uang di dompetnya lalu menyerahkan uang seratus ribu sepuluh lembar.
“ yah kok Cuma segini sih, mana cukup. Gak nyampek sehari aja udah habis” rengek Luciana.
“kak. Mulai sekarang kakak harus belajar hemat. Kakak gak capek apa berantem terus sama mommy gara-gara lo suka belanja barang-barang gak penting. Mau gak mau lo harus hemat mulai dari sekarang. Ngerti” tegas Helena.
“bagus. Gue pergi dulu. bye” Baru saja Helena beranjak dari sana, tangannya tiba-tiba di tahan oleh Jackson.
“mau kemana lo? Urusan kita belom selesai. Jangan main pergi seenaknya. Oh gue tau, lo pasti mau nemuin om-om yang nyewa lo kan” cerocos Jackson
Helena menatap Jackson jengah. “udah, stop nyari ribut sama gue. Gue lagi buru-buru dan gak ada waktu buat ngeladenin lo.” Helena menghempaskan tangan Jackson dan langsung pergi tanpa menoleh kebelakang.
“arrrghh… sialan” geram Jackson melihat kepergian Helena.
Tak lama kepergian Helena datang lah Vina cs yaitu Jessica dan Yana menghampiri Jackson cs.
“sayang… kamu kemana aja sih. dari tadi aku nyariin kamu loh” ucap Vina manja
Huek…
Mendengar Vina membuat Luciana dan Yasmin mual.
“kenapa lo berdua kayak gitu. Nyari masalah kita hah?!” ucap Jessica galak.
“eh enggak kok. Kita tadi kita makan roti busuk pakek gula sekilo. Manisnya kelewatan jadinya eneg” sindir Yasmin.
Luciana, Demian dan Leon berusaha menahan tawanya. Mereka mengerti apa maksud Yasmin berkata seperti itu.
“awas ya lo macem-macem” ancam Yana
“ayang Leon apa kabar? Kangen gak sama Yana?” ia langsung berubah sok manis di depan Leon.
“apaan sih lo. jangan deket-deket gue. Najis banget.” Leon menyatapnya jijik.
“abang Demi. Malam ini ada waktu gak. Main kerumah Jessi yuk. Nanti tak kasi goyangan yang paling hot” rayu Jessica.
“lebih baik gue main sama jalang di club dari pada sama lo. udah pas-pasan, dada rata. Pasti itu lo juga udah kendor” tolak Demian mentah-mentah.
“Ih kok ngomong gitu sih” ucapnya lirih.
-BERSAMBUNG-