
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
Dari tadi ia hanya membayangkan wajah satu wanita tapi bukan wajah wanita yang ditidurinya tapi wajah Helena. Semenjak ia mengetahui bahwa Helena bukan hanya sekedar cantik tetapi juga pintar, ia semakin terpesona pada
wanita itu.
Iya, laki-laki itu adalah Jackson. Bahkan saat pertempuran panasnya dengan Vinapun , ia hanya membayangkan Helena yang ada di bawahnya. Entah kenapa, akhir-akhir ini sosok Helena terus mengusik dalam pikirannya. Di satu sisi ia ingin membalaskan dendamnya dan di satu sisi ia mengagumi Helena.
“sayang, kamu lagi mikirin apa sih. dari tadi di ajak ngomong gak nyaut-nyaut sih” mendengar suara Vina menggerutu membuat ia kembali sadar dari lamunannya.
“emangnya tadi lo ngomong apa?”
“tadi aku bilang nanti anterin aku beli sepatu baru soalnya itu sepatu limited edition. Aku takut kehabisan nanti.”
Jackson langsung bangun dari kasur lalu memunggut bajunya. “yaudah kita pergi sekarang”.
“kok buru-buru banget sih sayang. Aku kan masih mau lama-lama sama kamu” ucap Vina dengan manja.
“gak bisa. Habis ini gue ada acara jadi terserah lo yang pasti gue sekarang mau pergi” sebenarnya Jackson tidak ada acara apapun tapi memang ini lah dia. Setelah bertempur, ia tak mau berlama-lama dengan wanita itu atau mantan-mantanya dulu.
“iihh iya deh. Kita pulang sekarang” akhirnya Vina mengalah dari pada dia tidak jadi di belikan sepatu oleh Jackson. Ia langsung bergegas mengikuti Jackson masuk ke kamar mandi.
.
.
.
Baru saja beberapa langkah memasuki rumah, ia dikejutkan oleh seseorang yang duduk di ruang tamu.
“Jackson kenapa kau baru pulang. Sudah jam berapa ini?” Tanya Logan pada anaknya.
“baru juga jam sebelas. Emangnya kenapa sih.” jawabnya cuek.
“kamu makin besar makin keterlaluan ya. Gak ada hormat-hormatnya sama orang tua” ucap Logan marah.
“apa papah bilang tadi? Hormat? Buat apa aku harus hormat sama orang yang sudah buat mamah pergi dari rumah ini dan sampai sekarang aku gak tau dia dimana sekarang . heh… liat papah sekarang enak-enakan dirumah ini
sama selingkuhan papah itu” ia mengeluarkan semua isi hatinya dengan nada tinggi.
“papah harus bilang berapa kali sama kamu kalo Agnes itu bukan selingkuhan papah. Dia itu mantan pacar papah yang papah putusin sebelum menikah dengan mamahmu. Selama Papah sama mamahmu menikah, papah gak pernah main di belakang dia.” Tutur Logan lesu
“kalo papah gak selingkuh kenapa papah sama mamah harus cerai? Kenapa kalian harus pisah? Padahal kan selama ini keluarga kita baik-baik aja. kenapa harus tiba-tiba?” Jackson memaksa ayahnya bercerita.
“papah tidak bisa menjelaskannya karena kamu tidak akan mengerti Jackson. Tapi satu hal yang kamu harus tau. Mamahmu bukanlah orang baik. Papah berusaha melndungi kamu dari dia”
“alah alasan aja bilang mama orang jahat. Yang jahat itu bukan mamah tapi wanita itu, Agnes. Pasti dia penyebab kalian harus cerai kan? Baru saja beberapa bulan mamah dan papah pisah, dia sudah berani masuk kerumah
ini sebagai istri papah. Dasar wanita bermuka dua” ucap Jackson lantang yang membuat pipinya merasakan panas akibat di tampar oleh Logan.
“jaga bicaramu Jackson. Dia itu ibumu juga.” murka Logan.
“dia bukan ibuku. Ibuku hanya Sasha, Sasha Joan” ucapnya tidak kalah murkanya. Setelah berkata seperti itu ia langsung beranjak masuk kedalam kamarnya lalu membanting pintu itu dengan sangat keras.
Tanpa mereka sadari ada dua orang yang menyaksikan pertengkaran antara ayah dan anak itu di balik kamar dengan perasaan pilu.
“mah. Kakak sama papah berantem lagi yah?” Tanya Kallie sedih.
Melihat anaknya sedih, Agnes hanya bisa tersenyum getir lalu memeluk tubuh mungil itu menyembunyikan air matanya yang sudah ia tahan dari tadi.
-BERSAMBUNG-