LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 67



AYOOO... AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.


Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...


Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.


 


Selamat membaca.


.


.


.


“kamu mau ya, sayang. Dari pada jomblo terus. Yang ada mommy keburu mati sebelum liat kamu nikah. Kamu gak sayang sama mommy apa.” ucap Merry lirih.


 


“asal lo tau ya, Len. Semenjak si playboy ini kenal sama lo, dia udah berubah drastis. Biasanya nih ya kalo dia udah putus sama ceweknya pasti langsung ada penggantinya. Eh tapi sekarang dia betah ngejomblo Cuma ngejer lo doang.” Jelas Luciana.


 


“sebenernya daddy gak mau paksa kamu tapi karena daddy sudah kenal dengan keluarga Bernadette lumayan lama, gak ada salahnya kamu menikah dengan Jockson.” Imbuh Johan.


 


“aku gak mau. jangan memaksa aku untuk mengikuti keinginan kalian. Ini hidup aku, biar aku yang menentukan sendiri siapa pasanganku nanti.” Kata Helena tegas.


 


Kecewa? Tentu saja mereka kecewa apalagi Jackson yang benar-benar mengharapkan Helena bukan hanya sebagai kekasih melainkan rekan hidup. Tetapi laki-laki tersebut menutupi kekecewaannya dengan wajah dinginnya itu.


 


Pertama kali merasakan jatuh cinta dan pertama kali di tolak memberikan pukulan keras pada dirinya. Jika saja saat ini tidak ada tamu, mungkin malam ini ia akan menghabiskan waktu di club lalu minum-minum mencurahkan rasa sakit hatinya.


 


Tanpa berkata apapun, ia menarik Helena menuju taman belakang. Teriakan-teriakan dari ruang tamu memanggilnya tidak ia hiraukan bahkan beberapa pertanyaan yang di lontarkan Helena tidak ia jawab juga.


 


“lo kenapa sih narik-narik gue.” Kata Helena setela menarik paksa tangannya sendiri.


 


Bukannya menjawab, Jackson malah menggenggam kedua tangan. ”Len, gue tau gue punya banyak salah sama lo. gue tau lo nganggep gue itu seorang playboy. Tapi kali ini gue bener-bener serius sama lo. gue bener-bener jatuh cinta sama lo. gue gak tau kapan tapi cinta itu tumbuh begitu aja di hati gue.”


 


“gue cinta sama lo. gue sayang sama lo. lo cinta pertama gue dan mungkin menjadi satu-satunya dalam hidup gue.”


 


“gue emang bukan cowok sempurna buat lo tapi gue mau belajar menjadi yang terbaik buat lo. lo mau kan nikah sama gue.” Curahan isi hati Jackson.


 


Mendengar hal tersebut, Helena hanya tertegun. Entah kenapa lidahnya menjadi kelu untuk mengeluarkan suara. “Ja.. Jack…”


 


“usst… lo gak perlu jawab sekarang. gue akan sabar nunggu lo.”


 


Gadis itu masih menatapnya tak percaya bahkan saat Jackson mendekati wajahnya bahkan sebuah benda kenyal menyentuh bibirnya, ia masih diam. Lama-kelaman kecupan tersebut menjadi ******* yang menuntut.


 


Helena menutup matanya merasakan setiap gerakan dan sentuhan Jackson yang semakin panas. Tak ingin diam saja, ia melingkari tangannya ke leher Jackson lalu membalasnya yang tidak kalah panasnya.


 


 


“MAMAH… PAPAH… KAK JACKSON LAGI CIUMAN SAMA KAK CANTIK. KAK JACKSON PACARAN SAMA KAKAK CANTIK PAH!!!”


 


Teriakan Kallie sontak saja membuat kedua lawan jenis yang sedang memadu kasih terkejut dan langsung menoleh kearahnya tanpa melepaskan pelukan mereka masing-masing.


 


Tak lama seluruh keluarga berserta para pelayan menghampiri mereka lalu diam terpaku di tempat dengan mulut sedikit menganga. Agnes segera menutup mata Kallie yang tentu saja sudah terlambat karena mata bocah itu sudah ternodai.


 


“hahaha… ternyata keinginan kita untuk menjodohkan mereka akhirnya terwujud. Ayo kita persiapkan segera kita persiapkan semuanya. Pernikahan akan di lakukan bulan depan, bagaimana? Ujar Logan.


 


“apa gak kecepetan pah?” tanya Agnes.


 


“lebih cepat lebih baik jeng. Dari pada lama-lama yang ada pada gak jadi.” seru Merry.


 


“apalagi ngelihat anak-anak ini. belum apa-apa udah nyosor duluan, kalo gak cepet-cepet bisa ke bablasan mereka.” Ucap Johan.


 


“gak nyangka gue. Lo ternyata doyan sama yang bentuk beginian, Len” celetuk Luciana.


 


“kalo kakak nikah sama kakak cantik berarti kakak cantik bakal tinggal di sini dong. Yeee… asik… Kallie jadi ada temennya” girang Kallie.


 


Belum sempat Helena membantah semua tuduhan mereka, bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Jackson yang sengaja laki-laki itu lakukan agar ia tidak bisa menolak lagi dan semua orang pergi meninggalkan mererek berdua untuk membahas kelanjutan pernikahan nanti.


.


.


.


“HAHAHA…” ketawa menggelegar dalam satu ruangan kantor.


 


“akhirnya seorang Helena melepaskan gelar jomblo seumur hidupnya.” Seru Dewi


 


“gak pernah pacaran tapi sekalinya dapet cowok malah di ajak nikah.” Celetuk Dewa.


 


“udah deh, lo berdua diem. Bikin pusing kepala gue aja. seharusnya kalian mikir gimana cara ngebatalin pernikahan ini.” sungut Helena


 


“menurut om lebih baik kamu tetap melakukan pernikahan ini. jujur om masih gak suka sama kelakuan anak itu waktu dia ngehina kamu di mall tapi om juga gak mau kamu hidup sendiri tanpa keluarga seperti om ini. coba dulu menjalani pernikahan ini jika kamu tetap tidak suka, kamu bisa mundur. Ingat Helena, selain ini untuk masa depan kamu ini juga untuk masa depan perusahaan. Kau membutuhkan keturunan untuk mewarisi semua ini.” tutur Satria.


 


“dan satu lagi. Kamu tidak usah khawatir jika terjadi sesuatu kedepannya nanti, aku akan selalu ada di belakangmu kapanpun kau membutuhkanku dan di manapun. Jangan menganggap kau sendiri yang akan menjalani kehidupan baru. Kami juga. setiap langkah yang kau ambil maka kami juga akan ikut denganmu, Rose” imbuh Bima dan di tanggapi anggukan dari Dewa dan Dewi.


 


-BERSAMBUNG-