
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan!!
...^_________^...
Di dalam kamar asrama mahasiswa perempuan, terlihat seorang gadis yang bernama Virra sedang bermain game. Ternyata dia sedang bermain Solve Mission Mates dengan pasangannya yang bernama Arrierty.
"Vodoo, apakah kamu berkuliah di universitas Pemoeda?" Tanya Arrierty.
"Iya, memang." Jawab VodooQueen.
"Aku juga berkuliah di universitas Pemoeda. Bagaimana kalau kita bertemu?Aku akan mentraktir mu, aku tahu cafe dekat kampus." Jelas Arrierty.
"Ah, tidak-tidak perlu, kita semua cukup bersenang-senang dalam game saja." Kata VodooQueen.
"Sekarang ada istilah 'kamu tidak akan pernah tahu yang sedang bermain denganmu', aku hanya ingin memastikan saja." Kekeh Arrierty.
"Aku ingin melihat bagaimana rupamu, bisakah kamu menunjukkan fotomu?" Tanya Arrierty.
Terlihat Virra sedang berpikir, tiba-tiba laptop Virra mati. Virra kaget dan khawatir, dia mencoba memeriksa laptopnya.
...^_________^...
Terlihat seorang mahasiswa perempuan keluar dari kamar asramanya dan seperti sedang melihat kondisi luar kamarnya.
"Virra, sudah tidak ada orang, ayo coba lihat!" Kata Lina, teman sekamarnya.
"Apa yang terjadi? Mengapa listriknya mati?" Heran Lina.
"Sepertinya listriknya terbakar." Jelas Virra santai.
"Hah! Aku hanya memasak mie dan listriknya terbakar?" Kaget Lina.
"Apakah pengawas asrama akan mengomeli kita?" Khawatir Lina.
"Apakah kamu tidak bisa menghitung jumlah aliran listrik yang dibutuhkan sebelum memasak." Jelas Virra.
"Bagaimana ini? Mie-nya belum matang!" Lapar Ella.
"Bagaimana apanya? Bagi aku setengah mie-nya!" Tukas Virra, Lina cemberut karena tak rela membagi mie.
"Sudahlah, sudah selesai!" Jelas Virra.
"Wah! Kamu hebat sekali." Puji Lina.
Lina kembali ke dapur, memeriksa dan melanjutkan memasak mie-nya. Sedangkan, Virra membereskan peralatan yang sudah digunakan.
...^_________^...
"Pantas saja mahasiswa perempuan dari jurusan komputer tidak mempunyai pacar, masalah listrik saja bisa dikerjakan sendiri. Untuk apa memerlukan laki-laki lagi?" Heran Lina.
Virra menghampiri Lina di dapur yang sedang sibuk mengaduk dan memindahkan mie-nya kedalam mangkuk, sembari membawa obeng yang sedang dia bereskan.
"Dengarkan nona Lina yang terhormat!
Pertama, aku yang memperbaikinya, tapi bukan salah aku tidak mempunyai pacar.
Kedua, teman onlineku baru saja meminta foto, lalu aku tiba-tiba menghilang, pasti dia berpikir bahwa aku punya sesuatu yang disembunyikan. Jadi, bagaimana kamu bertanggungjawab tentang reputasi aku yang rusak?" Jelas Virra panjang, sembari menunjuk Lina dengan obengnya.
"Ah! Apakah Arrierty pasangan online mu yang ada game itu? Wow! Virranza!" Tebak Lina antusias, sembari menutup mulut tak percaya dengan tangan yang masih memegang sumpit.
"Tunggu dulu! Bagaimana kamu bisa tahu tentang hal itu? Apakah kamu mengintip saat saya sedang bermain game?" Tanya Virra.
"Jangan pedulikan hal detailnya. Jadi apakah kamu akan tetap memberikan dia fotomu?" Elak Lina dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Sudah pasti tidak, kami menjadi pasangan supaya bisa melakukan misi bersama, aneh sekali jika harus menunjukkan foto. Tapi tidak baik apabila offline seperti tadi, paling tidak harus mencari sebuah alasan." Jelas Virra panjang lebar, sembari kembali ke meja untuk menyalakan laptopnya kembali.
"Contohnya, laptop aku rusak atau foto-foto aku hilang semua." Lanjut Virra, sembari menyalakan laptopnya.
Tetapi, laptopnya tidak menyala sedikitpun, Walau sudah dia coba berulangkali memasang dan mencopot kembali kabel yang tersambung dengan laptopnya tersebut.
Sedangkan, Virra sibuk membolak-balikan laptopnya yang tak kunjung menyala walaupun sudah dia coba untuk menyalakannya.
"Tidak mungkin!" Sentak Virra keras.
Lina yang sedang fokus memakan mie, terkejut dan terheran pada Virra yang sedang panik.
"Kenapa? Laptop mu rusak? Atau semua foto-fotomu hilang?" Tanya Lina dengan santai.
"Shut up! Mulutmu benar-benar membawa sial." Maki Virra kesal, karena Virra sedang panik dan Lina malah santai-santai saja memakan mie bukannya menolong dia.
"Mengapa bisa rusak?" Heran Virra, sembari memeriksa kembali laptopnya.
Tiba-tiba saja Lina yang sedang memakan mie, berhenti makan dan mengatakan sesuatu hal dengan pelan sembari pelan-pelan bangkit dari kursinya.
"Virra... Aku lupa memberi tahumu, ketika... Aku meminjam laptopmu, aku-tidak-sengaja-menjatuhkan-laptopnya, aaaaa!!" Jelas Lina yang berawal berbicara sangat pelan dan kemudian berkata sangat cepat sembari lari menghindari Virra yang akan marah.
"Lina!! Mau lari kemana kamu? Kesini!kesini!" Teriak Virra marah.
"Maafkan aku, maafkan aku!" Kata Lina keras sembari menunduk dan menyatukan telapak tangannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu harus bertanggung jawab!" Marah Virra sembari berkacak pinggang.
...^_________^...
Terlihat Virra dan Lina keluar dari kamar asramanya dan Virra sepertinya marah, memaksa dan mendorong Lina untuk mengikutinya.
"Aku salah! Aku salah!" Ucap Lina keras yang di dorong Virra
"Ayo! Cepat jalan!!" Titah Virra
"Biarkan aku menghabiskan mie-nya dulu!" Bantah Lina memohon.
"Ayo!! Untuk apa makan lagi? Kamu sudah merusak laptopku dan masih berselera untuk makan? Tidak boleh! Jalan!" Ancam Virra ngegas sembari menyeret Lina untuk bertanggungjawab.
...^_________^...
Sampailah mereka diluar gedung asrama mahasiswa perempuan dan pergi menuju motor Lina yang terparkir di antara jajaran sepeda mahasiswa lainya.
"Indahnya hari ini. Dina pergi menemui ibunya, Ella menghadiri pertemuan pelajar. Tapi aku harus pergi menemanimu memperbaiki laptop, keindahan cahaya hari ini akan terbuang sia-sia." Kata Lina mengeluh.
"Kamu masih berani mengatakan hal itu? Memangnya siapa yang merusak laptopku? Jalan!" Kata Virra sembari menaiki motor Lina yang memboncengnya.
...^_________^...
Lina dan Virra yang sedang mengendarai motor dari asrama mahasiswa perempuan universitas Pemoeda menuju toko perbaikan komputer yang berada didepan kampus mereka, terlihat sibuk mengobrol tentang hal yang lumayan tidak penting untuk dibahas seserius itu.
"Hah! Virra tak terasa kita sudah menjadi mahasiswi tahun kedua!" Kata Lina tak menyangka.
"Virra, setelah menyimpan laptopmu di toko, ayo! Kita pergi menonton film di bioskop, sekarang banyak film baru yang seru!" Kata Lina antusias.
"Aku tidak bisa, aku tidak akan menyimpan laptopku di toko. Aku akan memperbaikinya sendiri, lebih murah dan cepat!" Kata Virra.
"Tidak perlu mendesak seperti itukan?" Tanya Lina sebal.
"Tentu saja mendesak, mahasiswa teknik komputer yang rajin dan tekun seperti aku ini, tidak bisa jauh-jauh dari komputer walau sehari. Oke?" Kata Virra sombong sembari ucapannya tidak bisa dipercaya.
"Masa? Kamu jujur saja!" Kata Lina tidak percaya.
"Aku punya janji untuk duel dengan seseorang nanti malam." Jujur Virra.
"Aku sudah menyangkanya." Sebal Lina.
Saat ditengah jalan menuju toko perbaikan, mereka melewati sesuatu hal yang membuat mereka penasaran untuk melihatnya. Karena memang mereka itu memiliki jiwa kefo yang sangat tinggi, merekapun akhirnya berhenti dan turun dari motor untuk melihat hal tersebut.
...^_________^...
Jangan lupa LIKE!!! Dan terimakasih atas dukungannya:3