
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
Ternyata benar kata mommy Merry, sangat budah bagi Luciana merayu Helena walaupun ia harus mengikuti adiknya kemana-mana setiap hari sampai Helena merasa rishi bahkan fokusnya untuk bekerja harus terpecah karena Luciana. Mau tak mau ia harus menuruti kakaknya.
.
.
.
Di Universitas Kayleigh.
Sebuah Bugatti Centodieci berwarna putih melaju memasuki area parkir. Tentu saja itu mengundang perhatian mahasiswa yang sedang berlalu lalang dan berhenti sejenak.
“widih keren banget mobilnya. siapa yang punya ya”
“kayaknya anak baru”
Mereka sibuk dengan pemikirian mereka sendiri sampai-sampai mereka tak menyadari bahwa pemilik mobil sudah keluar dari mobil dan berdiri di hadapan mereka yaitu Helena.
“tolong. Bisa kalian minggir? Kalian sedang menghalangi jalanku.” Sontak saja mereka langsung mengalihkan pandanganya ke arah Helena
Dengan wajah bengong dan mulut menganga, mereka menggeser tubuh mereka sedikit untuk memberi jalan gadis itu. tanpa memperdulikan orang-orang itu, Helena langsung melangkah memasuki gedung kampus.
Tidak sampai beberapa jam, Helena dengan status mahasiswi baru sudah menjadi perbincangan di seluruh kampus. Tentu saja selain kaya, ia juga memiliki tubuh yang sexy dan wajah cantik alami yang mampu menggeser
“Helen” Luciana menghampiri adiknya.
“heemmm” dia terus melangkah tanpa melihat kakaknya.
“gue kira lo gak dateng hari ini. Oh ya lo ada makul gak sekarang?” Tanya Luciana
“ada. Ini mau ke kelas”
“oh ya udah. Nanti kalo dah selesai. Lo langsung kekantin, oke? Gue tinggal dulu ya, bye” ia langsung berlari meninggalkan helena
“bye” jwabnya singkat.
.
.
.
Setelah pelajaran selesai, Helena langsung merapikan bukunya dan pergi kekantin sesuai perkataan Luciana. Helena berjalan seorang diri di lorong tanpa peduli sedikitpun pada orang-orang yang mencoba merayunya.
Sesampai di kantin, ia melihat sekitar mencari keberadaan Luciana dan akhirnya ia menemukan Luciana sedangan berkumpul dengan teman-temannya. 3 laki-laki yang membelakangi dia dan juga Yasmin.
Tanpa pikir panjang, ia langsung menghampiri kakaknya dan langsung duduk disebelahnya. Sontak saja 3 laki-laki itu ( Jackson, Demian dan Leon ) yang ada di depannya itu kaget bahkan sampai tersedak melihat kehadiran Helena.
“Ya! Elo kan adeknya Luci. Ngapain lo kesini? Ucap Leon.
“ya kuliah lah. Masa adek gue ngemis. lo pikir adek gue apa?” ucap Luciana ketus.
“gak usah ngegas juga bu. Orang nanya baik-baik juga. Gue Cuma kaget liat dia di sini” ujar Leon lagi. Sedangkan Luciana hanya mendengus kesal tanpa memperdulikan perkataan Leon.
“oh ya len. Lo mau makan apa? Disini ada macem-macem, enak lagi.” Tanya Luciana manja bahkan sampai memeluk tangan adeknya. Tentu saja itu mengundang kecurigaan Helena tapi dia pura-pura tidak tau saja.
“hmmm… kayaknya mie goreng sama es jeruk” setelah berpikir panjang.
“oke gue pesinin ya. Tapi teraktir gue ya. Dompet gue disita sama mommy gara-gara gue gak sengaja ngerusakin laptop” rayu Luciana. Helena sudah menduga hanya menjawab anggukan dan Luciana langsung melesat memesan makanan.
-BERSAMBUNG-