LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 43



FLASHBACK ON


Sebulan yang lalu.


HELENA POV


Hari ini benar-benar hari yang paling menyebalkan dalam hidup ku. Niatnya tadi ingin kekampus, belajar tapi malah menjadi korban kegilaan Jackson dan kali ini aku tidak bisa menahan emosiku lagi karena aku sudah lelah diperlakukan seperti ini.


Hilang sudah moodku untuk masuk kelas, aku lebih memilih pergi membawa mobilku dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota. di tengah-tengah emosiku yang sedang meluap, aku mendapatkan telpon dari


dewa. Awalnya aku malas mengangkatnya tapi telpon itu tidak berhenti berdering. Mau tak mau ia menjawab telponnya dari sambungan mobil.


“ada apa?” tanyaku to the point.


“astaga lo lama banget jawabnya. Lo gak tau apa gue udah kayak cacing kepanasan di sini” serunya di seberang.


“bodo. Cepet jawab kenapa” aku sedikit meninggikan suara.


“ok gue kasi tau”


“ada masalah. kak Bima hilang udah 3 hari. Kayaknya dia di culik tapi gue gak tau siapa. Gue udah coba ngelacak dia tapi susah banget ketemu.” Lanjut Dewa.


Sontak saja aku terkejut. “APA!!” tanpa sadar aku mengerem mendadak membuat mobil-mobil yang ada di belakangku membunyi-bunyikan klaksonnya sambil berteriak memberikan sumpah serapahnya kepadaku.


Tanpa memperdulikan mereka, aku membawa mobilku ke tepi. Masa bodo apa yang mereka lakukan sekarang yang terpenting adalah Bima.


“lo gak papa kan?” Dewa mendengar suara kegaduhan.


“gue tadi pergi kerumahnya tapi dia gak ada. Pelayan dirumahnya bilang kalo kakak gak pulang 3 hari. Gue pikir dia di markas ternyata gak ada. Ya udah gue coba lacak dia tapi hasilnya nihil. Kayaknya ada yang sabotase pengamanan kita” jelas Dewa.


“ok gue ngerti. Sekarang gue ke markas. Gue mau lihat seberapa cerobohnya kalian tim hacker sampek kecolongan segala dan suruh anak-anak lain buat kumpul di aula sekarang” titah Helena dengan suara datar tapi bisa di rasakan ada aura mencekam yang menyelimuti.


“okk..oke siap laksanakan” jawabnya gugup lalu mematikan telponnya.


Tanpa menunggu lama, aku kembali melajukan mobilku ke markas dengan kecepatan tinggi. Aku harus cepat kesana sebelum semuanya semakin berantakan. Di perjalanan aku juga tak lupa menghubungi satria untuk memberikan kabar dan perintah.


“halo om” sapaku setelah telponnya tersambung.


“halo Helena. Ada apa?” Tanya Satria di seberang.


“om, aku mau kasi tau kalo Bimbim lagi diculik dan aku harus cari dia. aku yakin ini ulah geng kepala naga hitam karena mereka selalu bikin ulah. Kali ini aku akan menghancurkan mereka sampai ketulang-tulangnya”


“jadi untuk sementara, om yang harus mengambil alih perusahaan sementara dan seperti biasa, jangan beritahu keluargaku” lanjut ku.


“tidak… tidak Helena. Kau tidak boleh pergi kesana. Itu berbahaya. Om tidak mau kamu masuk ke rumah sakit lagi dalam keadaan mengenaskan. Tidak. Om tidak akan mengijinkan” Satria membantah keras keinginanku.


“aku sedang memberitahumu bukan meminta ijin SA.TRI.A” ucapku sangat datar. Laki-laki paruh baya itu tau kalau aku sudah memanggil namanya tanpa embel-embel ‘om’ maka aku tidak ingin dibantah.


“baiklah. Akan saya laksanakan nona muda” dia langsung berbicara formal. Dan tanpa mengatakan apapun lagi, aku langsung mematikan telponnya.


Sekarang pikiranku terfokus pada Bima bahkan aku sekarang sudah tidak ingat kalau tadi aku sedang badmood karena si playboy karatan Jackson.


-BERSAMBUNG-