
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
Setelah melihat anaknya sudah tidak ada, Logan pergi masuk kekamarnya. Kini ia duduk termenung di sebuah sofa panjang. Tubuh dan pikirannya begitu lelah. Di masa tuanya seperti ini seharusnya ia menikmati waktu dengan keluarga kecil dengan bahagia tapi sekarang jangankan bahagia, tegur sapapun rasanya enggan.
Sibuk memikirkan keluarganya yang hancur, ia tidak menyadari sang istri masuk kekamar lalu duduk disebelahnya. Agnes memegang lengan Logan dengan pelan, menyadarkan laki-laki itu dari lamunannya.
Logan berusaha tersenyum kepada istrinya. “kau sudah di sini. Apa Kallie sudah tidur? Tanyanya pelan yang di jawab anggukan saja.
Bisa ia lihat raut wajah istrinya begitu sedih bahkan matanya masih sembab akibat menangis. Dengan lembut ia mengusap wajah Agnes menyalurkan kesedihan yang ia rasakan juga. Agnes menahan gerakan tangan Logan, ia mencoba meresapi sentuhan itu.
“apa dia akan terus seperti ini. Tidak menerima keberadaanku?” ucap Agnes.
Logan menggenggam kedua tangan Agnes. “maafkan aku, kau harus menderita seperti ini” ucapnya lirih.
Agnes menggelengkan kepalanya. “ini bukan tentang aku tapi tentang Jackson dan kau. Ini sudah bertahun-tahun hubungan kalian tidak baik bahkan lebih buruk. Apa tidak sebaik kita ceritakan sebenarnya”
“tidak sayang. Aku sudah berjanji dengan Sasha untuk tidak menceritakan semuanya. Dia berpisah dengan Jackson itu saja sudah membuatnya sedih apalagi kalo Jackson sampai tau yang sebenarnya, dia akan semakin sedih.” Tuturnya
Logan menghela nafas panjang sejenak. “mau bagaimana lagi. Kita berdoa saja agar suatu saat ada seorang malaikat turun dari langit menyelamatkan keluarga kita ini” ia membawa Agnes bersandar dibahunya lalu mengusap lembut kepalanya.
FLASHBACK ON
Bisa dibilang dulu Logan menikah dengan Sasha karena perjodohan yang tidak bisa ia hindari sehingga mau tak mau laki-laki itu harus memutuskan kekasihnya yang ia sangat cintai secara sepihak.
Selama menjalani bahtera rumah tangga Logan berusaha menjadi suami yang baik dan setia walaupun ia belum mencintai istrinya. Sedangkan Sasha sendiri, ia hanya menikmati kehidupan mewahnya tanpa melakukan tugasnya sebagai istri dan ibu yang baik.
Logan memang sudah mengetahui sifat Sasha yang seperti itu, ia selalu berusaha menasehati istrinya walaupun itu akan berujung pertengkaran. Mereka memang tidak pernah bertengkar di depan Jackson karena Logan takut itu
akan berpengaruh dengan tumbuh kembang putranya.
Tetapi suatu malam Logan mengetahui perbuatan busuk Sasha yang ia lakukan di belakang suaminya selama ini. Dia tidak pernah mengira bahwa orang yang selama ini tinggal di rumahnya adalah wanita jahat dan kejam.
“aku mau kita bercerai. Tidak sudi hidup dengan wanita gila sepertimu. Pergi kau dari rumah ini.” Bentak Logan.
“kau mengusirku? Hanya karena masalah sepele kau mengusirku dan menceraiku?” kata Sasha dengan nada tinggi.
“kau bilang sepele? Yang kau lakukan itu kriminal dan sekarang aku ingin kita bercerai kalo tidak kau harus membayar seluruh hutang orang tua mu padaku seumur hidupmu. sekarang semua keputusan ada ditanganku?”
“arrghh.. aku sudah kehilangan semuanya terus aku harus bekerja keras untuk membayar hutang tua Bangka itu. aku tidak sudi” pikir Sasha.
“baiklah aku setuju bercerai. Tapi aku mohon satu hal, jangan biarkan Jackson tau apa yang aku perbuat. Aku tidak mau dia membenciku. Kasihanilah aku ini” ucap Sasha memohon.
“hmmm… baiklah aku tidak menceritakan apapun pada Jackson. Biar dia tau sendiri dengan seiring waktu” Sasha tidak peduli dengan itu yang terpenting sekarang ini Logan harus tutup mulut.
“oke. Biarkan aku membereskan barang-barangku sebelum aku pergi” tanpa menjawab Sasha, ia langsung meninggalkan kamarnya dan berlalu ke ruang kerjanya.
-BERSAMBUNG-