LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 60



AYOOO... AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.


Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...


Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.


 


 


Selamat membaca.


.


.


.


Ke esokan harinya.


Seperti biasa setelah jam kuliah selesai, laki-laki yang mengenakan sweater berwarna abu-abu dengan celana jeans hitam dan tas ransel di bahunya melangkah menuju unit apartment Helena. Tetapi sesampai di sana, ia melihat pintu apartment tersebut terbuka sedikit.


Laki-laki itu berpikir kalau Helena lupa menutup pintunya yang sebenarnya tidak pernah terjadi karena gadis tersebut sangatlah teliti tentang semua hal. Membuang jauh-jauh pemikirannya itu, ia kembali melanjutkan langkahnya yan tertunda.


CEKLEK


Lagi-lagi Jackson di buat bingung bahkan matanya melotot tak percaya pasalnya ada seorang laki-laki dewasa membawa tas berukuran sedang keluar dari kamar Helena.


“siapa nih cowok, perasaan gue gak pernah liat. Atau jangan-jangan dia ini sugar daddy barunya  si bocah sombong. Heh… katanya cewek baik-baik ternyata gak betahan sama satu cowok. Mungkin ini alasannya dia gak terima tamu ke sini, takut ketauan.” Pikir Jackson sambil meneliti laki-laki tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala.


“ehhh… lo siapa? Kenapa bisa masuk di sini.” Tanya laki-laki tersebut.


“seharusnya gue yang nanya. Lo siapa, berani-beraninya masuk ke sini.” Sewot Jackson.


“yaelah, ngegas aja nih bocah. gak ada sopan-sopannya sama yang tua-an.”


“nih kenalin dulu. Dewa temen kerjanya Helena. Kalo lo?” lanjut Dewa sambil mengulurkan tangannya.


Sedangkan laki-laki yang melipat tangannya di dada, hanya melirik sekilas. “Jackson.” Sahutnya singkat.


Dewa menarik tangannya kembali lalu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, mencoba


menggingat sesuatu. “aaahhh… lo pembantu barunya Helen kan.” Serunya keras.


Seketika mata Jackson membulat. “dari mana lo tau? jangan sok tau deh.”


“ya dari Helen lah, emang dari siapa lagi.” Ucap Dewa enteng tanpa menyadari Jackson menatapnya tajam.


“terus bocah sombong itu ke mana? Kok gue gak liat dia dari tadi.” Laki-laki itu mencoba mengalihkan pembicaraan.


“oh iya hampir aja gue lupa.” Dewa menepuk kepalanya pelan. “dia lagi di rumah sakti, ini gue mau ke sana bawain baju ganti buat dia.”


“hmmm… kalo lo mau tau, ikut gue.”


Kedua laki-laki itu bergegas menuju ke rumah sakit bahkan membawa mobil di atas rata-rata. Penyebabnya tentu saja karena Jackson, walaupun dia berusaha tenang tetapi Dewa menyadari kalau laki-laki tersebut sedang panik dan khawatir.


.


.


.


BRAK!!


Pintu kamar VVIP di buka paksa dari luar sehingga membuat gadis yang sedang tidur miring dengan tangan kiri menopang kepalanya sedang membaca majalah dan ngemil terkejut.


Saat ia ingin marah pada orang yang mengganggu ketenanggannya tiba-tiba amarahnya menguap dan kembali lagi ke posisi awal. Ya, pelakunya adalah Jackson yang tidak sabaran masuk padahal pintunya tidak terkunci dan di susul oleh Dewa yang berjalan santai tanpa beban.


“Len, lo kenapa? kok bisa muka lo bonyok kayak gini. Terus ini kenapa kepala di perban? Perasaan semalem lo baik-baik aja. lo habis kerampokan di apart atau kenapa sih.” cerocoh Jackson panik melihat penampilan Helena.


“lo gak usah khawatir. Ini luka kecil aja.” sahut Helena santai.


Dewa duduk di kursi sebelah kasur lalu meletakkan barang-barang Helena di bawah. “luka kecil dari mana. Lo sampek gagar otak kayak gitu.”


“gagar otak” pekik Jackson makin terkejut.


“Cuma gagar otak ringan.” ralat Helena.


“lo cerita sama gue. Kenapa lo bisa kayak gini?” Jackson mendekati gadis itu lalu duduk di pinggir kasur.


“lo yakin mau tau?” laki-laki itu mengangguk cepat.


FLASHBACK ON


Saat ia membukakan pintu, ia kira itu Jackson tapi ternyata bukan dan yang datang adalah Vina cs. Tanpa di persilahkan, Vina meneroboh masuk dan kedua teman-temannya menarik kedua tangan Helena sehingga tongkatnya terlepas lalu memaksanya ikut masuk.


Sampai di ruang tamu, Helena di dorong sampai tersungkur di bawah kaki Vina. Dengan sombongnya wanita itu berjongkok lalu mengangkat wajah Helena dengan menari rambutnya.


“ehhh… cewek lumpuh. Berani ya lo godain cowok gue bahkan lo bawa suruh dia di sini sampek malem. Lo pasti tidur sama dia kan.” Cerca Vina.


“emangnya kenapa kalo dia tidur sama gue. Bukan urusan lo kan.” Helena tertawa


meremehkan.


Melihat gadis itu, Vina semakin marah dan langsung menampar Helena dengan brutal sampai bibirnya sobek. Namun gadis tersebut menerima begitu saja tanpa melawan dan berkata sekalipun.


“KURANG AJAR… DASAR PELACUR GAK TAU DIRI… RASAKAN INi L****…  LO AKAN MATI…”


-BERSAMBUNG-