LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 20



Halo semuanya…


Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.


Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.


Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.


Selamat membaca.


.


.


.


“kakak mikirin siapa sih? pasti pacar barunya?” Tanya Kallie lagi


“kakak gak mikirin pacar kakak kok. Eh… kamu tau dari mana kakak punya pacar? Jackson menatap bingung adiknya yang ada di pangkuannya itu.


“kakak kan selalu tidur di luar kalo udah punya pacar” ucap Kallie polos


GLEK…


Jackson menelan salivanya kasar. Ia tak menyangka kalau adik kecilnya ini selalu memperhatikan gerak-geriknya.


“besok kan minggu. Kamu mau gak jalan-jalan sama kakak” Jackson berusaha mengalihkan topik.


“jalan-jalan? Mau!!” seru Kallie


“eh tapi kita berdua kan kak? Gak sama pacar kakak”


“emangnya kalo sama pacar kakak kenapa?” Jackson balik bertanya.


“kalo sama pacar kakak. Aku gak jadi ikut deh. Setiap kakak ngajak Kallie, pacar-pacar kakak gak suka sama Kallie. Mereka bilang Kallie pengganggu, kadang-kadang paha Kallie di cubitin sampek biru kalo Kallie gak nurut sama Kallie” ujar Kallie sedih.


Mendengar perkataan Kallie, tentu saja membuat dia terkejut. Pasalnya setiap dia, Kallie dan mantan-mantan pacarnya pergi. Ia selalu melihat Kallie membuat masalah. Menangis minta pulang, memecahkan barang, ngamuk tidak jelas bahkan yang lebih parah menjambak rambut mantannya sampai rontok.


ia tidak mengira kalau perlakuan adiknya itu karena perbuatan mantan-mantan sialnya itu. ia menyesal pernah mengenalkan Kallie pada mereka yang membuat adiknya menderita.


“maaf kak. Kallie takut sama pacar kakak. Katanya kalo Kallie sampai ngadu ke kakak, mereka gak bakalan kasi Kallie ketemu lagi sama kakak” ujar Kallie sambil menunduk


“astaga Kallie. Maafin kakak ya, karena kakak kamu jadi disakitin sama mereka. Kakak janji, kakak gak bakalan ngajak kamu ketemu sama mereka lagi. Kita Cuma jalan-jalan berdua aja mulai sekarang. Maafin kakak ya” Jackson memeluk adiknya, meluapkan kesedihannya.


.


.


.


Di kamar Luciana.


Dia sedang asik tiduran sambil membaca novel kesukaannya, tiba-tiba ada suara yang mengganguna.


Tok. Tok. Tok.


“masuk” ia melihat sekilas siapa yang masuk.


“Luci mom mau bicara sama kamu” Merry langsung duduk di kasur.


“kenapa mom?” mendengar nada suara ibunya yang serius. Ia juga bangkit dan ikut duduk dihadapan Merry.


“Luci mommy minta sama kamu buat bujuk adek kamu buat kuliah di tempat kamu. jangan sampai dia keluar negri lagi”


Luciana menaikan alisnya sebelah “kenapa mom nyuruh aku?. Mom suruh aja sendiri, gak usah nyuruh-nyuruh Luci”


“kalo mom bisa bujuk dia. Mom gak mungkin nyuruh kamu. dia kan selalu nurutin kemauan kamu” Merry menatap anaknya jengah.


“hehehe iya ya. Tapi kenapa mom maksa banget Helen belejar disini. Sampek nyubit Luci kayak gitu ” ia menatap ibunya bingung.


“mommy itu khawatir sama adek kamu. kali dia belajar di luar negri, dia gak mungkin nyari temen apalagi pacar. Mommy gak mau ya anak mommy jadi perawan tua. Makanya mommy pengen Helen 1 kampus sama kamu. kamu kan bisa kenalin dia sama temen kamu dan mungkin aja ada yang nyantol sam adek kamu” ujar Merry panjang lebar


“ohh gitu. Tak kirain kenapa. Tapi iya sih, dia terlalu sibuk sama dunianya sendiri. Ya udah deh nanti aku coba” Luciana menyetujui ide Merry


-BERSAMBUNG-