
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan!!
...^_________^...
"Apa yang terjadi? Tidakkah kau keren kemarin? Aku mencoba untuk mengimbangi mu. Kau tidak menginginkannya." Kata Arrierty mengirim pesan dalam game.
"Teman aku hanya datang untuk bergabung diperayaan." Balas Virra membalas pesannya.
"Aku tidak bisa pergi atau tinggal." Kata Virra memikirkan cara menyelesaikannya.
"Ah! Aku ada ide!" Kata Virra girang dan memulai aksinya.
[Ramuan untuk dijual]
"Lihat disini, lihat disini! Ramuan baru di seduh dari ahli kimia tingkat tinggi. Aku kasih potongan harga 20%!" Kata VodooQueen berjualan mencoba mengalihkan perhatian mereka.
"Ramuan tingkat tinggi?"
"Potongan 20%? Sangat murah!?"
"Aku mau! Aku mau!"
"Beri aku! Beri aku!"
"Aku yang datang pertama!!"
"Aku juga mau jangan dipotong!"
Dan akhirnya semua orang yang membicarakan masalah tadi teralihkan oleh kelakuan Virra yang menjual ramuan tingkat tinggi berlabel diskon 20%.
"Punya beberapa permintaan. Berbaris! Berbaris!" Kata VodooQueen mencoba menerbitkan keributan tersebut.
"Aku datang duluan! Aku datang duluan!!"
"Baiklah, sekarang semuanya sudah habis." Kata VodooQueen memberi tahu.
"Kapan kau akan menjualnya lagi?"
"Benar! Kapan?"
"Kita lihat ketika aku merasa seperti itu." Kata VodooQueen asal jawab.
"Ah! Ayo pergi! Pergi!"
"Sana, sana! Bubar!!"
Semua orang yang berkerumun pun bubar berpencar melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
...^_________^...
Saat VodooQueen akan pergi dari tempat tersebut, ada yang menghambatnya.
"VodooQueen!" Seseorang memanggilnya.
VodooQueen pun mencarinya, ternyata dia berada di bawah jembatan, di pinggir sungai dekat pohon besar.
Posisinya VodooQueen berada diatas jembatan dan seseorang tersebut berada dibawahnya.
Mereka saling berhadapan dan bertatapan dari jarak jauh.
"Remington?" Gumam VodooQueen.
"Pemain dengan peringkat teratas dalam server, Remington?" Kata VodooQueen terkejut bukan main.
'Jagoan, idola dan kaya!' Puji VodooQueen.
VodooQueen pun turun dari atas jembatan dan menghampiri Remington yang masih tetap berdiri di bawah pohon besar.
"Remington, apakah kau ingin berbicara denganku?" Tanya VodooQueen saat mereka sudah saling berhadapan.
"Apa yang kau pikirkan tentang pernikahan ini?" Tanya Remington.
'Apa dia juga datang untuk bergosip?' Batin Virra terheran-heran.
"Ini sangat meriah." Jawab VodooQueen jujur.
"Apa kau menginginkan pesta pernikahan yang megah?" Tanya Remington lagi.
Virra bingung mau menjawab apa dan bagaimana, dia hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan Remington ucapkan.
"Jadilah pasangan ku!" Kata Remington tiba-tiba.
Virra yang diam sedari tadi dan mendengar hal tersebut pun terkejut bukan main.
"Hah!!" Kata Virra syok.
"Hahaha! Apakah akunmu di hack?" Kata VodooQueen mencoba tak percaya
"Kau sudah baca berita terakhir di website resmi? Tentang pertandingan dari Condor Heroes." Kata Remington mencoba menjelaskan.
"Ya!" Jawab Remington.
"Kenapa aku?" Tanya VodooQueen heran.
"Karena kau satu-satunya pemain wanita yang masuk di Top Ten." Jawab Remington jujur.
'Tuan Remington pemain yang sangat kuat dan dia peringkat pertama. Jika dia jadi sekutu ku, maka aku akan memiliki kesempatan yang besar untuk jadi yang nomor satu di server. Pertama kalinya aku mencari pasangan karena misi ku. Apakah aku ingin melakukannya lagi untuk memenangkan pertandingan? Tapi sekali lagi, kalau bukan karena pertandingan atau misi, kenapa aku harus bersekutu dengan orang asing? Hadiah uangnya sangat menarik!' Batin Virra berperang batin.
"Ayo lakukan! Ayo pergi ke Stone Three Lives sama-sama." Kata VodooQueen bergegas pergi.
"Tunggu! Aku harus siap-siap untuk itu. Sampai jumpa pukul 08:00 tiga hari lagi." Kata Remington memberi tahu.
"Bersiap untuk apa?" Tanya VodooQueen bingung.
"Penjamuan Condor Heroes." Jawab Remington.
"Yang kita butuhkan adalah kesaksian publik. Tidak perlu membuat kehebohan pada pertandingan, kan?" Kata VodooQueen memberi pendapatnya.
"Pesta pernikahan Remington tidak pernah sederhana." Sombong Remington dan pergi begitu saja.
Remington pergi meninggalkan VodooQueen yang diam saja belum mencerna perkataan Remington.
...^_________^...
Di asrama pria Universitas Pemoeda, terdapat 3 orang pria yang berbeda-beda karakter sedang sibuk masing-masing kegiatannya.
Pria bernama Ravan Abercio terlihat sedang logout dari game Solve Mission Mates dengan wajah tersenyum bahagia.
"Setiap hari sama, kecuali hari ini. Guys, aku dapat berita bagus! Berita hebat! Kita akhirnya mengakhiri kejombloan kita." Kata seorang pria yang baru saja datang.
Ternyata tidak ada seorang pun dari ke-tiga teman sekamarnya yang merespon, mereka sibuk pada kegiatannya masing-masing.
Ravan sibuk senyum-senyum sendiri, Bevan membaca sambil rebahan di kasur nya dan Davie sibuk berkaca melihat wajahnya yang biasa-biasa saja.
"Bisakah kalian memberi ku sedikit reaksi?" Tanya Grady kesal.
"Apa jomblo menjadi masalah yang besar? Aku sangat bahagia sendiri." Jawab Davie yang masih berkaca dan sebentar mengalihkan tatapannya kepada Grady.
"Tidak heran kau masih jomblo. Aku serius!" Kata Grady sangat jujur.
"Beberapa waktu lalu, aku bertemu seorang gadis. Dia si cantik kampus. Ingat?!" Kata Grady sembari duduk menghampiri Davie.
"Aku pikir juga begitu. Namanya Keyva Habib, kan?" Tanya Davi tak ingat.
"Siapa habib? Habib adalah keturunan nabi. Namanya Keyva Labib.
Ravan yang sedang membaca buku hanya bisa tersenyum atas kepikunan Davie yang memang paling tua di antara mereka.
"Maafkan aku..." Kata Davie merasa tak enak hati.
"Bagaimana dengannya? Apakah dia menyukaimu?" Tanya Bevan mengejek.
"Tentu saja! Aku pria hot! Dia gila jika tidak menyukaiku, jadi aku hanya menunggunya untuk merayu ku." Kata Grady pede dan berpose duduk di atas meja dengan menaikkan satu kakinya.
"Akhirnya aku mendengar dari dia hari ini. Dia bilang komputernya rusak dan meminta kita memperbaiki itu untuknya." Kata Grady sambung.
"Eh! Bagaimana itu bisa rusak?" Tanya Bevan kepo.
"Aku pikir memori internalnya yang rusak." Jawab Grady seadanya.
"Membosankan! Itu sepotong kue!" Kata Bevan remeh.
"Tidak heran kalian berdua masih jomblo. Biarkan aku memberi kalian petunjuk." Kata grady sembari menunjuk-nunjuk Bevan dan Davie.
"Nih! Ya! Kita bisa pergi ke asrama perempuan, memperbaiki laptop nya dan makan malam dengan nya, mungkin kemudian..." Jelas Grady terpotong.
"Aku tertarik, tapi bagaimana jika tidak ada yang disukainya?" Kata Davie merendah.
"kita harus rendah hati. Target kita bukan gadis tercantik itu. Ini teman-temannya yang harus kita ikuti. Kita harus meninggalkan si cantik kampus untuk..." Kata grady melirik Ravan mengkode.
"Aku sudah menikah di game. Suatu hari aku akan mengenalkan nya ke kalian." Kata Ravan santai secara tiba-tiba.
Mata mereka bertiga semua membola terkejut, mereka berdiri dan menghampiri Ravan yang masih tenang membaca buku untuk mengintrogasi nya secara bersama-sama.
"Kau sudah menikah di game?" Tanya Grady sembari menunjuk-nunjuk Ravan mencoba mengintimidasinya, tetapi Ravan tetap tidak merasa terintimidasi.
"Karena sekarang aku sudah menikah, tidak pantas untukku memperbaiki komputer gadis lain. Kau bisa pergi jika kau mau." Jawab Ravan menyimpan bukunya yang sudah dia baca, menepuk pundak Grady dan bangkit dari duduknya.
"Ravan! Bisakah kami bertemu istrimu?" Tanya Grady menahan bahu Ravan.
"Yeah! Kakak ke-tiga katakan padaku! Gadis seperti apa yang sebenarnya bisa luluhkan hatimu?" Tanya Bevan kepo.
...^_________^...
Jangan lupa VOMENT!!! Dan terimakasih atas vote dan membacanya