
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
Hari demi hari kejailan Jackson terus berlanjut bahkan sekarang ia merasa jika sehari saja tidak menjahili Helena seperti ada sesuatu yang kurang dan ya, ini adalah hobi barunya. Ada saja laki-laki itu lakukan untuk menghancurkan hari gadis itu mulai dari menumpahkan kopi di laporannya, merobek ban mobilnya dengan cutter, menempelkan permen karet di rambutnya dan sebagainya.
Sebenarnya Helena ingin sekali membalas perlakuan Jackson tapi mau tak mau ia harus menahan emosinya untuk mencelakai laki-laki itu bahkan membunuhnya. Mungkin bagi orang-orang yang mengenal siapa Helena akan menganggap ini sangat aneh karena ia masih sabar dengan seseorang yang sudah bermain-main dengannya.
.
.
.
“Jackson papa perhatiin akhir-akhir ini kamu kuliah semangat banget, kenapa?” Logan benar-benar penasaran kenapa anaknya sekarang terlihat lebih cerah dari pada yang dulu.
“gak papa kok” jawabnya singkat sambil menikmati sarapannya.
Ya, kini keluarga Bernadette sedang sarapan bersama. Biasanya saat mereka makan tidak ada satupun yang membuka suara tapi tuan Bernadette tidak bisa menahan rasa gatal ingin bicara pada putranya. Di saat mereka
membicarakan Helena beberapa waktu lalu, sikap Jackson kembali seperti semula bahkan sangat dingin.
“boong pah. Pasti kakak lagi mikirin pacar barunya” celetuk Kallie yang mulutnya masih penuh dengan makanan.
“makanya kalo makan tu yang bener” ujar Jackson lagi.
“iya kak” jawabnya sekenannya.
“kamu beneran sudah punya pacar? Kenapa gak pernahdi bawa kesini. Papah kan pengen liat calon mantu papah.” Cerocos Logan.
“gak usah, gak penting” mendengar penuturan Jackson membuat Logan yang tadinya bahagia malah jadi murung. Ia mengira bahwa anaknya tidak sudi mengenalkan kekasinya pada sosok yang sangat ia benci.
Melihat sekilas perubahan raut wajah ayahnya. “mereka bukan calon mantu papah. Nanti kalo sudah pas baru aku kasi tau” Jackson membenarkan perkataannya agar ayahnya tidak salah paham maksud dia.
“ah… begitu” seketika ada rasa lega di hati Logan.
“oh ya bagaimana hubungan kamu sama Helen?”
Mendengar nama Helena disibut membuat ia menghentikan kegiatannya menyuap makanan lalu menatap Logan. “maksud papah apa?” tanyanya bingung.
“maksud papah kalo hubungan kamu sama dia itu baik. Papah mau minta tolong kamu buat undang dia dateng keremuh kapan-kapan untuk makan malam. yah itung-itung sebagai tanda ucapan terimakasih karena sudah nolong papah dulu” jelas Logan.
“kenapa gak papah sendiri yang ngundang dia, kenapa harus aku?” Jackson di buat semakin bingung.
“ma..masalahnya. ki…ta gak begitu kenal sama dia. Kita undang dia supaya saling mengenal lebih dekat. Papah kamu baru sakali ketemu sama dia sedangkan mamah belum” tutur Agnes terbata-bata karena takut jika Jackson akan marah jika ia juga ikut campur.
“bentar… bentar dulu. jadi maksudnya kalian, kalian gak tau dia itu siapa dan kalian hanya tau kalo dia yang nolong papah. Gitu pah, tan?” dia memandang keduanya yang menjawab dengan anggukan pelan.
“astaga. Kenapa kalian membuat aku semakin bingung. Sebenarnya apa yang kalian tutupin dari aku. Kenapa aku harus seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa di hadapan kalian” serunya.
“suatu saat kamu pasti tau nak. Percaya sama papah”
“jadi gimana kamu bisa ngundang dia kan?” lanjut Logan.
“huft… aku gak tau dia bakal mau atau gak secara hubungan kita gitu-gitu aja” jeda Jackson yang coba mengingat sesuatu.
-BERSAMBUNG-