LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 53



Seketika tubuh Vina tegang, dia baru ingat kalau ini sudah mendekati 3 bulan mereka pacaran dan itu berarti masa penentuannya akan di pertahankan oleh Jackson atau tidak. Tapi ia yakin bahwa kekasihnya tidak mungkin ingin berpisah darinya karena selama ini ia selalu memberikan kepuasan pada laki-laki itu walaupun sebenarnya ia tidak tau bahwa Jackson tidak pernah merasa senang ataupun puas dengan layanannya termasuk mantan-mantan kekasihnya.


“aaahhh… untung lo ingetin gue Dem. Hampir aja gue lupa” ucap Jackson.


Ia beralih kepada kekasihnya lalu berkata. “gak usah nungguin 3 bulan. Gue udah bosen sama lo. mulai hari ini kita putus.” Sontak saja Vina, Jessica dan juga Yana terkejut.


“kok gitu sih sayang kan selama ini kita baik-baik aja. Aku cinta sama kamu. Kamu gak boleh ninggalin aku gitu aja. Aku sudah serahin semuanya termasuk ‘itu’. kalo misalnya nanti aku hamil gimana. Aku mohon jangan tinggalin aku. Aku gak mau pisah sama kamu” Vina menggenggam tangan Jackson dengan mata yang berkaca-kaca namun di tepis begitu saja olehnya.


“Vin… Vin… gak usah jadi cewek muna deh. Lo kan tau kalo lo bukan cewek pertama yang gue tidurin dan yang gue inget lo udah gak perawan pas gue pakai.”


“lebih baik lo pergi jauh-jauh dari gue dan jangan pernah nemuin gue dengan drama lo hamil karena itu gak mungkin terjadi. Kan gue pakai K***** dan kalo pun lo hamil beneran\, gue gak sudi jadi bokap dari anak yang gak jelas bokap aslinya siapa.” Jelas Jackson


“ta…tapi sayang__” ia tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena kekasihnya beserta teman-temannya sudah meninggalkan dia begitu saja.


“udah Vin. Yang sabar ya” Yana mencoba menenanginya sambil mengelus bahunya.


“lo gak boleh diem aja Vin. Jackson kayak gitu gara-gara udah tergoda sama anak baru tu. Kita harus beri dia pelajaran. Di harus tau siapa kita. Gue gak terima lo di injek-injek kayak gini.” tutur Jessica yang sudah tidak tahan menonton temannya di permalukan seperti itu dan juga sebenarnya dia juga merasa panas karena Demian menyukai Helena.


“lo bener Jess. Kita harus beri dia pelajaran. Gue gak mau Jackson jatuh ke tangan dia bahkan siapapun. Jackson Cuma milik gue. Nanti kita ikutin mereka pergi supaya kita tau di mana rumah cewek j***** itu” ucap Vina dengan mata yang berapi-api.


Sore hari setelah jam mata kuliah selesai seperti yang di janjikan, lima sekawan itu pergi menuju apartment Helena dengan mobil mewah mereka masing-masing.


.


.


.


DUK. DUK. DUK. DUK.


Gedoran pintu yang sangat keras dan beruntun itu membuat Helena yang sedang asik tiduran di sofa menonton drama korea sambil memakan mini macaron yang ia buat tadi tergangu. Dengan berat hati, ia mengambil


tongkatnya lalu merjalan sedikit tertati-tahit menyuju monitor pintu apartmennya. Bukannya senang melihat siapa yang datang, ia malah semakin kesal.


“ini pasti gara-gara Julia yang mulutnya bocoh. Awas aja, gue potong bonusnya bulan ini biar dia kapok ngelanggar perintah gue” sungut Helena sambil menekan tombol monitor agar pintu tersebut terbuka dengan otomatis.


“aduhhh… dasar adek durhaka. Buka pintu gak bilang-bilang, kan jadinya sakit. Awas minggir kalian.” seru Lucianayang sudah berhasil bangun tapi masih memegang pinggangnya begitu juga yang lainnya.


“Len… kaki lo kenapa di gips kayak gitu” pekik Yasmin yang sontak saja membuat mereka melotot memandangi kaki kanan Helena.


Gadis itu kembali berjalan kesofa lalu berkata. “gak papa Cuma kecelakaan kecil” sahut Helena sekenannya tetapi jawaban ambigu itu membuat empat orang itu berpikir ini kesalahan Jackson sampai membuatnya terluka.


“jadi ini alasan dia ngilang selama sebulan ini. Pasti dia ugal-ugalan bawa mobil gara-gara marah sama gue. Duhhh b*** banget sih lo Jackson” batin Jackson.


“ngapain berdiri di sana. Ayo duduk” mendengar seruan Helena, mereka langsung duduk di sofa.


“lo sakit kenapa gak bilang-bilang ke gue sih. gue kan khawatir lo kenapa-napa apalagi mommy dan daddy gak tau juga lo kemana. Kalo mereka tau lo kayak gini, mereka bakal bawa lo tinggal di mansion bukan di sini kan gak ada yang jaga” cerocos Luciana dengan wajah cemberut.


“lo gak usah khawatirin gue yang lo harus khawatirin itu lo sendiri kak. Kalo mommy sama daddy tau gue sakit, siap-siap aja buat libur shopping selama sebulan.” Ucap Helena santai sambil melanjutkan nonton dan ngemilnya.


“bener-bener adek durhaka” Luciana langsung merampas cemilan Helena dari pangkuannya dan memakannya bersama Yasmin tanpa melihat adiknya yang menganga memandangnya.


“eh Jack, gara-gara lo tu anak orang masuk rumah sakit. Tanggung jawab lo tu, jangan diem doang” bisik Leon di sebelahnya.


“itu juga gue tau dodol. Diem lo” ucap Jackson sewot.


“hmm… len. Ini gak ada minuman apa, dari tadi gue haus” inisiatif Demian.


“kalian dateng tiba-tiba gak di undang main nyuruh aja. dasar tamu gak ada akhlaknya” gerutu Helena sambil melangkah menuju dapur. Ia masih memiliki etikat baik untuk menjamu tamunya.


Setelah gadis itu menghilang di balik tembok, segera demian memberika kode menyusul Helena ke dapur. Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu bergegas menghampirinya.


Saat sampai, ia sedikit ragu mendekati Helena. Tetapi setelah menenangkan diri sejenak, ia meyakinkan diri mendekati gadis tersebut.


“Helen…” panggilnya sambil menepuk bahu gadis itu pelan. Sontak saja membuat Helena sedikit terkejut lalu memutar badannya. Untuk beberapa saat mata mereka bertemu, entah apa yang mereka pikirkan tapi jantung mereka berdetak begitu cepat seperti habis lari marathon. Apa ini yang namanya cinta?


-BERSAMBUNG-