
AYOOO... AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.
Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...
Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.
Selamat membaca.
.
.
.
“emangnya mobil aku kenapa?” Tanya balik Jackson pura-pura tidak tau.
“itu mobil kamu di garasi hancur terus gak ada bannya. Kamu habis kena begal atau gimana sih. kalo bener di begal papah akan laporkan ini ke polisi” kata Logan sambil morogoh ponselnya di saku celana.
Sontak saja Jackson sangat gugup di buatnya. Bagaimana tidak, kalau papahnya melaporkan ini ke polisi bisa-bisa bukan Helena yang mendapatkan hukuman penjara tetapi dia yang akan di hukum melanjutkan sekolah ke luar negri oleh Logan. Ia tidak mau hal itu terjadi.
Dengan cepat ia mencekal tangan Logan lalu berkata. “pah… pah… gak usah hubungin polisi. Itu semua salah Jackson. Ja… jadi gak perlu ngubungin polisi.”
Logan mengernyitkan dahinya.”maksud kamu apa?”
“hmmm… itu sebenarnya… sebenarnya Helena bales dendam ke Jackson karena suka bikin dia kesel jadinya dia rusakin mobil aku sampai kayak gitu deh.” Jackson memaksakan untuk tersenyum.
“rusak? Bukan cuma rusak depan, belakang, samping tapi atap mobilnya juga rusak gara-gara dia?” Tanya tak percaya.
Jackson mengangguk pelan. “di cungkir balikin.”
Seketika tawa Logan pecah mendengar penuturan anaknya. Ia benar-benar tak percaya apa yang anaknya pikirkan sampai membuat gadis cantik itu marah dan menghancurkan mobilnya.
“Jackson… Jackson… kan papah sudah ingetin kamu jangan bikin dia marah. Untung aja mobil kamu yang di apa-apain bukan kamunya. Kalo gak bisa gila kamu di buatnya” ujar Logan sambil menepuk bahu anaknya pelan.
“papah kok doain aku yang enggak-enggak sih?”
“papah bukan doain kamu tapi papah ingetin kamu. dia itu wanita berbahanya, jangan karena mengikuti kebodohanmu itu bisa membuat hidup kamu hancur. Ok kalo kamu gak peduli hidup kamu tapi kamu pikirin keluarga ini dan juga adek kamu, kita semua akan kena imbasnya. Orang-orang seperti dia itu gak bakal puas sebelum semua orang di dekat musuhnya juga sengsara.”
“masa sih? jangan nakut-nakutin deh pah.”
“kalo kamu gak percaya ya sudah. Yang penting papah sudah mengingatkan kamu” setelah berkata seperti itu, Logan berlalu menaiki tangga meninggalkan anaknya seorang diri.
“pah mobil aku gimana?” ia kembali mengingat mobil kesayangannya.
“besok papah buang dan sebagai hukuman karena kamu gak nurut sama omongan papah, semua mobil-mobil kamu papah sita. Jadi terserah kamu mau naik apa ke kamupus yang pasti untuk bulan ini uang jajan kamu papah potong.”
“papah gak peduli” setelah itu laki-laki paruh baya tersebut hilang dari balik pintu kamarnya.
.
.
.
Ke esokan harinya jam sembilan pagi, tidur nyenyak laki-laki itu harus terusik mendengar suara ponselnya terus berdering memaksanya untuk bangun. Ternyata yang menghubunginya adalah Helena yang sedang marah-marah karena dia belum datang ke apartmentnya. Mau tak mau ia harus mandi secepat kilat bergegas ke sana menggunakan taksi online tanpa sarapan sedikitpun.
Ia takut jika membuat gadis itu marah dan akan berbuat nekat seperti yang di katakana papahnya. Perkataan papahnya benar-benar mengusik ketenangannya.
Tanpa menunggu pemilik apartment membuka pintunya, ia sudah lebih dulu menekan password. Ya, semenjak kemarin Helena sudah memberi akses masuk padanya agar gadis itu tidak perlu repot-repot membukakan pintu untuknya.
“apa?” Jackson menghampiri Helena yang sedang bersantai di ruang tamu sambil menonton drama korea.
“lelet banget sih jadi orang. Udah siang nih, baru dateng.Kalo gak niat kerja ya udah sana, gak usah ke sini lagi” ketus Helena tanpa mengalihkan pandangannya.
“yaw ajar lah. Gue kan capek kerja seharian gak kayak lo Cuma ngomel aja bisanya.” sunggutnya sambil duduk di single sofa sebelah gadis itu.
“tau ah… sana cepet kerja sebelum gue emosi liat muka lu”
Dengan memajukan bibirnya, ia dengan berat hati beranjak dari sana. Tetapi sebelum ia benar-benar berdiri, perutnya meronta-ronta ingin di isi. Seketika ia kembali duduk dengan wajah merona menahan malu.
“lo belum makan?” Tanya Helena yang berusaha menahan tawanya.
“udah kok”
KRUYUKK…
Ia memejamkan matanya lalu menunduk menyembunyikan wajahnya merahnya menahan malu. Di dalam hati, ia sibuk mengutuki dirinya sendiri sampai tidak menyadari kalau majikan sementaranya itu menatapnya geli dan konyol.
“mau gue buatin nasi goreng?” tawar Helena datar.
“mau… mau…” rasa malu yang tadi mengelilinginya seketika menguap begitu saja dan di gantikan dengan wajah menggemaskan.
Sekuat tenaga gadis itu menahan tawa. “ya udah tunggu di sini”
“gue ikut” laki-laki itu segera membantu gadis itu berjalan lalu duduk di meja makan sambil melihat gadis itu sibuk memasak.
Tiba-tiba seperti ada perasaan yang menggeliti di dadanya melihat pemandangan ini. seakan-akan seperti suami sedang menemani istrinya memasak. Jika suatu saat ia dan Helena nantinya menikah, ia pasti menjadi laki-laki brengsek yang paling beruntung di dunia ini. istri yang cantik, pintar masak, bisa melayani suami apalagi di atas kasur. Membayangkannya saja sudah membuatnya membuatnya tegang.
“nih nasi goreng sosisnya udah jadi” ucap Helena membuat lamunannya buyar.
Dari aromanya saja membuat perutnya semakin moronta-ronta dan tanpa menunggu lama ia langsung memakannya tanpa melirik kiri kanan. Ia sungguh-sungguh menikmati sarapannya yang agak kesiangan ini. Ia akui sekarang bahwa semua masakan yang Helena buat selalu enak.
-BERSAMBUNG-