
AYOOO... AYOOO... AYOOO... Kesayangannya Author.
Jangan bosen-bosen buat Like, Comment, dan juga VOTE-nya ya...
Sekalian tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an selanjutnya.
Selamat membaca.
.
.
.
“loh jack, perasaan lo tadi udah cabut kok masih ada di sini aja?” Tanya Demian heran.
“lo tau di mana Vina?” Jackson tidak menjawab pertanyaannya.
“emangnya kenapa, tumben-tumbenan lo nyari dia. oh gue tau pasti ‘itu’ lo kedinginan kan.” Benar-benar Leon selalu bisa membuat mereka ketawa karena kekonyolannya.
“BERISIK!! GUE TANYA DI MANA DIA” sontak saja mereka semua terkejut apa lagi Luciana dan Yasmin yang ketakutan di bentak Jackson.
“ta… tadi gu… gue liat di ka… kantin.” Jawab Yasmin terbata-bata.
Jackson langsung pergi begitu saja tanpa meminta maaf ataupun memandang teman-teman. Fokusnya saat ini adalah menemukan keberadaan mantan kekasihnya itu.
.
.
.
Jessica dan Yana sesekali melirik Vina yang hanya melamun sambil mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat untuk memakannya. Tiba-tiba…
“menurut lo berdua, kejadian kemaren ada tau gak ya?” Tanya lirih.
“kayaknya gak mungkin deh, Vin. Secara kita datengnya malem-malem dan waktu itu di apartnya kan gak ada orang.” Tutur Yana.
“emangnya kenapa lo nanyain itu?” Tanya Jessica.
“yaaa… gue gak mau kejadian semalem ketauan. Bisa-bisa kita masuk penjara. Ogah gue” serunya
Jessica mengangguk pelan lalu berkata. “lo tenang aja. kita pasti aman. Lo lebih baik mikirin bagaimana cara deketin si Jackson lagi. Kan, ‘hama’ nya udah musnah jadi gak ada yang bisa ganggu lo lagi.”
“bener tuh.” Timpal Yana setuju.
“kalian bener juga ya. gue harus fokus buat naklukin Jackson. ngapain juga gue mikirin orang mati. Gak penting amat.” Ucap Vina menyeringai.
Akhirnya perempuan itu makan dengang lahap melupakan masalah kemarin, sekarang ia sangan bersemangat memikirkan bagaimana nantinya dia dan Jackson kembali bersatu. Pasti sangat bahagia apalagi sampai menikah.
Sibuk dengan khayalannya, ia sampai tidak mendengar panggilan teman-temannya yang memberitahu Jackson sedang mendekati meja mereka.
PLAK
Vina di tarik paksa oleh laki-laki itu hingga berdiri lalu tanpa aba-aba sebuah tamparan keras di pipinya bahkan ia sampai tersungkur.
Sontak saja Jassica, Yana, teman-teman Jackson dan semua orang kantin menjadi terkejut begitu juga Vina yang belum sadar penuh dari lamunannya.
“perempuan gak tau diri. Berani-beraninya lo dan temen-temen lo ini ngeroyok Helen sampek masuk rumah sakit. Dasar gak punya otak.” Sarkah Jackson.
“jadi dia masih hidup?” pekiknya tak percaya tapi dari raut wajahnya seakan-akan kesal.
“Helen masuk rumah sakit lagi?” Tanya Luciana.
“iya. Ini semua karena dia yang mau ngebunuh adek lo di apartnya.”
PLAK
Lagi-lagi Vina mendapatkan tamparan lagi di pipi yang sama. Namun bukan dari Jackson melainkan dari Luciana. “berani lo nyentuh adek gue. Sini lo, gue hancurin muka kayak pantat ayam lo tu.” Demian memegangi lengan Luciana untuk mejauh lalu menenangkan emosinya yang memunjak sebelum gadis itu menampar Vina lagi bahkan berbuat yang lebih jauh.
Vina bangkit berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya. “kenapa? kenapa kamu khawatir banget sama cewek jalang itu. aku ini pacar kamu, seharusnya kamu lebih merhatiin aku bukan dia.” teriaknya.
“jaga baik-baik mulut lo, Vin. Dia punya nama. Dan sekali lagi gue ingetin sama lo, kita udah gak ada hubungan lagi. Kita udah putus, jadi gak usah nganggu hidup gue” Jackson ikut berteriak yang tersulut emosi.
“apa kamu suka sama dia?”
“mau gue suka atau gak itu gak penting tapi jangan pernah sekali-kali lo nyentuh orang-orang gue sebelum gue yang ngebunuh lo nanti.”
Setelah itu jackson dan teman-temannya pergi kantin yang sudah di penuhi cibiran dan tatapan sinis ke Vina dan teman-temannya.
“TUTUP GAK MULUT KALIAN. BERISIK!!” bentak Jessica membungkam mereka semua tapi tidak dengan tatapan sinisnya.
“sudah Vin, tenangin diri lo. kita cari cara lagi buat nyingkirin cewek murahan itu ya” hibur Yana sambil mengusap-usap bahunya Vina.
.
.
.
Di tempat lain, Helena dan Dewa pun ikut menyaksikan bagaimana Vina di permalukan oleh mantan kekasihnya itu dari rekaman video yang dikirim anak buahnya untuk memata-matai.
“suruh om Satria menghidangkan makanan utamanya” titah Helena yang langsung di kerjakan Dewa
-BERSAMBUNG-