LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 31



Halo semuanya…


Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.


Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.


Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.


Selamat membaca.


.


.


.


Helena dan Bima sudah seperti kakak beradik. Usia mereka terpaut delapan tahun. Bagi Helena, Bima adalah tempat ia beristirahat dari semua kenyataan hidupnya. Saat ia lelah bekerja, mengurus keluarga, melindungi  semua orang yang disisinya, Bimalah yang bisa membuat dia menjadi lebih santai bahkan menjadi dirinya yang manja seperti dulu.


Sedangkan Bima. Bagi bima, Helena adalah barang yang mudah pecah. Mungkin karena portolongan Helena kepadanya dan kedua adik kembarnya dulu dan juga karena ia bisa melihat sosok Helena yang sangat rapuh dibalik topeng kekejaman dan dinginnya itu. dia bersumpah pada dirinya sendiri untuk melindungi Helena seumur hidupnya.


>> back to topic.


“apa ada sesuatu yang terjadi padamu? Kau terlihat sangat lelah. Apa karena laki-laki bernama Jackson itu”? tebak Bima.


“kalo kau sudah tau kenapa nanya lagi” ucap Helena ketus membuat bima terkekeh sendiri.


“ayolah yang marah-marah seperti itu. tidak baik untuk kesehatanmu” Bima sesekali mengelus lembut rambut Helena.


Baru Helena membuka mulut tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lalu orang itu menerobos masuk begitu saja tanpa memperdulikan Helena yang akan memarahinya.


Dengan santainya ia duduk dihadapan Helena sambil meluruskan kakinya diatas meja.


“kakak, lo gak peduli sama gue ya. Kenapa elo selalu nemuin Helen lebih dulu dari pada dari pada nemuin adek lo yang satu ini. Sebenernya adek lo itu gue apa Helen sih” seru Dewa.


“heh. Pak direktur, apa anda bisa jaga sikap anda. Ini ruangan saya” ucap Helena ketus. Ini lah dewa, untuk menutupi identitasnya sebagai hacker ia menjadi salah satu direktur di perusahaan ini.


“bodo amat” ucapnya singkat yang membuat Helena mengeram sendiri.


“iya kak” gumamnya pelan dan langsun menurunkan kakinya.


“oh ya kak. Gue denger pak Wira di bawa ke markas. Emangnya buat masalah apa tuh orang?”


“jangan Tanya kakak. Tananya tuh orang yang bersangkutan” Bima menunjuk Helena dengan dagu.


“kasus apa Len” Tanyanya lagi.


“tau… gak jelas banget… korup buat beliin anak mobil” jawab Helena dengan sangat malas.


Tok. Tok. Tok.


Mendengar suara ketukan Helena memerintahkan orang itu masuk. ternyata yang masuk adalah Julia yang sedang membawa nampan berisi minuman dingin dan beberapa cemilan.


“nona muda, ini munumannya”


“letakan di meja” tanpa di suruh dua kali ia langsung meletakkan makanan dan minuman yang ia pegang. Setelah itu ia kembali menegakkan dirinya.


“nona, nanti jam sebelas anda harus pergi ke kampus karna hari ini anda memiliki jadwal kuliah” ujar Julia.


“baiklah. Kalo misalnya ada yang penting langsung hubungi aku. Kalo ada berkas yang perlu aku urus hari ini bawa saja ke apartmenku. Jangan menggangguku kalo tidak penting”


“baik nona muda. Kalo gitu saya permisi” setelah membungkukan sedikit badannya, ia langsung beranjak dari tempat itu.


Tanpa semua orang sadari Dewa menatap Julia dengan tatapan yang penuh binar. Ada suatu getaran di dadanya yang tidak pernah ia rasakan selama ini.


“Len, dia itu sekertaris lo yang baru ya? Kenalin dong sama gue” kata Dewa to the point.


Seketika Helena menjadi tersedak saat makan kukis. Dengan sigap Bima memberikan Helena minum.


Setelah ia merasa sudah mendingan. “kenapa lo tiba-tiba tertarik sama sekertaris gue. Biasanya gak tuh” Helena menatapnya bingung.


-BERSAMBUNG-