
Ternyata pertengkaran mereka terus berlanjut sampai-sampai keluarga Bernadette bisa merasakannya juga. awalnya Logan mengira pertengkaran mereka akan berakhir cepat tapi ini sudah hampir seminggu mereka saling mengacuhkan bahkan semakin parah.
Helena dan Jackson bisa di bilang pisah ranjang, pasalnya wanita itu semakin gila kerja dan pulang di pagi hari sedangkan Jackson lebih menghabiskan waktunya bersenang-senang tanpa memperdulikan orang rumah khawatir menunggunya.
Di saat semua orang resah memikirkan nasib Helena dan Jackson yang semakin merenggang, Lianna justru memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil hati Jackson. Ia mengambilkan makanan untuk Jackson, memakaikan dasi dan juga mengantarkan makan siang ke kantor layaknya seorang istri.
“tumben banget lo ganjak gue ketemuan di luar? ada apa nih?” Johan menyesap kopi yang sudah di pesani oleh Logan sebelumnya.
Entah kenapa Logan mengajak Johan bertemu di coffe shop tidak seperti biasa, bertemu di kantor. Pasti ada sesuatu yang ingin di bicarakan tanpa ada orang yang mengetahuinya, pikir Johan.
“sebenernya gini, keponakan lo sama anak gue udah seminggu saling diem-dieman bahkan pas temen anak gue yang nginep di rumah mepetin Jackson, si Helen kayak bodo amat gitu. Gue khawatir. Mereka baru aja nikah tapi udah berantem mulu.” Curhat Logan frustasi.
“masa sampek segitunya sih? emang lo gak tau mereka berantem karna apa?”
Logan mengangkat bahunya sambil berkata. “gue gak tau. Mungkin karna masalah manta istri gue.”
“lo pernah nikah sebelumnya?” hampir saja Johan menyemburkan kopi saking kagetnya mendengar klien sekaligus temannya ini pernah menikah sebelum bersama Agnes.
“lo gak ada di ceritain sama Helen?” ucap Logan bingung.
Johan hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tau dan seketika warna wajah Logan berubah menjadi pucat.
“mampus gue. Kok gue bisa keceplosan sampek ke sana sih. sekarang gue mau bilang apa sama Johan.” Batin Logan terus bergerutu dengan kebodohannya sendiri.
“apa yang lo dan Helen tutupin dari gue?” tuntut Johan.
Dengan menghembuskan nafas berat, Logan menceritakan semua yang terjadi dari Helena tiba-tiba datang menemuinya dan bicara empat mata mengenai Shasa mantan istrinya sampai wanita itu menghilang tanpa kabar untuk menenangkan diri.
Lelaki paruh baya itu juga tak lupa menceritakan perbuatan Shasa yang membuat menantunya tersiksa selama bertahun-tahun.
Johan hanya bisa mengepalkan tangan menahan semua emosinya. Ia mendengarkan dengan seksama apa yang terjadi pada kakak, kakak ipar dan juga keponakannya yang ia tidak tau. Selama ini ia pikir Helena sudah cukup terbuka dengannya tetapi ia salah, anak itu menyimpan luka sendirian selama ini.Di tinggal orang tua sejak kecil dan memikul beban perusahaan di bahu kecilnya itu.
Tak pernah terpikirkan di benak Johan kalau kakaknya meninggal bukan karena kecelakaan biasa melainkan perbuatan seseorang. Semua di rencanakan begitu baik sampai-sampai pihak kepolisian tidak menyadarinya.
Bugh… Bugh… Bugh…
Pertengkaran mereka mengundang perhatian seisi café bahkan beberapa orang berusaha memisahkan mereka tapi selalu gagal sampai akhirnya polisi datang dan membawa Johan beserta Logan ke kantor polisi.
Perkelahian Logan dan Johan menjadi berita utama di semua media yang ada dalam sehari bahkan hal tersebut sampai ke telinga Helena dan dengan cepat wanita itu memerintahkan Satria untuk menghapus semua berita yang ada.
.
.
.
Helena melangkah ke kantor polisi sedikit cepat bahkan tanpa menghiraukan orang-orang yang menatapnya memuja. Sesampai di sana ia melihat bukan hanya Logan dan Johan di sana melainkan Jackson beserta seorang laki-laki yang ia yakini adalah pengacara.
“daddy.” Helena menghampiri Johan tanpa memandang ke arah Jackson sedikitpun padahal laki-laki itu dari tadi menatapnya.
“anda wali bapak Johan.” Ucap sang polisi yang mengurus kasus mereka.
“benar.” Jawabnya singkat.
“begini nona, bapak Johan ini melakukan tindakan kekerasan pada bapak Logan sehingga terjadi keributan di sebuah café. Bukan hanya itu, mereka berdua juga merusak beberapa property café sehingga pemilik café mengalami kerugian. Untuk pemilik café hanya menuntut ganti rugi tetapi untuk tindakan kekerasan yang terjadi itu tergantung bapak Logan. Apakah ia mau berdamai atau menyelesaikannnya pada jalur hukum.” Jelas polisi tersebut.
“kalian dengar itu? apa perlu aku yang mengulanginya?” ucap Helena seperti ibu memarahi anak-anaknya.
“kalian ini kayak abg labil aja pakek berantem segala sampek di bawa ke kantor polisi. Gak malu apa sama umur, udah mau punya cucu juga.” Jackson juga ikut sebagai bapak yang memarahi anaknya.
“iya… iya… papah salah. Papah minta maaf.” Ucap Logan pasrah.
“daddy…” panggil Helena sedikit menggeram karena terlihat dari wajah Johan yang tidak mau berdamai.
“ya… daddy juga minta maaf. Udah kan, ayo kita pergi lama-lama di sini malah makin emosi daddy.” Ketus Johan yang langsung pergi meninggalkan semua orang di sana.
Semua permasalahan di serahkan pada pengacar, mereka semua pergi dari sana ke tempat mereka masing-masing.
-BERSAMBUNG-