LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 45



“biasa, gara-gara si playboy karatan itu. baju gue basah semua di siram air bekas pel” sahut helena tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor di hadapannya.


“ha? Si Jackson, Jackson tu masih gangguin lo” pikik Dewa tak percaya.


“bener bener tu bocah. di kasi hati malah minta jantung. Gue jadiin bergedel baru tau rasa tu anak” gerutunya.


Helena melepaskan kaca matanya lalu berkata. “udah-udah gak usah di bahas itu. ini gue udah nemuin Bimbim. Dia ada di Thailand.”


“What! Lo udah dapet, Kok bisa? Lo kan baru beberapa menit ngotak-atik komputer gue, masa udah nemu aja lokasi kak Bima. Ini bener gak ni lokasinya?” Dewa menatap layar komputernya tak percaya begitupun anak-anak lainnya yang ikut menggerumuni meja tersebut.


“ini tu lokasi Bimbim yang asli.” Helena langsung bangkit berdiri yang membuat para anggota hacker kembali ketempat karena takut kena semprot.


“untuk kalian semua” gadis itu menatap tajam kepada mereka. “kalian di sini mau cuma makan gaji buta atau gimana? Masa setiap ada pekerjaan kalian gak bisa ngapa-ngapain. Selalu saja saya yang harus turun tangan. Percuma saja saya memberikan kalian pendidikan yang tebaik, fasilitas kelas atas, perlindungan untuk keluarga kalian tapi apa yang kalian lakukan? Kalian bukannya meringankan pekerjaan saya tapi malah menambah masalah.” cerca Helena yang membuat mereka menunduk.


Memang benar selama ini Helena sudah memberikan yang terbaik untuk mereka tapi sampai sekarang mereka hanya menyusahkan gadis itu. ‘Menyesal’ itu lah yang ada di pikiran dan hati mereka saat ini karena tidak bisa membalas semua kebaikan Helena selama ini.


“ini terakhir kalinya kalian membuat masalah dan saya mau kalian harus meningkatkan kemampuan perang kalian. Kalo dalam seminggu tidak ada peningkatan sedikitpun, kalian harus tidur di kamar Mia selama tiga hari. Paham!”


GLEK…


Belum saja mereka mulai melaksanakan perintah Helena, mereka sudah ketakutan lebih dulu mendengar nama Mia. Mia adalah buaya raksasa yang dimilik Helena dan selain itu buaya betina ini sangat terkenal akan kejahilannya dalam membuat orang menjadi gila. Itulah yang mereka takuti, bukannya berakhir di usir oleh Helena tapi mereka akan berakhir di rumah sakit jiwa.


“Kenapa diem aja? jawab!” seru Helena.


“baik, Black Rose” jawab mereka lantang. Walaupun mereka ragu tapi mereka harus berusaha menghindari Mia ataupun murka Helena.


Dewa menunjuk dirinya sendiri dan berkata. “gue? Kok gue juga ikut-ikutan kena sih?” ia memandang helena tak percaya.


“karena lo ketua mereka dan lo sama gak bergunanya, Dewa. Nyari abang sendiri aja gak bisa apa lagi nanti gue yang hilang, bisa mati berdiri lo. udah gak usah ngebantah. Kerjain aja tugas lo” omelnya yang membuat Dewa menganga tak percaya.


“tega banget lo sama gue!!” seru Dewa dramatis.


.


.


.


Kini Helena sudah selesai mandi membersihkan tubuhnya dari air pel yang kotor tadi dan sekarang dengan menggunakan handuk menutupi tubuhnya, ia melenggang dengan santai menuju walk in closet yang berada di kamar.


Karena hari ini Helena akan ikut dalam misi penyelamatan Bima jadi ia memakai pakaian serba hitam sepert biasanya. Mulai dari sport bra untuk bagian atasnya, hotpants, jacket kulit juga dan jangan lupa sepatu boots warna hitam yang memiliki hak 5cm.


Jangan salah walaupun ia menggunakan sepatu yang memiliki hak tinggi, Helena tidak akan merasa terganggu ataupun susah bergerak karena dia adalah seorang master dalam berbagai ilmu bela diri dan ini hanyalah masalah sepele untuknya.


Setelah mengenakan pakaian, ia keluar lalu duduk di depan meja rias. Mengikat tinggi rambut panjangnya, menggunakan anting yang di disain khusus oleh Dewa agar laki-laki itu tau di mana lokasi dia nanti dan juga ia menggunakan masker berwarna hitam untuk menutupi identitasnya dari para musuh.


-BERSAMBUNG-