
Halo semuanya…
Semoga kalian suka sama tulisan aku ini.
Jangan lupa Like, Comment dan juga Votenya agar aku semakin bersemangat menulisnya.
Dan Jangan lupa tekan Favorite supaya kalian gak ketinggalan update-an terbarunya.
Selamat membaca.
.
.
.
“eh tu anak baru berani banget. Nyari mati nih kayaknya”
“wah kasian itu cewek bakal jadi korban bullyan Jackson nih pasti”
“mau nolongin gak berani. Takut kena amukan Jackson”
Begitulah bisikan orang-orang yang terdengar di telinga Demian, Leon, Luciana dan Yasmin sehingga mengundang rasa penasaran mereka. Mereka ingin tau siapa lagi yang menjadi korban sahabatnya itu. Setelah menerobos kerumunan, mereka di buat shock dengan pemandangan di depan mata mereka.
“dasar cewek bar-bar. Bereni banget lo pegang-pegang cowok gue. Lepas gak” Vina terus mencoba melepaskan cengkraman Helena dari Jackson. Sekali lagi kejadian naaspun terjadi lagi.
Niat menolong sang kekasih tapi dia malah tersungkur di tanah karena Helena menghempaskan tangan Vina dengan tangan satunya lagi sehingga Vina di buat hilang keseimbangan.
Melihat temannya jatuh, Jessica dan Yana segera menghampiri Vina dan membantunya untuk berdiri.
“lo gak papa kan Vin” Jessica memandangnya khawatir.
“eh lo jadi anak baru gak usah sok-sok an di sini. Lo gak tau siapa kita” mendengar suara cepreng Yana sontak membuat Helena melepaskan cekramannya pada Jackson lalu menutup kedua telingannya.
“lo tadi makan apaan sih. nyempreng banget suara lo. abis nelen toa ya” seru Helena.
“kurang ajar lo ya” Yana hendak menjambak rambut Helena tapi hanya berhenti di udara. Tangannya sudah di tangkap oleh Helena.
Gadis itu hanya dia, memandang Yana sangat datar. Dia tidak menghiraukan ocehan Yana malah ia menanggapinya dengan santai. Tapi semakin lama ia semakin bosan. Helena mencengkram tangan Yana sedikit kuat untuk mengakhiri drama ini.
“AAAUWWW SAKIT… LEPAS AN****. LEPASIN TANGAN GUE!!” entah reaksi Yana yang terlalu berlebihan atau Helena yang keterlaluan tapi yang pasti itu sangatlah sakit sampai membuat pergelangan tangannya memerah.
Setelah mendorong Yana jauh-jauh, Helena mengambil hand sanitizer dari tasnya untuk membersihkan tagannya. “gue peringatin sama kalian semua. Jangan ada berani-berani nyentuh gue tanpa persetujuan gue. Kalian akan
jadi korban berikutnya” kata Helena enteng tanpa memandang satu persatu orangnya, ia hanya sibuk menggosok tangannya seakan banyak kuman menempel disana.
“jangan sok ngancem lo bocah. gak itu bukan siapa-siapa disini. tempat lo berdiri ini adalah daerah kekuasaan gue” segit Jackson.
“ngapain juga gue takut sama lo. emang ini kampus punya nenek moyang lo apa”
“sayangnya hampir mirip seperti itu. lo itu salah tempat main-main sama cowok gue. Lo gak tau kan siapa Jackson. Dia itu Jackson Alexander Bernadette anak dari donatur terbesar di kampus ini sekaligus raja bisnis
di Negara ini Logan Alexander Bernadette” jelas Vina sombong.
“tunggu… Logan Alexander Bernadette? Tuan Bernadette yang itu” ucap Helena kaget.
“kenapa? Kaget. Sekarang lo tau kan berurusan dengan siapa” Jackson menunjukan senyum devilnya.
Jackson, Vina, Jessica dan Yana tersenyum mengejek Helena namun senyum itu tiba-tiba sirna melihat orang yang ingin mereka jatuhi malah tertawa keras sambil memegang perutnya. Tentu saja selain mereka berempat, anak-anak lainnya juga memandang Helena heran.
“Len lo gak papa kan” ucap Luciana hati-hati.
Helena menjeda ketawanya lalu memandang kakaknya. “kak beneran. Beneran si playboy karatan ini anaknya tuan Bernadette?”
“iya. Emangnya kenapa?” Lucian sedikit ragu mengatakannya.
Tawa Helena kembali pecah bahkan sampai mengeluarkan air mata.
“Luc. Adek lo gak kesurupan kan?” bisik Demian yang di jawab dengan mengankat kedua bahunya.
-BERSAMBUNG-