LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 76



Hari berganti malam dan ini sudah waktunya untuk resepsi pernikahan. Semua orang tampak sibuk mempersiapkan diri mereka termasuk juga Jackson, laki-laki itu begitu bersemangat menantikan mala mini tidak seperti tadi pagi ia sangat lesu.


 


Tok. Tok. Tok.


 


“sayang apa kau sudah siap?” Jackson mengetuk pintu kamar Helena.


 


“masuk aja. gak di kunci.” Sahutnya dari dalam.


 


CEKLEK


 


Laki-laki itu membeku di depan pintu, ia memperhatikan istrinya lekat dari ujung kepala sampai ujung kaki. Gadis yang menyandang status istrinya itu begitu cantik. Rambut yang tergerai bergelombang, makeup yang natural dan jangan lupa gaun yang mencetak sempurna tubuh sexy-nya.


 


Ia menelan kasar salivanya dan bagian bawah tubuhnya sudah ada yang memberontak sesak.


 


“kenapa? apa ada yang salah dengan penampilanku?” tanya Helena yang dari tadi lelah menunggu Jackson membuka suara.


 


Jackson menyudutkan dia di tembok, mengikis jarak yang ada. “kau begitu cantik malam ini bahkan mataku tidak bisa berpaling darimu.” bisiknya di depan wajah Helena.


 


“jadi sebelumnya aku tidak cantik begitu.”


 


“bukan begitu sayang. Kau selalu cantik tetapi malam ini kau sangat cantik. Bahkan aku tidak sabar untuk menghabiskan malam yang indah denganmu.”


 


“dasar otak mesum. Mikirnya selalu ke sana.” Gadis itu mendorong Jackson lalu meninggalkannya seorang diri di dalam kamar.


 


“sayang. Kok aku di tinggal.” Seru Jackson sedikit berteriak.


 


“makanya jangan kelewatan mesum. Ayo cepetan, nanti kita telat.” Sahutnya juga tak kalah keras.


 


Dengan wajah cemberut, ia menyusul Helena dan berjalan di sebelahnya. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan suaminya seperti anak kecil yang tidak di kasi membeli mainan.


.


.


.


Acara resepsi pernikahan mereka di adakan begitu mewah walaupun tidak ada awak media dan para tamu di larang mengabadikan moment tersebut tetapi orang di luar sana sudah mengetahui bagaimana meriahnya pernikahan anak orang yang paling kaya itu.


 


Malam ini seharusnya menjadi malam yang membahagiakan terlebih dengan Jackson. Namun, laki-laki itu di buat menggeram kesal karena beberapa tamu berbisik-bisik menjelekkan Helena dengan berkata gadis itu menjual tubuhnya pada Jackson agar menjadi istrinya bahkan ada juga yang berkata pelakor.


 


 


“oh… hebat ya kamu Jackson. Setelah apa yang kamu perbuat ke aku sekarang kamu enak-enakan ngadain pernikahan dengan perempuan murahan ini.” tiba-tiba tamu tak di undang datang membuat kerusuhan.


 


“lo ngapain ke sini. Buat acara gue hancur aja. pergi sana. Lo gak di undang di sini.” Usir Jackson.


 


“berani sekali kamu berbicara seperti itu sama anak saya. Kamu pikir anak saya apa?. setelah puas kamu mainin dan membuatnya hamil, kamu tidak mau bertanggung jawab sama sekali. mana janji kamu nikahin anak saya.” Teriak papahnya Vina.


 


“anda jangan bermimpi. Anak saya tidak pernah berjanji menikahi anakmu yang murahan itu.” bela Logan.


 


“kalian ayah sama anak sama saja. Tidak pernah ingin mengakui kesalahan kalian sendiri. tidak punya hati. Bahkan yang anakku ini sedang mengandung cucumu sendiri.” papah Vina menunjuk Vina yang sedang menangis tersedu-sedu di pelukan mamahnya.


 


“TUTUP MULUTMU!. Aku tidak sudi mempunya cucu dari anakmu itu.” bentak Logan


 


Mamah Vina melepaskan pelukannya dan begegas berlutut di bawah kaki Helena dengan menangis tersedu-sedu. “nak. Tolong batalkan pernikahan ini. kasihan anakku. Dia sedang mengandung dan menanggung malu seorang diri. Sedangkan kau berbahagia dengannya di atas penderitaan anakku. Tolong… aku mohon. Jangan biarkan cucuku terlahir tanpa seorang ayah.”


 


Drama keluarga Vina sukses membuat semua tamu merasa bersimpati terhadap mereka dan mulai mencibir sang pemilik pesta. Orang tua mana sih yang rela anaknya di perlakukan hina seperti ini kecuali kalau merekanya sendiri memang tidak punya otak.


 


“tante. Apa-apaan tante ini. beraninya memaksa istriku untuk bercerai. Jangan pernah mencuci otaknya.” Bentak Jackson.


 


“nak. Kau lihat sendiri kan suamimu. Dia begitu kasar pada ku yang jelas-jelas orang tua dari kekasihnya.”


 


Mamah Vina mengadahkan kepalanya, mencoba melihat reaksi Helena. Namun, reaksi yang di inginkan berbanding terbalik dengan apa yang ia dapati saat ini. gadis itu hanya memandangnya datar bahkan terlihat seperti memandang rendah mamah Vina.


 


“apa kau sudah selesai bicara? Cepatlah menyingkir dari kakiku.” Gadis itu menendangnya sampai terduduk di lantai.


 


Perlakuan Helena kali ini kembali membuat para tamu bersimpati terhadap keluarga Vina. Tapi..


 


“kalo kalian semua sudah selesai. Sekarang giliranku untuk berbicara.”


 


Helena memberika kode pada Dewa yang berada di tengah-tengah tamu. Laki-laki itu mengerti maksudnya, ia segera mengotak-atik tabletnya dan tak lama semua posel orang-orang di tempat itu bahkan yang ada di luar sana berbunyi.


 


-BERSAMBUNG-