LOVE IN THE GAME

LOVE IN THE GAME
Episode 106



Lianna menangis tersedu-sedu. “tadi ak__”


“tadi dia kepeleset saat menuruni tangga. Niatnya sih aku mau nolong dia tapi kalo ikut jatuh anak kita bisa kenapa-napa. Jadi aku menghindar aja.” potong Helena.


Lianna melirik tajam Helena, ia benar-benar tidak suka padanya. Sedangkan yang di tatap berdiri di tempat cuek sambil mengelus perutnya yang mulai menonjol.


“makanya kamu hati-hati kalo jalan. Untung Cuma lecet aja. dasar ceroboh.” Ucap Jackson pada Lianna lalu beralih ke Helena. “kamu juga sayang, jangan terlalu banyak gerak. Badan kamu itu masih lemah.”


“aku tidak selemah itu. dan lagi, kamu jadi suami yang tau istrinya lagi hamil harusnya jadi suami siaga. Untung aku tadi bisa jaga anak-anak kita dari Lianna kalo gak siapa mau di salahin? Aku lagi kan. Bukannya ngeliatin kondisi istrinya malah liatin kondisi ‘teman masa kecilnya’.” Ucap Helena dengan nada sedikit meninggi.


Jackson lalu menghampiri istrinya lalu menggenggam tangannya dan berkata. “sayang jangan marah-marah. Aku minta maaf. Aku salah. Aku Cuma kaget liat Lianna jatuh dan aku juga tadi gak tau kejadiannya sebenarnya. Maaf ya sayang.”


“aku maafin tapi lain kali perhatiin aku dulu jangan yang lain.” Helena melirik Lianna sebentar. Dapat di lihat wajahnya memerah menahan emosi.


Laki-laki itu menganggukan kepala seperti anak kecil yang polos. “iya sayang, aku janji gak akan kayak gitu lagi tapi aku bantuin Lianna dulu ya. kasian dia duduk di bawah terus.”


“lebih baik kamu nemenin aku ke kamar. Kaki aku udah mulai pegel berdiri terus, mana badan lengket lagi. Kalo Lianna suruh aja pelayan yang bantuin.” Ketus Helena.


“oke sayang, aku panggil pelayan dulu. tunggu aku.” Jackson lebih memilih pasrah dari pada harus adu mulut sama ibu hamil.


Dirasa suaminya sudah tidak terlihat lagi, Helena berjalan mendekat Lianna lalu menundukan sedikit badannya.


“bagaimana rasanya? Sakit.” Ucap Helena menyeringai.


“sialan. Berani sekali kau menghasut Jackson.” Geramnya.


“apa salahnya dia kan suami gue. Dan lagi yang mulai duluan siapa, gue kan cuma ikut permainan lo.”


“awas kau.”


Lianna sudah mulai hilang kesabaran berusaha mencakar wajah Helena tapi wanita itu dengan cepat menghindar. Tanpa basa-basi Helena menginjak kaki Lianna sehingga membuatnya menggeram kesakitan.


“jangan sekali-kali sentuh gue dengan tangan kotor lo itu dan ingat, gue gak bakalan ngelakuan hal ini kalo lo gak mulai duluan. Semakin lo berusaha, lo akan semakin menderita.”


“dasar perempuan gila. Iblis. Aku pastiin kamu akan menyesal. Aku akan membuat hidupmu menderita.” Umpat Lianna.


“silahkan. Gue terima dengan senang hati.” Tantang Helena seraya melepas injakannya.


Tak berapa lama Jackson datang dengan dua pelayan di belakangnya. Segera Helena menghampiri suaminya lalu menggandengnya menuju kamar mereka tanpa ada niat berlama-lama lagi di sana.


“dasar pelayan rendahan, berani sekali kalian menyentuh tubuhku dengan tangan kotor kalian. Menjijikan. Pergi kalian sana sebelum aku semakin marah.” Bentak Lianna.


Tanpa berpikir dua kali mereka pergi dari sana dengan santainya seperti tidak menganggap Lianna siapa-siapa di rumah ini.


“kurang ajar, gak ada hormat-hormatnya. Awas aja. setelah aku jadi nyonya di rumah ini aku akan buat mereka di pecat.” Lianna melangkah menuju kamarnya dengan kaki terseret-seret. Di injak Helena membuat kakinya membiru.


Sedangkan di tempat lain, dua pelayan tadi menolongnya juga membicarakan dia juga.


“dia kira dia ratu apa di rumah ini. belum tau aja dia berurusan dengan siapa.” Ucap Pelayan berambut pendek.


“dia itu gak sadar kalo dia itu benalu. Dia gak sebanding berurusan dengan nyonya kita.”  Sahut pelayan bergigi gingsul.


“rencana nyonya harus kita lakukan segera sebelum wanita itu menjadi-jadi.”


“betul.”


Lianna bahkan keluarga ini tidak menyadari kalau dua pelayan ini adalah salah satu yang di utus Helena untuk menjaga rumah ini. Artinya masih banyak pelayan dan pengawal yang termasuk anak buah Helena.


Hanya satu orang yang mengetahui hal ini yaitu Logan karna saat ia menyetujui menggunakan jasa pengawalan, ia sudah di beritahu aka nada yang menjaga mereka dari setiap aspek.


.


.


.



Sesudah Helena membersihkan diri, dia dan suaminya keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada semua orang menunggu mereka untuk makan bersama.


Di sela-sela acara makan, Helena membuka suara yang mengejutkan semua orang. “pah. Aku ingin membuat perjanjian pra nikah.”


“apa maksudmu sayang?” tanya Jackson.


-BERSAMBUNG-