
BAB 87
Setelah banyak bertukar cerita ternyata Lianna pindah kuliah di tempat yang sama dengan Jackson dan jurusan yang sama. Entah dari mana bisa dia berkuliah di sini tapi itu tidak menjadi masalah untuk Jackson.
Ia memang merindukan teman masa kecilnya ini yang sudah menghilang selama bertahun-tahun. Dulu keluarga mereka bertetangga sehingga Jackson dan Lianna di besarkan di lingkungan yang sama. Seiring berjalannya waktu mereka semakin dekat bahkan tak terpisahkan sehingga orang-orang mengira mereka sepasang kekasih.
Awalnya sih mereka menanggapinya biasa tapi lama kelamaan Lianna memandang Jackson lain bukan lagi sebagai teman melainkan laki-laki dan membuat dia memberanikan diri untuk menyatakan cinta pada Jackson.
Jackson sebenarnya tidak mau menanggapi Lianna karena menganggap dia sebagai seorang adik tapi dia juga tidak mau mendengarkan dia merengek dan lalu mengadu kepada orang tuanya dengan mata sembab. Dia tidak mau mempunyai kekasih yang kerjaannya merengek dan bermanja-manja.
Apa boleh buat, pacar pertamanya alias cinta monyetnya adalah sahabatnya sendiri. hitung-hitung latihan nanti jika ia memiliki pacar yang baik.
Setelah berpacaran setengah tahun tiba-tiba Lianna dan keluarganya pindah entah kemana. Jackson sempat mencari keberadaan Lianna tapi nihil dan membuat ia berpikir kalau Lianna sudah mendapatkan laki-laki baru yang lebih baik darinya.
Semenjak saat itu Jackson menjadi laki-laki yang suka berganti perempuan tanpa ingat kalau dia dan Lianna belum putus sampai saat ini.
“ayo masuk.” ajak Jackson pada Lianna sambil menggeret dua koper berukuran besar.
Saat keluar dari dapur tak sengaja Angel berpapasan dengan mereka. “Jackson, kamu sudah pulang. Dia siapa?”
“dia teman saya dan dia akan tinggal di sini mulai sekarang.” ucap Jackson malas.
“teman kamu perempuan? Jangan sembarangan bawa anak orang, Jackson. Nanti orang tuanya nyariin dan juga apa kamu sudah minta ijin sama papah kamu?.”
“anda itu siapa berani mengatur orang-orang yang saya ajak tinggal di sini. Ingat ini rumah saya dan jangan sok berkuasa di tempat ini, mengerti.”
“Jackson, tante ini siapa?” tanya Liana.
“oh… dia… dia Cuma seorang parasit yang tinggal sebagai ratu di rumah ini.” sindir Jackson.
“Jackson cukup! Sampai kapan kamu akan terus menghinaku. Aku selama ini sudah banyak bersabar untuk meladeni tingkahmu itu. aku memang bukan ibu yang melahirkanmu tapi kamu tidak bisa bertindak tidak sopan padaku.” seru Angel yang sudah mulai kehilangan kesabarannya.
“wah… wah… wah… ternyata sudah mulai berani sekarang. kau pikir aku takut padamu, jalang.” Ejek Jackson.
PLAK
“jaga bicaramu, Jackson.” Bentak Angel setelah menampar wajah Jackson.
“ayo naik, akan kutunjukan kamarmu.” Ucap Jackson sambil menarik tangan Lianna.
BRUK
Dengan sengaja laki-laki itu menubrukkan tubuhnya pada Angel sehingga wanita itu jatuh terduduk di lantai. Tanpa menolong bahkan melirik, ia pergi membiarkan Angel merasakan sakit sendirian.
“di sini kamar kamu. kalo butuh apa-apa panggil pelayan aja, okay.” Kata Jackson yang sudah berada di dalam kamar tamu.
“iya…” sahutnya dengan senyum manis.
“kalo gitu aku ke kamar dulu. kamu istirahat aja sekarang.” Jackson mengelus kepalanya dengan lembut setelah itu berlalu dari kamar tersebut.
Senyum manis yang tadi terbit di wajahnya berubah menjadi senyum miring. Segera ia merogoh tasnya, mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
“aku sudah pindah di rumah Jackson. Sebentar lagi rencana kita akan di laksanakan.” Tutur Lianna pada seseorang di seberang sana.
“…..”
“tenang saja dia tidak akan curiga dengan kedatanganku yang tiba-tiba.”
“…..”
“baik. Aku tutup dulu.”
Setelah telpon terputus, Lianna melempar dirinya di atas kasur. “sekarang aku memang hanyalah tamu di sini tapi tidak akan lama aku akan menjadi pemilik rumah ini. Jackson kau hanyalah milikku.” Gumamnya sebelum tertidur lelap.
.
.
.
Hari berganti menjadi malam dan Angel sudah menceritakan semuanya pada Logan kejadian tadi sore. Sungguh Angel tidak bermaksud untuk menjadi seorang pengadu tapi kalau dia tidak bercerita lebih dulu Logan akan mendapatkan informasi dari orang lain. Dia tidak mau membuat Logan marah karena berani berbohong.
Sedangkan Logan, setelah mendengar hal tersebut ia bergegas ke kamar Jackson tetapi di halangi Angel. Ia berkata “Jackson akan semakin membenciku jika kau memarahinya bahkan memukulnya. Jangan mencemaskan aku, aku bisa menahan ini lebih lama lagi. Aku juga tidak mau hubungan kalian semakin merenggang. Aku mohon.”
-BERSAMBUNG-