
“kemana kau selama ini. kenapa kau bisa tiba-tiba muncul di sini. Aku pikir kau tidak akan datang. Kau membuatku takut. Apa kau sudah tidak marah lagi padaku. Aku mohon jawablah. Jangan diam saja. Diammu ini malah membuatku semakin takut.” Ucap Jackson beruntun.
“bagaimana aku bisa ngomong kalo kamu dari tadi ngoceh sendiri.” Gerutu Helena.
“benarkah? Maaf kalo gitu.” Laki-laki itu memasang watdos.
Helena menepuk jidatnya pelan lalu berkata. “sepertinya keputusanku untuk menikah adalah salah.”
“eeehhh… jangan ngomong seperti itu. kamu kan sekarang udah jadi istri aku.” Jackson menggenggam erat tangan Helena.
“ok kita kembali ke awal. Kemana saja kau dan bagaimana kau bisa muncul di sini.” Ucap laki-laki itu serius.
FLASHBACK ON
Sebuah mobil berwarna putih memasuki daerah hutan tak berpenghuni di tengah malam. ia melaju kencang sampai akhirnya berhenti di depan rumah besar menyerupai istana tersembunyi.
Tanpa ragu laki-laki itu keluar dari mobil lalu memencet bel.
“anda begitu lama. Saya sampai bosan menunggu.” Ucap ketus Nathan saat membukakan pintu.
“apa maksudnya? Apa kalian tau kalo aku akan datang ke sini?” tanya Logan.
“bingo. Tapi anda terlalu lama.” Laki-laki itu berjalan di depan Logan.
“benar. Aku terlalu lama menyadarinya.” Gumamnya pelan.
Nathan berhenti di depannya. “kalo gitu temui dia. dia sudah menunggu di dalam.”
Ia membukakan pintu ruang tamu lebar-lebar. Di sana terlihat Helena duduk menyilangkan kaki di single sofa sambil menikmati secangkir teh. Saat Logan duduk di sofa sebelahnya, Nathan memberi hormat pada Helena lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“kau mencari bukti-bukti untuk menjatuhakan Vina? Aku bisa memberikannya Cuma-Cuma bahkan kau hanya perlu duduk manis.” Ucapnya sambil meletakkan gelas di meja.
“benarkah? Terimakasih. Kau seperti malaikat penyelamat bagi kami.” Seru Logan bahagia tetapi Helena tidak menanggapinya.
Tawa laki-laki paruh baya itu perlahan hilang. Ia mengingat sesuatu dan rau wajahnya kembali serius. “lalu kenapa kau masih bersembunyi di sini. Bagaimana pernikahanmu dengan Jackson besok?”
“akar permasalahannya kan sudah ketemu. Kenapa sekarang kau ragu.”
“aku tidak tau. Aku butuh waktu berpikir.”
“sampek kapan kamu akan berpikir. Besok adalah hari H-nya.”
“kenapa kau memaksaku terus tuan Bernadette. Apa alasanmu menginginkan aku jadi menantumu? Apa kau ingin berkuasa juga di kelompok mafiaku ini?” gadis itu menuntut jawaban.
“untuk apa aku menginginkan itu. tanpa harus meminta darimu, aku pun mampu membuat kelompok mafiaku sendiri. Tapi sayangnya, aku tidak berminat sama sekali. aku lebih memilih hidup damai bersama keluargaku dari pada aku harus terjerumus ke sana bahkan bisa membahayakan keluargaku sendiri.” Kata Logan.
“heh… padahal kau sudah tau kalo aku ini terlibat dalam bisnis kotor ini. tapi kenapa kau masih menginginkan aku jadi menantumu dan lagi bukankah kalo aku masuk dalam keluargamu, keluargamu itu juga ada dalam bahaya.” Sindir Helena.
Laki-laki paruh baya itu berusaha menstabilkan emosinya. Ia tau lawan bicaranya ini adalah wanita yang keras kepala. Kalau dia tersulut emosi maka ini semua tidak akan berakhir baik.
“ya aku tau tentang itu. tapi kau masuk kedunia ini bukan karena keinginanmu sendiri. aku bisa melihat dari matamu seberapa besar kau menyayangi orang-orang yang ada di sekitarmu sampai harus berkorban di usia muda. Tak ada alasan khusus aku untuk aku memilihmu menjadi menantu selain ketulusan hatimu.”
“aku masih mengingat jelas kejadian malam itu di saat aku kena luka tembak. Kau berusaha menyelamatkanku dan menghentikan pendarahanku. Kau bagaikan malaikat yang sesungguhnya. Terimakasih untuk itu.”
“aku bukan melakukan ini karena ingin balas budi tetapi aku ingin anakku mendapatkan rekan hidup yang terbaik.” Jelas Logan panjang lebar.
Sontak saja Helena terkejut. Bagaimana laki-laki yang ada di hadapannya ini menganggapnya sebagai penyelamat padahal di luar sana mereka menganggapnya monster. Ia benar-benar tak menyangka bahkan matanya sempat berkaca-kaca.
Ia tak mau di anggap lemah, wajahnya kembali datar. “tunggu jawabanku besok. Sekarang kau boleh pergi.”
“baiklah. Tapi apapun keputusanmu, kau tetaplah menjadi bagian keluargaku.” Setelah berkata seperti itu ia meninggalkan Helena seorang diri.
FLASHBACK OFF
“aku tak menyangka. Ternyata papah diam-diam memperhatikanku.” Jackson membawa Helena kedalam pelukannya.
“makanya kamu harus berterimakasih sama papah kamu. kalo gak, aku gak aka nada di sini” laki-laki itu hanya menganggukan kepalanya dengan wajah di tengkuk Helena. Ia menghirup dalam-dalam aroma istrinya yang selalu membuatnya candu.
-BERSAMBUMG-