
“hey… sayang… ayo bangun. Ini sudah waktunya makan malam.” Jackson membangunkan istrinya dengan suara lembut.
“hmmm..” wanita itu hanya bergumam tanpa berniat membuka mata malam menyembunyikan dirinya di balik selimut.
“ayo bangun. Nanti lanjut tidurnya kalo udah selesai makan ya.” ia menarik tangan Helena, membantunya bangun. Wajah bantalnya membuat laki-laki itu semakin gemas dengan istri kecilnya. Tak segan-segan ia menghujami kecupan di seluruh wajahnya.
“eeemmm… berhenti.. jauh-jauh sana. Aku mau tidur.” Dalam keadaan setengah sadar Helena berusaha mendorongnya tapi sia-sia. Ia malah menubruk dada suaminya lalu menjadikannya sandaran untuk tidur.
“istriku yang cantik ini kok jadi kebo sih… tidur melulu. Bagun dong sayang.”
“gimana gak tidur, kamunya gak berhenti ‘gituin’ aku. Aku kan jadi capek. Badan aku remuk semua tau.”
“iya deh maaf. Kamu sih yang selalu goda aku sampek adekku tegang.”
Seketika kantuk Helena hilang lalu menatap suaminya tajam. “kapan aku godain kamu. aku gak seganjen itu ya.”
“kamu marah-marah gini aja udah bikin aku pengen lagi lho yang…”
“dasar otak mesum.”
“mesum-mesum gini juga kamu suka kan. Sampek gak berhenti-berhenti ngedesah nama aku.” Goda Jackson membuat pipi Helena bersemu.
“tau ah… lebih baik makan. Laper. Dari pada ngeladenin kamu terus.”
Perempuan itu beranjak dan pergi ke sofa ruang tamu meninggalkan suaminya sendiri di atas kasur. “tunggu aku dong sayang.” Laki-laki itu bergegas menyusul istrinya.
Selama mereka makan tidak ada satupun yang mengeluarkan kata kecuali detingan sendok yang mengisi kesunyian. Setelah makan barulah Jackson membuka suara.
“sayang. Mulai besok kamu pindah ke mansion aku ya. barang-barang kamu juga udah di pindahin sama mommy, daddy kamu. jadi kita langsung pulang aja.” Ujar Jackson.
“ya terserah kamu aja. aku sih ngikut.” Sahutnya sekenannya karena ia sedang sangat lelah.
“kalo udah selesai ayo tidur. Aku udah capek nih.” Tambahnya.
Tak butuh waktu lama mereka sudah tidur dengan nyenyak dan Jackson memeluk Helena dari belakang tanpa melakukan kegiatan apapun lagi karena tenanga mereka sudah benar-benar terkuras dari acara pernikahan sampai detik ini.
.
.
.
Mereka sekeluarga menyempatkan diri untuk mengobrol di ruang keluarga. Mungkin lebih tepatnya adalah Helena dan Logan karena keduanya asik membicarakan soal bisnis, sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton saja.
“papah sedang berencana membuka sebuah bisnis baru yang lebih banyak merangkul masyarakat luas. Kira-kira bisnis apa yang bagus menurutmu.” Logan meminta pertimbangan dengan menantunya. Siapa tau ia mendapatkan masukan yang bagus.
“bagaimana kalau rumah sakit? Itu malah lebih banyak merengkul masyarakat di bandingkan mall atau hotel. Toh selain kita berbisnis kita bisa membantu yang kurang mampu untuk mendapatkan pengobatan gratis. Anggap saja ini amal. Uang yang kita timbun tiap hari jika tidak berbagi pada sesama, itu tidak akan menjadi berkat dan uang itu akan lenyap tanpa kita duga.” Tutur Helena.
“hebat sekali pemikiranmu itu nak. Papah salut sama kamu. tidak hanya cantik dan baik tapi juga berpikiran luas. Papah akan ikuti saran kamu itu. rumah sakit adalah tempat yang cocok untuk kita berbagi dengan sesama. Iya kan.” Ucap Logan.
Helena menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan Logan. “pah, mah. Helen balik ke kamar dulu ya. Helen masih capek soalnya.”
“iya..iya… sana istirahat. Ajak juga Kallie kekamarnya. Sudah waktunya tidur siang. Papah masih mau ngobrol sama suami kamu dulu.” seru Logan.
Setelah Helena dan Kallie menghilang dari pandangan mereka dan Angel juga pergi ke dapur takut mengganggu, Logan barulah membuka suara. “Jackson. Sekarang kamu sudah menikah dan punya istri sudah waktunya kamu berpikir masa depan. Kamu memiliki tanggung jawab untuk menafkahi Helen lahir dan batin. Bukan maksud papah tidak membiayai kehidupan kamu dengan Helen tapi kamu harus berusaha sendiri untuk menghidupi keluarga kamu.”
“jadi mulai minggu depan papah mau kamu mengurus anak perusahaan kita. Belajar dari sana sebelum kamu mengambil alih posisi papah. Istri kamu itu hebat dan kamu juga harus menjadi hebat.” Ucap Logan panjang lebar.
“iya, aku ngerti kok. Aku juga sebenernya minder sama Helen. Walaupun di luar sana orang-orang taunya aku punya segalanya tapi kenyataannya Helen lebih di atasku apalagi saat aku tau dia itu nona muda dari HD group. Nyaliku semakin menciut.” Tutur Jackon lirih.
“apa kamu bilang tadi? Nona muda dari HD group?” pekik Logan.
“papah gak tau kalo Helen boss besar HD?”
“papah malah baru tau dari kamu. ternyata si jenius dunia bisnis itu adalah Helen, mantuku sendiri. sungguh luar biasa. Kamu harus banyak belajar dari dia supaya kamu juga bisa menjadi seorang pembisnis hebat seperti dia.”
“iya pah. Kalo gitu Jackson nyusul Helen ke kamar.”
Logan menganggukan kepalanya dan mempersilahkan anaknya itu pergi. “tak salah aku memilih mantu” gumamnya
-BERSAMBUNG-
Sekilas info teman-teman
untuk sementara waktu novel LOVE IN THE GAME akan tayang dua hari sekali seperti dulu
karena kesibukan author yang tidak bisa di tunda
jadi author minta maaf sebesar besarnya sama kalian😢😢