
“tolong kasi aku waktu untuk berfikir. Aku butuh waktu sendirian. Jujur aku masih sulit menerima kamu dalam hidupku bahkan dengan kejadian tadi, aku jadi semakin ragu. Tapi aku tidak mau menyimpulan langsung kalo aku meminta pernikahan ini di batalkan. Jadi beri aku ruang sampai aku bisa memutuskan semuanya.” Kata Helena.
“aku akan tunggu di altar sampai kamu datang. Jika kau tidak datang, biarkanlah aku yang menanggung semuanya. Aku siap untuk melindungi kamu walaupun itu akan sangat sakit.” Tegas Jackson.
Setelah memberikan kecupan perpisahan di kening Helena, laki-laki itu pergi meninggalkannya dengan langkah berat. Keduanya sama-sama merasakan sakit tapi mereka menyadari kalau mereka harus membenahi diri sebelum melangkah lebih jauh.
Di sisi lain.
Tiga orang yang berbeda generasi sedang tertawa terbahak-bahak di ruang tamu rumahnya. Mereka begitu sangat bahagia tapi bukan karena sesuatu yang lucu melainkan…
“hebat kamu Vin, bisa acting kayak gitu. Gak sia-sia dulu mama jadi bintang film ternyata bakatnya nurun ke kamu.” seru mamanya Vina
“ya jelas dong mah. Vina gitu lho.” Ucap Vina menyombongkan diri.
“sekarang kamu harus acting yang lebih dramatis, lebih meyakinkan lagi supaya kamu bisa nikah sama Jackson itu. papah tidak sabar punya mantu anak orang kaya senegri ini dan perusahaan papah akan semakin berkembang.” papahnya Vina mulai menghayal.
“mamah sih awalnya kesel orang yang nyulik selama seminggu tapi kalo ujung-ujungnya kayak gini, mamah pastinya seneng dong. Mamah akan minta mahar yang banyak sepaya kita kaya raya.”
“mamah sama papah tenang aja. kita pasti akan menikmati seluruh harta kekayaannya keluarga Bernadette bahkan sampai habis. Aku akan membuat mereka bertekuk lutut dan Jackson akan menjadi milikku selamanya.” Vina menyeringai.
Mereka kembali tertawa dengan khayalan mereka masing-masing. Ketiga orang tersebut untuk menunggu hari itu tiba. Di mana mereka akan di hormati di seluruh negri dan harta yang begitu melimpah.
.
.
.
Ke esokan harinya.
Berita tentang kejadian di restoran kemarin itu menjadi viral di media sosial bahkan dengan bukti-bukti video dari para pengunjung yang mengabadikan kejadian tersebut. Bukan hanya di medsos saja, berita ini bahkan ada juga di TV, Koran dan surat kabar lainnya.
“Jackson apa-apaan ini. kenapa ada berita seperti ini. kamu mau bikin papah malu ha.” Bentak Logan.
“ini semua fitnah pah. Aku gak mungkin ngelakuin hal senekat itu.” bela Jackson.
“sudah pah tenang. Nanti darah tinggi papa kumat.” Ingat Agnes sambil mengelu lengan suaminya.
Setelah merasa sedikit tenang, Logan kembali berbicara. “lalu gimana dengan Helen?”
Melihat anaknya begitu menderita dengan berita ini, Logan dan juga Agnes merasakan sedihnya. Mereka sama-sama terduduk lemas di ruang keluarga.
Takut, sedih, marah dan kecewa menjadi satu dalam benak mereka. Jika waktu bisa di ulang kembali, mereka tidak akan membiarkan hal ini terjadi tetapi mereka bukanlah Tuhan pencipta alam semesta.
“kamu gak perlu nikah sama perempuan itu. karna kamu harus nikah sama aku, sayang.” Tiba-tiba Vina masuk kerumah mereka tanpa permisi.
“ngapain lo ada di rumah gue ha. Pergi dari sini.” Usir Jackson.
“jangan kasar-kasar dong sama calon istri kamu. ini kan nantinya jadi rumah aku juga.” tanpa di persilahkan Vina duduk di salah satu sofa lalu menyilangkan kakinya.
“kau terlalu banyak mimpi. Ini adalah rumah saya jadi hanya saya yang berhak untuk memutuskan siapa yang akan tinggal di sini.” Ucap Logan menggeram.
“lebih baik lo pergi dari rumah ini sebelum gue panggilin satpam buat nyeret lo keluar.” Ancam Jackson.
“oke aku akan pergi tapi aku kasi kamu waktu seminggu buat mikirin matang-matang tentang tawaran aku tadi. Kalo enggak, aku akan melakukan konfrensi pers dan beberkan semua foto termasuk video mesum kita. Bahkan aku juga gak segan-segan laporin kamu kepolisi atas tutuhan penculikan dan pemerkosaan.” Ancam balik Vina.
Jakson menunjuk wajah Vina. “lo berani sama gue.”
“aku gak takut sama kamu. lebih baik kamu menikahiku sebelum aku buat kamu menderita.” Setelah berkata seperti itu Vina beranjak dari rumah itu.
Jackson meremas kepalanya menyalurkan kekesalannya. Ia benar-benar frustasi di buat wanita gila itu.
Bagaimana dia bisa melawan sedangkan semua bukti-bukti mengarah padanya. Menyesal? Tentu saja dia menyesal dengan perbuatan masa lalunya yang selalu berganti perempuan. Mungkin ini yang di namakan karma. Saat ia benar-benar mencintai seseorang, ia harus kehilangan itu semua karena perbuatan masa lalu yang masih mengikatnya.
Mengingat Helena pikirannya semakin tidak karuan. Bagaimana jika gadis itu melihat berita tersebut. Bagaimana ia harus meninggalkan belahan jiwanya dan menikahi orang lain. Bagaimana keluarganya tau, anak mereka di permainkan seperti ini. ia benar-benar takut.
“Helen, maafkan aku. Aku begitu lemas sebagai seorang lelaki. Tolong jangan tinggalkan aku. Kalo kau tidak ada maka hidupku akan semakin hancur.” Batin Jackson dengan terisak.
“kamu tenang saja nak. Papah aku mencari cara supaya perempuan itu pergi jauh-jauh dari hidup kamu. papah janji.”
-BERSAMBUNG-